4 Pesan Setelah Nonton Hi Bye Mama

Spread the love

Pesan Setelah Nonton Hi Bye Mama
Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd.

Muslimahtimes – Hi bye mama! Dari judulnya saja sudah ketebak kalau drama ini akan penuh dengan adegan yang menguras air mata. Banyak mengandung bawang kata netijen jaman now mah. Tapi, hebatnya, trailer yang bertebaran sebelum drama ini dimulai tak ada kesan sedihnya, justru lebih ke lucu.

Drama yang menceritakan tentang seorang ibu yang memilih untuk menyelamatkan bayinya daripada nyawanya sendiri. Ibu ini, Cha Yu ri, tak rela meninggalkan dunia, sehingga ia menjadi arwah gentayangan. Setiap hari dia bermonolog akan segera pergi “ke atas” setelah melihat anaknya, Seo Woo, bisa merangkak, bisa berjalan, dan seterusnya. Begitu saja sampai 5 tahun akhirnya ia menjadi arwah gentayangan. Setiap hari pun, ia berdo’a agar Tuhan membiarkannya hidup sebentar saja agar bisa membersamai anaknya. Apalagi Seo Woo diduga bisa melihat arwah karena ia selalu menempel padanya selama 5 tahun.

//Hidup Kembali//

Dan yap, keajaiban terjadi. Seperti mimpi, suatu hari, ia pun seolah terlahir kembali seperti manusia. Walau bingung, kenapa hal ini terjadi padanya tapi tidak pada teman-teman arwahnya yang lain. Ia hanya diberi waktu 49 hari di dunia sebelum akhirnya harus ‘naik ke atas’. Cha yu ri tak melepaskan kesempatan ini. Ia berusaha mendekat pada anaknya, dengan menjadi pegawai catering di sekolah Seo Woo. PDKT dengan ibu baru Seo Woo yang akhirnya diijinkan menjadi penjemput dan pengasuh Seo Woo selama ibu baru ini bekerja. Untuk menikmati waktu bersama Seo Woo juga untuk mengusir arwah yang tinggal di sekitar Seo Woo. Agar Seo Woo tak lagi melihat arwah.

Selain untuk anaknya, Yu ri pun beraktivitas bersama sahabatnya yang sudah seperti kakaknya sendiri. Bercerita, menikmati waktu mengobrol bersama. Yu ri juga do something untuk keluarganya; mengirimkan obat untuk sakit ibunya.Walau awalnya enggan menemui keluarganya, akhirnya Yu ri tinggal bersama keluarganya.

Ada perasaan hangat yang menyelimuti saya saat melihat Yu ri tidur dalam dekapan ibunya, adiknya, juga ayahnya. Ibunya pun senang memanggil Yu ri berkali-kali. “Yu ri aah. Yu ri aah” 😢

Jadi teringat, kapan terakhir memeluk anak-anak? Kapan terakhir memeluk ibu?

//Not Flat//

Tentu saja, semua misinya tak berjalan mulus. Ada masalah yang harus diselesaikannya dengan suaminya, istri baru suaminya, sahabatnya, teman-teman arwahnya, juga keluarganya.

Drama ini pun diselipi adegan yang mengundang gelak tawa penonton. Khususnya tingkah laku suami sahabatnya Yu Ri, sang dokter mental. Dari mulai setelan pakaiannya yang nyetrik, caranya memposting foto di medsos yang fokus pada outfit tanpa kepala, cukup membuat saya bisa tertawa. 😂

//4 Pesan//

Drama yang dibanjiri tetesan air mata setiap episodenya, membuat saya menangkap setidaknya 3 pesan.

Pertama, hargai setiap waktu kita dengan keluarga. Baik itu pasangan, orangtua, anak, adik atau kakak. Karena kita tak tahu kapan kita akan berpisah dengan mereka. Jangan sampai saat berpisah justru menjadi saat yang sangat disesalkan karena kita belum optimal mengekspresikan kasih sayang, Cinta dengan tingkah laku kita pada mereka.

Kedua, benarlah kata lagu yang mengatakan kasih ibu sepanjang masa. Alias tak terbatas waktu. Betapa Cha yu ri sangat sayang pada Seo Woo. Betapa ibunya Yu ri sangat sayang pada Yu ri hingga setiap hari pergi ke kuil untuk berdo’a. Orangtua akan tetap khawatir akan keadaan anaknya, walau anaknya sudah dewasa, sudah menikah, bahkan sudah meninggal.

Wajarlah jika Rasul pun menempatkan posisi ibu tiga kali dari ayah.
“Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini.” Rasul menjawab, “Ibumu.” Kemudian dia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasul menjawab, “Ibumu.” “Kemudian lagi, ya Rasul,” tanya orang itu. “Rasul menjawab, “Ibumu.” Lalu, laki-laki itu bertanya lagi; “Kemudian, setelah itu siapa, ya Rasul?” “Bapakmu,” jawab Rasulullah.

Ketiga, jangan sepelekan kekuatan do’a. Apalagi do’a orangtua bagi anaknya. Maka, berhati-hatilah para orangtua, jangan sampai lisannya mendo’akan keburukan bagi anaknya. Dan bagi yang masih mempunya orangtua, jangan sia-siakan wasilah diijabahnya do’a. Mintakan orangtua kita mendo’akan kita.

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi (kemakbulannya), yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi.” (HR Abu Daud)

Keempat, pasrah kepada qadha Allah. Gang Hwa sebagai suami Yu Ri sangat menyesal. Pasalnya, ia yang bergelar dokter bedah terbaik justru kehilangan momen untuk menyelamatkan istrinya sendiri. Trauma pun timbul kala ia berada di ruang operasi. Sampai ia tak bisa melakukan operasi selama 5 tahun.

Dalam Islam, kita kenal qadha atau ketetapan Allah. Dimana ia adalah daerah yang tidak kita kuasai. Ialah daerah yang takkan Allah mintai pertanggungjawaban. Jadi, jangan merasa bersalah atas qadha yang menimpa kita. Belajarlah pasrah, rela, ikhlas atas apa yang terjadi.

Karena banyak adegan yang mengandung bawang, jangan lupa siapkan sapu tangan atau handuk untuk mengusap air mata. Juga untuk mengompres mata yang bengkak akibat menangis. Jangan lupa, implementasikan pesan yang sudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Jangan sampai menyesal kemudian.

Wallahu’alam bish shawab.

(Visited 47 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *