Ada Wanita Uighiur – Xinjiang di Serial Drama Bertabur Ide Kesetaraan Gender (Bagian I)

Spread the love
Oleh : Salma Shakila
#MuslimahTimes — Secara umum serial ini menceritakan tentang perkawinan antara Kaisar Qianlong dan Hoifa -Nara, Permaisuri Tiri. Cerita dikemas dalam 87 episode dengan bumbu-bumbu intrik di dalamnya termasuk keberadaan para selir di sekeliling kaisar. 
Bagaimanapun berbicara fiksi sejarah yang bercerita tentang kekaisaran tidak akan terlepas dari kehidupan wanita yang ada di sekeliling kaisar. Pada masa kekaisaran Cina waktu itu, posisi permaisuri dianggap wanita nomer dua setelah ibu suri (ibu kaisar). Selain permaisuri yang menarik dalam fiksi sejarah Kekaisaran Cina adalah keberadaan selir-selir kekaisaran yang jumlahnya begitu banyak. 
Selir yang berjumlah banyak ini–bahkan dalam dinasti tertentu jumlahnya bisa mencapai puluran ribu–menjadi tak masuk akal semua selir akan mendapat perhatian dari kaisar. Maka para selir akan melakukan segala cara agar  mendapatkan perhatian dari kaisar sehingga bisa mempunyai kedudukan yang istimewa dalam kekaisaran. Selir yang mempunyai keturunan kaisar ibarat bonus besar.  Karena dengan punya anak keturunan kaisar, maka anak ini akan punya  kesempatan dalam penyaringan kaisar pengganti. Dan tentu, ibunya atau selir tadi akan punya kesempatan menjadi ibu suri atau ibu kaisar yang predikatnya sangat tinggi dalam kekaisaran Cina. 
Persaingan tidak terelakkan. Berbagai cara dilakukan agar mendapat posisi permaisuri yang menjadi incaran. Para selir yang ambisius akan melakukan segala cara agar tujuannya tercapai. Mereka akan berkomplot dengan orang-orang yang dianggap akan membuka jalannya menuju kekuasaan. 
====
Akan tetapi ada satu yang menarik yang ada  pada masa kekaisaran Dinasti Qing dengan Kaisar Qianlong sebagai kaisarnya (1735 – 1795 M). Ada satu selir yang justru tidak menginginkan posisi sebagai selir kaisar. Selir itu berasal dari Xinjiang yang dikenal dengan nama Selir Rong. Keberadaan cerita tentang Selir muncul dalam beberapa fiksi kontemporer dengan pengemasan cerita yang berbeda tapi bisa ditemukan benang merah bahwa orang yang diceritakan kurang lebih orang yang sama yaitu, Selir Rong, selir yang berasal dari Uighur.
Selir Rong digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik dengan bola mata yang indah dan harum tubuhnya. Kecantikan wanita asal Uighur sangat terkenal. Gambaran kecantikan wanita Uighur tidak sama seperti wanita Cina pada umumnya. Sejumlah sumber menyebutkan nama aslinya adalah Nur Ela Nurhan, seorang istri dari panglima perang suku Uighur yang dikalahkan oleh kekaisaran Qing. Nur diculik dan dipersembahkan pada Kaisar Qianlong (1735 M- 1795). Dalam sumber lain dikatakan bahwa Selir Rong sengaja dipersembahkan oleh ayahnya, pemimpin Suku Uighur atas alasan hubungan diplomatis mengingat pada waktu itu Xinjiang menjadi daerah yang ditaklukkan oleh Dinasti Qing. 
Selir Rong sering digambarkan sebagai selir yang tidak menginginkan posisi sebagai selir padahal karena kecantikan wanita Xinjiang memungkinkan disukai dan berpeluang mendapat tempat yang tinggi disisi kaisar. Kaisar Qianlong langsung jatuh cinta pada Selir Rong sejak awal bertemu. Walaupun diceritakan pada awal kedatangan Selir Rong ke istana, Selir Rong ingin membunuh kaisar. Kaisar tetap memaafkan padahal pada waktu itu, melukai kaisar termasuk kejahatan besar dan harus dihukum mati. Alih-alih menghukum, kaisar malah memberikan fasilitas yang lebih dibanding dengan permaisuri dan selir-selir yang lain. 
Karena rasa cinta yang besar pada Selir Rong , kaisar membangun istana yang megah dengan taman yang mirip dengan yang ada di Xinjiang, kampung halaman Selir Rong. Kaisar juga membangun tempat ibadah dan bangunan lain bergaya Uighur agar Selir Rong betah tinggal istana.
====
Perlakuan berlebihan Kaisar pada Selir Rong membuat selir-selir lain iri. Ibu suri yang mengkhawatirkan kaisar mengingat Selir Rong pernah berniat membunuh kaisar. Dalam versi-versi yang berkembang, Selir Rong dibunuh oleh Ibu Suri dan para selir dengan cara diracun. Dalam versi lain dikatakan Selir Rong bunuh diri dengan menggunakan kain putih yang diberikan oleh permaisuri dengan alasan mengabulkan keinginan Selir Rong yang ingin mati karena tidak tahan menjalani status sebagai selir yang tidak diinginkan. 
Tetapi yang digambarkan dalam cerita Ibu Suri meminta permaisuri agar meminta Selir Rong meminum obat yang diperlukan untuk mengangkat rahim Selir Rong. Ibu Suri tidak mengizinkan Kaisar Qianlong punya keturunan dari Selir Rong. Terlebih Selir Rong pernah berniat untuk membunuh kaisar. 
Dikisahkan permaisuri meminta Selir Rong untuk meminum obat dan Selir Rong melakukannya dengan sukarela. Walaupun dalam hatinya bersedih karena telah kehilangan rahim akan tetapi menyadari hubungan dengan kaisar adalah hubungan yang tidak diinginkan maka proses pengangkatan rahim yang dilakukan dengan operasi sederhana, sesuai dengan zamannya pun dijalani dengan penuh  kesadaran. 
====
Gambaran pengangkatan rahim Selir Rong mengkonfirmasi realita yang terjadi di masyarakat bahwa pemerintah Cina melakukan hal yang sama pada muslimah Uighur saat ini. 
Baru-baru ini seorang seorang dokter asal Xinjiang bersaksi telah dipaksa pemerintah Cina mensterilisasi secara paksa ratusan perempuan Muslim Uighur sepanjang karirnya. Pengakuan soal sterilisasi rahim dan aborsi itu muncul saat si dokter diwawancarai oleh ITV, stasiun televisi Inggris pada 3 September 2020. Sepanjang praktik selama 20 tahun, dia memperkirakan sudah dipaksa mengoperasi 600-an perempuan yang dibikin agar tidak lagi subur. 
Dia mengklaim tindakan medis berbahaya itu diperintahkan otoritas keamanan Tiongkok dalam rangka mengontrol perkembangan populasi etnis minoritas Muslim. Data menunjukkan angka kelahiran di komunitas Uighur menurun drastis selama 10 tahun terakhir. Si dokter merasa menyesal karena menjadi bagian dari program kejam tersebut.
Salah satu perempuan Uighur yang kabur dari Xinjiang membenarkan keterangan si dokter. Kepada ITV, perempuan itu mengaku biasa didatangi petugas pemerintah untuk minum pil KB, atau sebisa mungkin menyembunyikan perut yang membuncit saat hamil agar terhindar dari aborsi paksa. Sidak yang dilakukan pejabat provinsi sering terjadi kapan saja, dan perempuan Uighur yang kelihatan hamil sementara sudah punya anak satu bakal dipaksa aborsi.
==== 
Begitulah gambaran sebuah tayangan atau sebuah karya bisa mengkonfirmasi realita kehidupan yang sesungguhnya terjadi. Sebuah tayangan pun bisa dijadikan media untuk memasukkan ide-ide agar diterima dan diadopsi oleh masyarakat termasuk ide keseteraan gender.
Ide kesetaraan gender yang disebarkan dalam segala bentuk pengembangan opini di media apapun bertujuan untuk menyebarkan opini bahwa kesetaraan gender yang wajib diadopsi oleh 189 negara yang ikut dalam Deklarasi dan Kerangka Aksi Beijing (BPfA) tahun 1995  menginginkan kesetaraan gender juga mencakup seruan agar kebebasan seksual perempuan dijamin, memungkinkan mereka untuk terlibat dalam hubungan apapun yang mereka inginkan baik di dalam maupun di luar pernikahan. Serta hak untuk memiliki kontrol reproduksi penuh, termasuk akses untuk melakukan aborsi dengan sedikit pembatasan.
Terkesan manis, membela kaum wanita misal dengan mengambarkan pengangkatan rahim Selir Rong adalah untuk menolongnya agar tidak semakin terikat karena mempunyai anak dengan Kaisar Xianlong yang tidak dicintai. Tapi itu tidak sama yang terjadi pada muslimah Uighur yang dipaksa bahkan disiksa dalam aksi sterilisasi rahim oleh pemerintah Cina demi menurunkan populasi Muslim di Cina.
Lantas dimana letak perlindungan terhadap kaum wanita, terlebih wanita itu adalah seorang Muslim? Rasanya tak ada, semua hanya jargon-jargon palsu yang mulai terbongkar kerusakannya. Bagaimanapun ide kesetaraan gender ibarat madu tapi sesungguhnya adalah racun. Jadi jika anda Muslimah, tinggalkan ide kesetaraan gender yang mengandung racun ini. 
Wallahu a’lam Bisshowab.
(Visited 27 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *