Beneran Nih Udah Merdeka?!

Spread the love

Oleh: Choirin Fitri

Muslimahtimes.com – Gaes, kalau bukan karena pandemi, bisa dipastikan berbagai ajang lomba aneh bin ajaib bakal digelar ramai. Makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, panjat pinang, memasukkan jarum dalam botol, dan lainnya. Namun, saat ini pandemi belum usai sehingga agenda tahunan ini pun tak bisa terlaksana. Kalau pun ada mungkin hanya di beberapa sudut kampung.

Sebenarnya, lomba-lomba Agustusan ini nggak terlalu penting sih jika dihubungkan dengan rasa terima kasih pada para pahlawan yang berjuang memerdekakan negeri. Kenapa? Kesannya hanya senang-senang yang unfaedah. Sehingga, ada atau tidaknya juga nggak akan memiliki pengaruh besar. Iya nggak?

Sayangnya, kemerdekaan yang dirayakan tiap tahunnya bukanlah kemerdekaan hakiki. Hanyalah kemerdekaan semu. Negeri kita sebatas bebas dari penjajahan fisik sedangkan dalam berbagai sektor lainnya masih tampak terjajah.

Benarkah? Yuk gaes, kita tilik satu per satu!

Ideologi yang diemban negeri ini masih membebek pada ideologi sekularisme kapitalisme. Ideologi yang memisahkan antara agama dan negara. Ditambah lagi materi jadi standar kehidupan. Apapun diukur dengan materi. Kalau menghasilkan keuntungan materi meski itu melanggar aturan Allah, bakalan diambil. Tengok saja UU miras melenggang, pornoaksi-pornografi jadi sanjungan, SDA dikeruk asing tak jadi soal, dan berbagai solusi lainnya pun sesuai standar ideologi rusak ini.

Dari sisi politik negeri ini pun belum independen. Negara korporasi jadi julukan. Kok bisa? Karena, siapa yang punya modal dialah yang berkuasa. Rakyat cuma jadi penonton dan objek kezaliman. Miris.

Apalagi dari segi ekonomi miris pakai banget. Di masa pandemi macam saat ini saja kebijakan ekonomi jelas tak memihak rakyat jelata. Yang kaya, makin jaya. Yang melarat, makin sekarat. Ya, karena standar kapitalis lagi-lagi jadi acuan. Punya modal besar berjaya. Nggak punya modal cukup gigit jari saja.

Penjarahan SDA juga nggak pernah ada matinya. Tengok aja di ujung timur negeri ini tepatnya Papua. Ada gunung emas yang kini jadi cekungan gegara dikeruk habis-habisan oleh para penjarah SDA atas nama investasi. Hasilnya, kerusakan alam dan kemiskinan di daerah sekitar tak bisa dihindarkan. Trus, masih banyak lagi di berbagai belahan negeri yang SDA-nya juga jadi sasaran penjarahan. Mengerikan.

Malahan dalam aspek sosial budaya dihinggapi paham liberalisme. Semua serba bebas tanpa batas. Akhirnya saat ini perzinahan merebak tak terbendung, penyuka sesama jenis melenggang, narkoba dan miras jadi keseharian, gandrung pada budaya K-Pop plus kebarat-baratan dan segala jenis budaya lainnya yang merusak sendi-sendi masyarakat terutama generasi muda.

Yang perlu dicatat pula nih, pertahanan dan keamanan negeri +62 ini juga tak ada mandiri. Pasalnya, asing senantiasa turut campur di dalamnya. Istilah kerennya sih latihan gabungan atau apalah. Tapi, nyatanya seakan membuat keamanan negeri ini kian tersandera.

Nah lho?! Dari beberapa fakta seuprit ini udah keliatan kan negeri ini masih dalam kuasa penjajah? Trus, kalau mau merdeka sungguhan harus gimana?

Pertama, kita kudhu memahami makna merdeka yang bener dulu. Merdeka hakiki adalah terbebas dari penghambaan pada makhluk dan hanya menghamba pada Allah semata. Nah, dari arti ini aja kita kudunya sadar bahwa kita adalah hamba Allah yang wajib memakai aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan.

Kedua, buang jauh-jauh pemikiran sekularisme kapitalisme yang jelas-jelas merusak tatanan negeri ini. Sehingga, pemikiran rusak buatan manusia ini nggak akan terus membawa kerusakan pada bumi Allah.

Ketiga, yuk perjuangkan tegaknya Islam kaffah! Islam sebagai ideologi yang mampu menjadi solusi karena aturan di dalamnya paket komplit. Dari bangun tidur sampai bangun negara ada.

Jika Islam diterapkan dengan sempurna maka nggak akan ada lagi pengerukan kekayaan alam oleh asing dan swasta. Semua akan dikelola untuk kepentingan rakyat. para pemimpinnya juga amanah karena mereka sadar jika jabatannya kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. So, penerapan Islam akan memberikan ketentraman hidup dan kesejahteraan yang berlimpah ruah. Bahasa kerennya, negeri ini bakal menjadi negeri gemah ripah loh jinawi. Alias tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya.

Ini sesuai banget dengan firman Allah dalam Surat Al A’raf: 96

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

Nah, gimana Gaes? Udah tergambar dong, cara terbaik buat memerdekakan negeri ini? Salam merdekaaaaaa! Allahuakbar!!!