Berkaca dari Tokek dan Cicak

Spread the love

 

by: Andrea Ausie

 

MuslimahTimes– Tahu kan tokek dan cicak? Itu lho binatang merayap di dinding rumah atau pohon. Tokek yang suka memanggil-manggil namanya sendiri sementara cicak berdesis dengan tubuhnya yang licin. Terkadang membuat orang jijik melihatnya bahkan takut seperti saya ini hehehhe.

Tokek itu punya beberapa nama keren. Dalam bahasa Arab tokek dipanggil Saamm Abrash sedangkan nama Latin biasa dipanggil Gecko Gecko. Tokek masih satu family dengan cicak yaitu Geckonidae atau family dari Al Wazagh. Cicak sendiri dalam bahasa Arab bernama sahalia dan dalam bahasa Latin bernama Cosymbotus Platyurus.

Tokek dan cicak merupakan hewan yang dapat memutuskan dan menumbuhkan ekornya (autotomi). Cicak berukuran 10 cm berwarna abu-abu terkadang coklat kehitam-hitaman. Sedangkan tokek berukuran lebih besar. Kulit punggungnya ditutupi oleh sisik-sisik samar (granular) dengan bintik-bintik yang agak besar dan menonjol. Pupil mata yang tegak berbentuk jorong dan bergerigi serta kukunya berada pada ujung jari bagian bawah dimana bantalan pelekat (scancor) berada yang berguna menahan langkah agar tidak terjatuh.

Dalam Pandangan Agama Islam

Bisa haram hukumnya dengan dalil :

1. Rosulullah SAW memerintahkan untuk membunuh binatang wazagh.

“Dahulu wazagh yang meniupkan dan memperbesar api yang membakar Nabi Ibrahim AS.” (dari Ummu Syarik ra / HR.Muttafaq alaih)

2. Rosulullah SAW sudah memerintahkan membunuh hewan karena dulu pernah meniup-niupkan api kepada Nabi Ibrahim AS & menjulukinya sebagai fuwasiq (hewan kecil yang jahat)

(Ibnu Hajar Al Adqalani, Fathul Bari 3109 dan HR Muslim)

3. Rosulullah bersabda :
“Barang siapa yang membunuh seekor cicak dengan satu pukulan dicatat baginya 100 kebaikan, dalam dua kali pukulan pahalanya kurang dari itu, dan tiga kali pukulan pahalanya kurang dari itu.” (HR.Muslim 2240)

4. Dari Aisyah ra: “Aku mendengar bahwa Rosulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang membunuh binatang wazagh maka Allah akan menghapus tujuh kesalahannya.” (HR.Thabrani)

3. Kulky maa hurrima aka al ibad fabaiuhu haram.
Segala sesuatu yang diharamkan atas hamba maka jual belipun haram juga.”

(Imam Taquyuddin an Nabhani juz 2/288)

Tetapi Islam memberikan keringanan dengan hukum makruh jika tokek dijadikan sebagai obat bagi kesembuhan penyakit manusia.

Tokek dalam Pandangan Medis

A. Maanfaatnya:

1. Penyembuh kanker
Dagingnya memilki zat anti kanker yang menekan ekspresi protein VEGF & BFGF sejenis protein pendukung kanker.

2. Anti tumor
Zat dalam tokek manghambat pertumbuhuan tumor dengan menginduksi sel tumor apaptopis.

3. Mengatasi asma dan system pernafasan dengan menetralisasi racun dalam tubuh dan menghilangkan alergi.
Dan masih banyak lagi manfaat dari tokek.

Bahayanya:

Menurut Animal Diversity Web,database yang di tulis oleh University of Michigan di AS menyebutkan air liur dan kulit cicak maupun tokek mengandung bacteri e-coli yang menyebabkan penyakit salmonela sehingga bisa menyebabkan kram perut bahkan demam. Center for deases Control and Prevention melaporkan 16 negara terjangkit akibat binatang ini. Dilansir dari NBC, Eugene Onah seorang dosen Ilmu biologi lingkungan dan zoologi di Universitas Nigeria mengatakan bahwa hewan wazagh ini memang tidak beracun tetapi bacterinya cukup berbahaya bagi manusia.

Makna Yang Bisa Kita Ambil

Ketika Allah menciptakan makhluknya pasti memiliki hikmah. Setidaknya Allah memiliki beberapa persyaratan. Pertama ujian kemaslahatan, dimana makhluk itu dicipta untuk diambil kebaikannya. Contoh lebah untuk diambil madunya atau sengatannya yang bisa digunakan untuk pengobatan medis.

Hewan yang menghadirkan mudhorod agar manusia mengetahui ada keburukan yang harus dihindari. Contohnya lalat yang sering hinggap di tempat-tempat kotor dan membawa kotoran sehingga sering dibunuh.

Begitu juga dengan hewan wazagh seperti cicak dan tokek yang bisa menyebarkan bacteri e-coli.

Sikap tokek yang selalu memanggil namanya berulang kali ibarat manusia yang terus menerus menghujat, menghakimi, dan mengumbar kesalahan orang lain seolah dirinya tidak bercermin. Seolah dirinya maha sempurna nan suci. Jadi wajar jika manusia seperti itu mendapat gelar bagaikan tokek yang bernyanyi.

Begitu juga dengan sikap cicak yang sering berdesis dan pernah meniupkan api bakar kepada Nabi Ibrahim AS ibarat manusia yang senang menghembuskan kebusukan dan fitnahan untuk orang lain. Ibarat orang-orang yang senang menentang dalam kebajikan sehingga wajar ada ungkapan “awas ada cicak di dinding !”

Mari berkaca dari tokek dan cicak.

~~~
Sydney, 20 September 2020
@andrea_ausie
www.andreaausie.com

(Visited 87 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *