(Bukan) Pernikahan Sandiwara

Spread the love

 

Judul buku: (Bukan) Pernikahan Sandiwara

Penulis: Eva Liana

Penerbit: LovRinz and Friends

Tahun Terbit: 2021

Tebal buku: 440 halaman

Kategori: Fiksi

Peresensi: Muslihah

MuslimahTimes.com – Novel ini menceritakan tentang pernikahan tanpa ta’aruf. Timbulnya rasa cinta di antara pasangan pengantin itu hanya dalam tempo tiga hari pasca akad nikah. Namun tepat seusai malam pertama, pengantin wanita ditalak tanpa tahu kesalahannya. Hal tersebut adalah akibat pengantin pria termakan fitnah oleh berita hoax yang diterima.

Perilaku langsung menjatuhkan talak dipahami sebagai ketidakseriusan pengantin pria oleh ayah pengantin wanita. Hingga beliau dan semua anaknya menutup akses komunikasi. Hingga saat sang menantu menyadari ada yang tidak beres, tak ada lagi pintu kembali untuknya. Di sinilah konflik dimulai. Bagaimana Afnan meraih cintanya dan mendapatkan kepercayaan dari keluarga istri.

Novel ini ber-genre relegius romance. Berlatar belakang keluarga pesantren yang taat agama namun tidak menafikan kemanusiawian para tokoh. Konflik yang diangkat menjadi rasional meski pemeran utama sepasang pengemban dakwah.

Penulis bisa menggambarkan bahwa pengemban dakwah pun memiliki masalah yang pelik, yang timbul dari diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya, baik yang menyayangi maupun yang memusuhi. Bahkan orang yang memusuhi bisa jadi mereka yang memiliki hubungan kerabat.

Membacanya akan turut merasakan emosi tokoh dalam novel ini. Rasa sayang, cemburu, tak berdaya, marah dan benci diolah apik oleh penulis. Begitu membacanya serasa tak ingin berhenti, turut hanyut dalam cerita, merasakan keseruan dan ketegangan yang dialami tokoh.

Sistem pergaulan dalam Islam disajikan secara kental tanpa menggurui. Ini adalah sebuah pernyataan Afnan, sang pengantin pria, saat dituduh zalim oleh sepupu yang terobsesi terhadap istrinya. Hal itu disebabkan Afnan tidak mengizinkan sang istri berjalan-jalan dengannya sehari pasca akad nikah.

Zalim itu ketika membiarkan istri bermaksiat. Zalim itu ketika seorang suami menjadi dayyuts. Rela melepas istri berkhalwat dan berikhtilat dengan lelaki lain. Saya hanya sedang menjaga istri saya bukan melanggar hak-haknya. Justru saya sedang memberikan haknya untuk dilindungi.” Sanggahan Afnan meluncur tenang bagaikan permukaan danau tanpa riak.

Ada banyak ilmu dan hikmah bisa dipetik dari novel ini. Setiap perpustakaan layak menjadikannya sebagai koleksi. Layak menjadi bacaan bagi setiap penggemar novel romantis.

Mojokerto, 19 November 2021

Quote:

Cinta kepada suami, orang tua, saudara, guru, teman atau sahabat harus berdasarkan cinta tertinggi, yaitu cinta kepada Sang Mahacinta, Allah SWT.