Bunuh Diri Marak Di Tanah Ngapak

Spread the love

Oleh : Muza Al-Ghazi

Muslimahtimes– Banyumas pada khususnya kecamatan Patikraja, tercatat menjadi daerah dengan tingkat bunuh diri yang tinggi. Tercatat dalam waktu beberapa bulan, telah terjadi lima korban bunuh diri (radarbanyumas.co.id). Bunuh diri menjadi penyebab kematian terbesar ke dua setelah kecelakaan lalu lintas. WHO mencatat setiap 40 detik terdapat kematian akibat bunuh diri. Fenomena bunuh diri terjadi di semua kalangan baik itu Artis, aparat penegak hukum maupun masyarakat biasa. Bunuh diri sering disebabkan karena putus asa, yang sering dikaitkan dengan gangguan jiwa misalnya depresi, gangguan bipolar, skizofernia, ketergantunga alkohol atau penyalahgunaan obat. Faktor penyebab depresi maupun stress antara lain kesulitan keuangan atau masalah dalam hubungan pribadi seseorang ikut pula berperan.

Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini, ibarat bola salju yang semakin lama kasusnya semakin membesar. Kondisi perekonomian yang semakin mencekik saat ini dimana kenaikan harga sembako, harga BBM, pajak, biaya pendidikan dan biaya kesehatan semakin membuat masyarakat hilang akal dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemudian rusaknya system pergaulan, dimana budaya bullying mulai mewabah ditengah-tengah masyarakat. Seseorang dengan mudahnya menghina, mencaci dan memaki orang lain baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Hal tersebut menjadikan kejiwaan seseorang mudah guncang karena buruknya hubungan social di masyarakat.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah maupun WHO selama ini belum berhasil menurunkan angka Bunuh diri di masyarakat. Upaya yang dilakukan hanya sebatas penanganan ketika seseorang telah mengalami depresi ataupun stress. Belum terdapat upaya pencegahan untuk menangani tingginya tingkat bunuh diri.

Islam memandang bahwa Bunuh diri merupakan salah satu dosa besar yang paling buruk.
Sesuai dengan firman Allah SWT dalam TQS. An-Nisa 29-30: “……dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zhalim, maka akan kami masukkan dia kedalam neraka, yang demikian itu mudah bagi Allah”.

Bunuh diri bukanlah solusi dari segala tekanan kehidupan saat ini, namun banyak orang yang gelap mata dan berusaha mengakhiri hidupnya karena sudah tidak sanggup menahan beratnya beban hidup saat ini. Fenomena maraknya kasus bunuh diri, tidak serta merta terjadi hanya karena lemahnya iman seseorang, namun terdapat factor lain yang ikut memperparah maraknya kasus bunuh diri. Kasus ini meruapakan buah dari system kapitalis yang mencengkeram dunia saat ini. System ini menjadikan kekayaan/harta sebagai tujuan dari kehidupan, sehingga orang-orang hanya disibukkan dengan urusan mencari penghasilan. Padahal harta hanya sarana untuk menjalankan kehidupan.

Media saat ini banyak menyuguhkan potret-potret kehidupan mewah dari para artis sehingga masyarakat selalu berkiblat pada kebahagiaan berdasarkan materi atau uang saja. Dibalik itu semua kondisi ruhiah masyarakat terasa hampa dengan keimanan yang terseok-seok, dimana agama mulai dijauhkan dari kehidupan (sekuler). Hal tersebut salah satunya terlihat dari pengurangan jam pelajaran Agama islam dan bahkan ada wacana dihapuskan dari sekolah-sekolah Negeri.

Islam sebagai agama yang sempurna mempunyai solusi dari segala problematika kehidupan manusia. Terdapat sistem ekonomi islam yang mampu mengatur distribusi kekayaan melalui konsep kepemilikan dalam islam sehingga meniadakan kesenjangan sosial. Ketika distribusi kekayaan dilakukan dengan benar maka islam mampu menuntaskan berbagai permasalahan ekonomi. Islam memiliki pula system pergaulan dalam islam yang mampu mengatur dengan baik adab-adab bergaul dengan saudara sesama muslim, hak dan kewajiban terhadap sesama muslim dan lain sebagainya. Apabila sistem pergaulan dalam islam mampu diterapkan dengan baik akan mampu menjaga pergaulan masyarakat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan.

Sistem Islam hanya mampu diemban oleh sebuah Negara agar mampu diterapkan secara kaffah (sempurna). Di sinilah terlihat peran negara dalam mengurus rakyatnya sangat besar dan negara yang tunduk dan patuh terhadap aturan yang Allah SWT turunkan sangat penting untuk diperjuangkan. Wallahu Alam bishshawab. [nb]

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *