Fenomena Hijrah Dua Masa 

Spread the love
#MuslimahTimes — Indramayu_Ahad nan cerah, hari ini 08 Muharram 1441H terasa begitu indah. Puluhan muslimah hadir dalam forum kajian rutin bulanan. Bertempat di sebuah aula terbuka, hembusan angin membawa serta kesejukan.
Forum Muslimah Peduli Umat, kembali menyajikan kajian Islam dalam rangka mendekatkan Muslimah kepada pemikiran Islam Kaffah. Bagi siapapun yang mencermati, dapat dirasakan bersama, spirit hijrah umat terasa begitu kuat. Ditambah beberapa hari yang lalu, umat Islam baru saja mengawali tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijrah. Di mana dahulu, momentum Muharram menjadi tonggak sejarah bagi tegaknya Daulah Islam di muka bumi. Karenanya, panitia menjadikan tema “Fenomena Hijrah Dua Masa” sebagai bahasan spesial untuk disajikan.
Saat ini, kajian Islam mulai digemari oleh berbagai kalangan. Publik figur kenamaan dari kalangan selebritis turut meramaikan. Pemandangan serupa pun terjadi pada preman-preman jalanan. Bahkan saat ini, bermunculan berbagai komunitas yang aktif mengikuti kajian. Masyarakat lalu menyebutnya sebagai gerakan hijrah.
Dulu, sebagian besar selebritas wanita mengumbar keindahan tubuhnya, sekarang terbalut rapi dengan hijabnya. Dahulu banyak orang berfoya-foya dengan hasil riba, sekarang mereka memburu keberkahan dengan bergaya sederhana. Meski tak seberapa namun hati menjadi tentram. Lantas, apakah hal ini dikatakan sebagai hijrah?
Ustadzah Uul Khuliyah, menjelaskan bahwa dalam definisi yang sesungguhnya, hijrah merupakan perintah Allah kepada suatu kaum (umat Islam) untuk berpindah tempat. Tatkala mereka menghendaki kehidupan yang diridai Allah yakni dengan menerapkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari, namun terasa sulit jika tetap berada di suatu daerah tersebut. 
Perintah berhijrah, turun pertama kali pada Rasulullah Saw saat beliau mengalami stagnasi dalam berdakwah di kota Makkah. Kemudian, Allah memerintahkannya untuk berhijrah ke tempat baru yang lebih kondusif untuk dakwah, yakni Madinah. Sebab penduduk Madinah mau menerima Islam dan bersedia untuk menggunakan hukum Islam. Karenanya Madinah merupakan negara Islam yang pertama. Inilah makna hijrah yang sesungguhnya, yakni proses berpindah dari suatu tempat menuju ke tempat lain (Daar Al Kuffar menuju Dar Al Islam).
Dalam penjelasan yang sama, pemateri juga menyampaikan, sejatinya perubahan yang terjadi di masyarakat saat ini belumlah bermakna hijrah yang sebenarnya. Hal tersebut dikarenakan, perubahan yang terjadi masih bersifat individu semata. Saat ini, kata hijrah mengalami perluasan makna sehingga menjadi rancu. Inilah yang kemudian diindikasikan sebagai salah satu faktor yang menghambat kejayaan Islam.
Upaya tersebut tidak terlepas dari campur tangan kafir penjajah yang tidak ingin Islam tegak dan kembali menguasai dunia. Melalui forum ini, pemateri mengajak kepada para hadirin untuk kembali menempatkan makna hijrah sesuai dengan tuntunan syariat agar tidak mengurangi esensi dari kata tersebut.
Sederhananya, berubahnya seseorang menjadi lebih baik saja tidak cukup untuk dapat membangkitkan Islam. Tetapi haruslah diikuti oleh perubahan masyarakat dan negara ke arah penerapan Islam secara menyeluruh, agar Islam kembali tegak dan berjaya. Rahmatnya akan mampu dirasakan oleh seluruh penjuru dunia. Inilah hijrah yang sebenarnya. 
Acara yang berlangsung sekitar dua jam tersebut mendapat perhatian yang cukup serius oleh para hadirin. Sesi tanya jawab menjadi begitu dinamis. Selanjutnya, di penghujung acara panitia membagikan beberapa bingkisan. Acara diakhiri dengan pembacaan doa dan penutup, panitia bersalaman dengan para hadirin, menandakan bahwa kegiatan telah usai. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *