Generasi Valentine Generasi Bucin

Spread the love

Generasi Valentine Generasi Bucin

Oleh. Putri Fiddina

Muslimahtimes – Siapa sih anak zaman sekarang yang tidak tahu valentine? Hampir seluruh remaja Indonesia tahu tentang valentine, bahkan tak sedikit yang ikut merayakannya. Namun, tak banyak yang tahu tentang asal muasal valentine dan dari mana budaya ini berasal. Menurut beberapa ahli sejarah bahwa Valentine’s Day diadopsi dari nama seorang pendeta bernama Saint Valentine. Dia ditangkap oleh kaisar Claudius II karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih. Dia juga menolak menyembah Tuhan-Tuhan orang Romawi. Kaisar lalu memerintahkan agar dia di penjara dan pada akhirnya dijatuhi hukuman gantung. Orang-orang yang bersimpati kepadanya, lalu menulis surat tentang kecintaan mereka kepada doa sang pendeta. Surat itu kemudian dipajang dan diikatkan di terali bekas penjaranya.

Pada tahun 496 M Paus Gelasius I mengubah upacara ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day. Upacara untuk menghormati Saint Valentine yang mati digantung oleh kaisar Claudius. Dia digantung karena melanggar aturan kaisar yang melarang para pemuda untuk menikah. Kaisar Claudius berpendapat bahwa tentara yang masih muda dan berstatus bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan. Lelaki yang belum beristri lebih sabar bertahan dalam perang dibandingkan tentara yang sudah menikah. Oleh Karena itu, kaisar memerintahkan untuk melarang kaum laki-laki untuk menikah. Namun, Saint Valentine menentang kebijakan itu. Dia berpendapat bahwa pemuda-pemudi tetap harus mendapat ruang yang luas untuk melampiaskan hasrat cintanya. Dia lalu secara diam-diam menikahkan banyak pemuda. Begitulah sejarah singkat dan kelam tentang valentine.

Apa yang terlintas dibenakmu ketika mendengar kata valentine? Yup, pastinya tak jauh-jauh dari bunga, coklat, dan cinta. Setiap menjelang valentine, para pengusaha kapitalis kebanjiran pendapatan dengan memuluskan jalannya valentine. Mereka para pengusaha seperti pengusaha coklat, perhotelan, bahkan alat kontrasepsi mendapatkan income yang lebih banyak dari hari yang biasanya. Seperti yang dilansir dari faktualnews.com bahwa angka penjualan kondom naik menjadi 25% dihari itu. Selain itu, fakta yang dilansir dari Tempo.co, Penjualan alat kontrasepsi dan tes kehamilan di Yogyakarta melonjak 300 persen pada Hari Kasih Sayang atau Valentine Day tahun 2012 lalu. Angka yang cukup fantastis dan miris.

Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel menuturkan, data survei Kristen Mark yang menyebutkan bahwa 85 persen responden menganggap seks sebagai perkara penting pada perayaan di Hari Valentine.

Sistem pendidikan sekuler dan liberal telah menciptakan generasi yang mundur kebelakang dan membawa peradaban pada kerusakan. Sistem pendidikan sekarang tak menciptakan seseorang menjadi orang yang berfikir, melainkan orang yang serba instan. Selain itu sistem pendidikan sekarang terkesan menzalimi siswa. Penulis sendiri selaku seorang siswi aliyah atau SMA merasakannya. Sistem pendidikan sekuler dan liberal lebih mengutamakan prestasi tanpa memperhatikan akhlak mereka. Sehingga terciptalah generasi yang bobrok akhlaknya. Sehingga merekapun menghalalkan perzinaan. Maka tak wajar mereka menganggap enteng valentine.

Hanya sistem pendidikan Islam-lah yang mencetak seseorang menjadi orang yang berfikir, sehingga terciptalah generasi yang gemilang pembangun peradaban. Sistem pendidikan Islam terbukti menoreh tinta emas sepanjang peradaban didunia. Dengan lahirnya para ilmuwan yang menghasilkan karya di usia mudanya. Mereka menghabiskan masa remaja mereka dengan bertakwa kepada Allah dan mengabdi kepada umat. Sehingga mereka menghasilkan suatu karya yang menjadi membangun peradaban dan beberapa diantaranya dipakai hingga saat ini. Bahkan raja George II yaitu raja inggris, swedia, dan norwegia takjub akan sistem pendidikan yang gemilang ini. Raja George II lewat surat yang dikirimnya kepada Khalifah Hisyam III memuji sistem pendidikan pada masa Khilafah Islamiyah, sehingga ia meminta izin untuk putrinya belajar di Daulah Islam. Masih banyak lagi para tokoh yang memuji sistem pendidikan Islam. Maka dari itu, untuk mengubah generasi bucin alias budak cinta, hanyalah dengan menerapkan sistem pendidikan Islam beserta sistem Islam lainnya dalam naungan Khilafah.

(Visited 24 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *