Hijrah, Not Just Move On!

Spread the love
Oleh : Neng RSN
#MuslimahTimes — Allah SWT berfirman dalam salah suratnya di dalam AlQuran;
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An-Nisaa’ 100)
Memasuki bulan Muharram, umat Islam diseluruh dunia merayakan Tahun Baru 1441 Hijriyah. Tak terasa kita bertemu kembali dengan bulan  Muharram. Namun, pernahkah diri bertanya, adakah gelar takwa yang telah diraih?. Jika belum, inilah saatnya, tahun baru, semangat baru untuk memulai perubahan! Yupz!! Setiap orang pasti ingin menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Kesalahan, kegagalan di tahun yang lalu pasti akan menjadi catatan kelam yang tidak ingin terulang kembali. Lalu perubahan seperti apa & bagaimana memulainya?
Move On
Sahabat  sholihah, tahu dong apa itu Move on???!! So pasti, karena  kata itu  sudah begitu akrab ditelinga kita. Especially para remaja yang pernah terjebak drama percintaan.  Move on, biasanya disandingkan dengan kata- kata cinta, seperti move on ke lain hati, move on ke kekasih baru, move on jangan galau terus, atau move on melupakan masa lalu dan hal-hal yang berhubungan dengan cinta. Move on seperti sebuah tekad untuk kembali bangkit dan melupakan hal-hal yang dianggap menyakitkan. Iyah ngga?. Kata move on merupakan kata dari bahasa Inggris yang berarti pindah atau berpindah. Kini, istilah ‘Move on’ juga sering digunakan  oleh seseorang yang ingin “hijrah”. 
Kehidupan ini pasti akan ada akhirnya. Perjalanan panjang manusia di dunia ini pasti akan berakhir.  Ibarat musyafir yang tengah singgah  disuatu tempat, yang nantinya akan kembali pulang. Kehidupan kekal adalah diakhirat,  Allah Ta’ala sudah menyediakan dua tempat; surga dan neraka. Surga untuk para pengumpul pahala, sementara neraka adalah kelas para pendosa.
Nah, mumpung kita masih bisa bernapas, mumpung kita masih bisa tertawa, selagi kita masih punya kesempatan banyak, di saat kita masih muda usia, sebelum air mata penyesalan mengalir deras dari kedua mata kita, ada waktu untuk kita perbaiki diri. Jangan putus asa juga buat para pendosa. Yakinlah, selama hayat masih di kandung badan, kalian punya kesempatan yang sama untuk menuai pahala. Bertobat dari berbuat maksiat, itu keputusan tepat. Move on dari maksiat dan meninggalkan kehidupan jahiliyah menuju kehidupan yang islami penuh barokah dan ridho-Nya
Move on itu butuh  proses tak diraih instan dengan semangat musiman, butuh perjuangan  pastinya. Sama halnya yang pernah dialami oleh Rasulullah, para sahabat dan pengikutnya dahulu waktu di mekah, diantara mereka ada yang diboikot, dihina, diancam, dibunuh dan sebagainya. Merekapun berhijrah ke Madinah dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam. Peristiwa tersebut menjadi starting point peradaban Islam menuju puncak kejayaan.
Dengan kata lain, move on  selain  diniatkan lillahi ta’ala, butuh tujuan yang hakiki dan  action yang sesuai dengan pribadi kita sebagai seorang muslim. Apalagi masa remaja. Begitu banyak jalan hidup yang ditawarkan, lalu kita dituntut untuk memilih. Jalan mana yang kita ambil, tentu haruslah jalan kebenaran. Ketika kita sudah memutuskan untuk move on dari kemaksiatan, maka ingat terus tujuan penciptaan kita bahwa kita hidup dari Allah, untuk Allah, dan AKAN KEMBALI kepada Allah.
Move Up
Semangat move on, lanjut actionnya juga butuh langkah-langkah yang harus dipelajari dan jalani, agar proses hijrah ini tidak setengah-setengah tapi kaffah (menyeluruh). Selain move on, kita juga harus mulai move up! Jika move on hanya sekedar “berpindah”, maka kita naik ke level selanjutnya yaitu move up. Move up diartikan sebagai berpindah menuju level yang lebih atas. Setelah kita bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, maka tentunya kita harus mulai melakukan perubahan agar kualitas pribadi kita menjadi semakin lebih baik dari sebelumnya.
Mengikuti kajian-kajian Islam kaffah secara intensive agar pengetahun tentang Islam bertambah, insyaAllah Aqidah itu akan menancap kuat dan mengubah pribadi serta perilaku kita menjadi Islami secara otomatis. Karena dengan kajian Intensive kita bisa mendapatkan jawaban-jawaban  secara menyeluruh atas pertanyaan : Mengapa aku ada di dunia ini? Mengapa aku harus berislam? Mengapa Tuhan kita Allah? Mengapa harus berimana pada Rosulullah, Al Qur’an, Malaikat, Hari Kiamat, Qadha dan Qadar?.  
Move Away
 Move on udah, move up oke, yang terakhir adalah move away. Apa lagi itu..? Move away adalah tingkatan tertinggi dalam metamorfosi diri. Move away diartikan sebagai pergi menjauh. Maknanya adalah kita terus melangkah (istiqomah) menjalankan perubahan dan bertekad untuk tidak mendekati kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. How?
Berkumpul dengan muslimah sholihah dan sahabat taat. Sahabat itu cerminan diri kita. Jika teman-teman kita taat, maka diri kita pun terdorong berusaha untuk taat
ﻤُﺆْﻣِﻦُ ﻣَﺮْﺁﺓُ ﺃَﺧِﻴْﻪِ
Artinya : “Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin.” (HR. Abu Daud)
Jika kita sudah mulai menyadari kebenaran dan ingin taat tapi masih merasa sulit untuk mengerjakan perintah Allah, artinya kita masih bersama sahabat yang keliatannya baik tapi sebenarnya ia mengajak kita kepada kemaksiatan. So, cek siapa sahabat disekeliling kita, jika masuk kategori jahat, maka tinggalkanlah. Jika mengajak kepada kebaikan dan beribadah kepada Allah, maka jangan pernah kamu lepaskan.
Menjalin ukhuwah atau persaudaraan sesama muslimah.  Cara untuk bisa merekatkan ukhuwah ini adalah dengan kita bergabung bersama Jama’ah. Karena dengan berjama’ah kita saling diingatkan dalam ketaatan. Dan dengan berjama’ah, kita tidak mudah untuk masuk kedalam aktifitas kemaksiatan serta  dapat berdakwah bersama- sama. Kuy,, berhijrah! Jangan sampai menyesal, nanti keburu malaikat izrofil datang lho. 
Wallâhu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *