Hijrah Sistemik, Spirit Tahun Baru Islam

Spread the love

Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
(Redaktur Pelaksana Muslimah Times)

Muslimah times.com– Tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H telah tiba. Meski demikian, umat Islam masih merasakan duka akibat kepungan pandemi yang diiringi dengan ketidakseriusan pemerintah menanganinya. Meski dirundung nestapa, namun kita tak boleh putus asa. Sebab sejatinya putus asa bukanlah merupakan karakter seorang muslim sejati.

Allah Swt berfirman:
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (TQS.Az-Zumar:53)

Oleh karena itu, kita harus tetap menyalakan optimisme di dalam dada kita bahwa semua kesulitan ini akan segera berakhir, berganti dengan limpahan pertolongan Allah.

Sebagaimana kita yakin bahwa Allah menjanjikan kemenangan pada kaum muslimin setelah mereka diliputi dengan ketakutan. Allah Swt berfirman, “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS.An-Nur:55)

Adapun kemenangan itu akan terwujud dengan tegaknya khilafah islamiyah, yakni institusi penerap syariat Islam kafah. Dengan khilafah, umat Islam akan diatur dengan seperangkat aturan yang bersumber dari sang pemilik kehidupan.

Maka, menjadi jelaslah bagi kita untuk segera berhijrah menuju perubahan sistemik. Karena sejatinya telah nyata bahwa sistem kehidupan hari ini telah gagal menyelesaikan aneka problematika yang membelit umat, mulai dari masalah ekonomi yang kian menukik jatuh, masalah sosial dengan sederet konflik horizontal antarmasyarakat, masalah politik yang kian hari kian membara oleh ambisi mereguk materi, dan lain-lain.

Terlebih ketika dihadapkan pada pandemi, sistem kapitalis yang diadopsi negeri begitu kelimpungan menghadapinya. Berbagai kebijakan ditelurkan, namun tak membawa dampak signifikan bagi penanggulangan pandemi. Sebaliknya, kondisinya justru kian memprihatinkan. Begitulah ketika akal manusia yang lemah dan terbatas yang  dijadikan sandaran dalam menelurkan kebijakan.

Dengan demikian, sudah selayaknya tahun baru Islam ini menjadi momentum bagi umat untuk mengokohkan pemahaman bahwa hanya kembali kepada aturan ilahi hidup akan dinaungi berkah hakiki. Sebagaimana dulu, Rasul hijrah dari sistem jahiliyah menuju sistem Islam. Berpindah dari Mekah ke Madinah dan menegakkan daulah Islam di sana.

Sejak saat itulah umat Islam berangsur-angsur menjadi umat terbaik di dunia. Mereka menjadi cahaya bagi peradaban karena menjadikan Islam sebagai satu-satunya rujukan dalam segala persoalan, bukan hanya persoalan individu tapi juga persoalan bernegara. Maka wajar, kala itu umat Islam berjaya di bawah bendera tauhid dalam payung Khilafah, menjadi bangsa terdepan nan berwibawa selama 1400 tahun, mengalahkan peradaban Romawi dan Persia. Khilafah mampu tampil sebagai negara adidaya dunia yang mampu memberikan sumbangsih kebaikan bagi peradaban.

Begitulah hakikatnya ketika Islam diterapkan di atas muka bumi, rahmat bagi semesta akan benar-benar terwujud nyata. Maka, sudah saatnya kita menanamkan spirit hijrah sistemik di momen tahun baru Hijriyah ini, yakni dengan mensalihkan diri, kemudian mensalihkan umat dan berjuang menegakkan kembali khilafah Islamiyah ager keselamatan dunia akhirat dapat kita raih. Allahu Akbar!!!

Allah Swt berfirman:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” [An-Nisaa/4 : 100]