“Hiu” dalam Hidup Kita

Spread the love

Oleh. Tari Ummu Hamzah

MuslimahTimes.com– Pernah denger ngga Sob cerita tentang nelayan di Jepang kalau habis nangkap ikan? Ikan-ikannya ditaruh di dalam tong besar. Cara agar ikan tetap fresh dan enak saat dimakan adalah ikannya dibiarkan berenang bebas biar aktif. Konon semakin aktif si ikan semakin enak rasanya, plus makin tinggi harganya. Para nelayan di Jepang nyari-nyari akal tuh biar ikannya aktif, setelah diteliti ternyata ikan di laut lepas yang gesit itu memiliki cita rasa yang jauh lebih enak. Apalagi kalau ketemu ikan hiu, ikan bakalan lebih gesit berlari.

Akhirnya nelayan di Jepang nemu ide buat masukin satu hiu kecil di setiap tong ikan yang baru ditangkap, alhasil semua ikan didalam tong menggeliat-geliat nyari jalan buat lari dari si hiu kecil tersebut. Ikan-ikan yang ada di dalam tong jadi aktif, mulai dari ditangkap sampai ke pelabuhan tempat pengelolaan ikan.
Apa hikmah yang bisa kita ambil?

Sob, terkadang dalam hidup ini kita butuh pemicu. Nah sebagai seorang Muslim banyak loh hal-hal yang menjadi pemicu kita untuk giat belajar, bekerja, dan beribadah. Contoh yang paling gampang ya kalau kita sering-sering ingat kematian. Ingat kehidupan setelah kehidupan, alias kampung akhirat. Ini bakal jadi pemicu yang hebat dalam hidup kita.

Kalau kita selalu ingat kehidupan akhirat, kita bakalan hati-hati dalam menjalankan semua aktivitas. Nah sebagai seorang Muslim kita diberikan pakem-pakem dalam kehidupan kita, yaitu syariat Islam. Kalau kita mau selamat di akhirat kelak, maka kuncinya cuma satu: kudu taat syariat Allah!

Ingat Sob kematian tuh datangnya kapan aja dan di usia berapapun. Bisa dibilang kematian inilah yang selalu mengejar kita. Kayak hiu kecil dalam tong ikan tadi.

Nah, kalau kita sadar bahwa kematian selalu mengejar (ibarat hiu kecil di dalam tong ikan) maka kita senantiasa gesit dalam kehidupan kita. Ngga monoton. Tapi dinamis. Maksudnya dinamis di sini tuh berlomba-lomba dalam kebaikan. Ingat siapa yang bersegera kepada ampunan dan syariat Allah maka dia yang selamat di akhirat kelak, Sob.

Kayak ikan di dalam tong tadi, kalau dia gesit maka dia selamat, meskipun toh pada akhirnya si ikan dalam tong bakalan mati tapi dia jadi ikan yang berkualitas. Sama kayak kita Sob. Kalau kita gesit dan berlomba-lomba dalam kebaikan maka di hadapan Allah kelak kita jadi hambaNya yang punya kualitas amal yang pantas buat masuk surga.

Ngomong mah gampang kak, tapi prakteknya mah syusaaahhh…..! Saya paham Sob. Kecenderungan remaja akan agamanya sendiri emang minum banget. Apalagi di era digitalisasi kayak sekarang. Hedonisme makin menguat sejak banyak influencer bikin konten-konten “sultan”. Akhirnya keinginan buat mengejar kesenangan dunia juga nular ke remaja muslim. Bahkan Rasulullah menyebutkan kalau fenomena ini tuh bisa menjurus ke penyakit wahn. Cinta dunia takut mati. Takut kalau ngga bisa mendapatkan kesenangannya dunia yang wah. Fenomena kayak gini Sob dikuatin sama sistem kapitalisme kayak sekarang. Dijauhkan sama agama dideketin sama dunia. Kaum Muslimin jadi digiring kepada kesenangan dunia dan lupa akan agamanya. Kalau orang udah kepincut sama dunia seakan-akan dia bakalan hidup seribu tahun lamanya. Padahal kematian mengintai kita kan, Sob.

Sob, kita ibaratkan kematian tuh kayak deadline. Coba kalau pas kita nugas dan dikejar deadline. Kalang kabut kan pastinya. Nggak cuma perkara ngerjain tugas aja, tapi hidup kita juga ada deadline-nya, cuma kita ngga tahu deadline hidup kita ini kapan. Karena sejatinya hidup didunia itu bentar banget.

So, apa yang musti kita lakuin? Kumpulin bekal berupa amal soleh sebanyak-banyaknya Sob, karena di akhirat kelak rapot tugas kita bakalan dikumpulin sama malaikat, dan di hadapan Allah kita disidang buat mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita. Nah dari sini kita udah bisa nyimpulin kan kalau yang paling deket sama kita adalah kematian. Sebab kita udah di deadline sama Allah maka yang perlu kita lakuin adalah berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan masa muda kita Sob, caranya? Selalu mentaati perintah dan larangan-Nya. Karena itu konsekuensi dari syahadat kita. Cobaan pasti ada tapi gas polll aja guys buat jalanin perintah Allah.

Wallahu a’lam bishowab

(Visited 37 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *