Jerat-Jerat Narkoba

Spread the love

Oleh. Choirin Fitri

Muslimahtimes– Sob, menjadi remaja di era modern macam saat ini susah-susah gampang. Gampangnya karena perkembangan teknologi, membuat kita jadi lebih mudah dalam segala hal. Misalnya: nggak perlu jalan jauh kayak kakek nenek kita kalau mau sekolah karena ada alat transportasi, pun alat komunikasi membuat kita jadi makin mengerti dunia plus enak mendekatkan yang jauh, dan berbagai kemudahan yang difasilitasi alat elektronik lainnya.

Susahnya kita bakal kena gempur dari berbagai sisi. Kok bisa? Karena kita sasaran empuk liberalisasi budaya. Akhirnya, F4 alias Fun, Fashion, Food, plus Fulus jadi alat untuk menikam kita. Kok menikam? Bukannya membuat kita senang ya?

Iya, sih kita bisa senang di dunia. Namun, belum tentu di akhirat kita senang. Why? Coz, F4 ala barat ini bukannya membuat kita makin taat, eh malah ngajak kita terus berada dalam kubangan maksiat. Ngerasa nggak sih?

Nah, salah satu jalan paling ampuh untuk merusak generasi ini adalah lewat narkoba. Yup, narkoba ini nyatanya sukses merusak generasi muda. Mereka dibuat ketagihan dulu. Lalu, berefek pada keberanian untuk mencari uang dengan cara apapun demi mendapatkan narkoba. Alhasil, ada yang mencuri plus merampok, ada yang milih jadi pelacur, dan ada pula yang jadi bandar biar dapat narkoba murah plus punya penghasilan. Astaghfirullah.

Sungguh, miris sekali jerat-jerat narkoba ini jika terus menggerus iman generasi muslim. Kok muslim? Ya, karena negeri ini mayoritas penduduknya muslim. Meski status agama hanya tertera di KTP, tetap saja kebanyakan remaja yang terjerat narkoba ini adalah muslim. Buktinya?

Tengok kanan-kirimu. Bisa jadi kalau kamu jeli akan ketemu siapa dan siapa lagi yang telah terjerat narkoba ini. Ada?

Sob, asli ya bukan KW kalau mengenggam iman di era sekularisme kapitalisme yang menjadikan agama hanya sekadar status ini emang susah. Apalagi prinsip materi adalah segalanya membuat narkoba ini jadi barang komoditas yang menguntungkan banyak pihak.

Usut punya usut dari berbagai berita yang beredar nyatanya nggak hanya remaja yang terjerat narkoba. Oknum-oknum penegak hukum kayak polisi, tentara, pengacara, ataupun lainnya juga ada yang terlibat. Padahal, mereka harusnya menjadi ujung tombak penghapusan narkoba, eh, malah ikutan jadi pengedar. Miris!

Beginilah ketika iman kepada Allah Zat Yang Maha Pencipta dan Pengatur nggak dijadikan pijakan. Efeknya ketika Allah mengharamkan narkoba, banyak yang malah menikmatinya. Mereka enggan diatur dengan aturan Allah. Jadi, mending nge-fly dengan mengkonsumsi narkoba.

Sayangnya kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi saat ini dipertanyakan. Pasalnya, nggak ada sanksi tegas bagi bos, pabrik, pekerjanya, sampai penggunanya. Kalau pun ada sanksi hanya untuk yang nggak punya kedudukan. Kalau punya kedudukan, jerat hukum bisa dibeli dengan rupiah. Ngeri!

Makannya saat kita yang ngaku menjadi generasi muda muslim sejati kita wajib bertahan dalam takwa. Jangan sampai terikut arus rusak yang disuntikkan oleh musuh-musuh Islam ke dalam kehidupan kaum muslimin.

Ingat Sob, kemaksiatan yang tampak manis itu hanyalah ujian keimanan. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ankabut:2 yang berbunyi:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ

Artinya: Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

Nah, ini menjadi catatan besar buat kita, jika masih ada iman dalam dada jangan sampai kita gadaikan dengan nikmatnya dunia yang hanya sesaat! Ingat Sob, negeri akhiratlah yang abadi! Taat bakal peroleh surga. Maksiat menjadi tiket masuk neraka. Pilihan ada di tanganmu, Sob! Oke?!

Batu, 8 September 2022