Kali Bersimbah Sampah, Hidup Semakin Tak Indah?

Spread the love

 

Oleh. Najwa Azahra

(Siswi SMA Durrotul Ummah Tangerang)

MuslimahTimes.com – Satu duri di jalan, tak sengaja terinjak oleh kaki, apa gerangan yang di rasa? Sebagai awalan tentu kita akan merasakan sakit, beriring nyeri yang terus berkelanjutan. Ya, satu duri, terinjak kaki, nyerilah yang terjadi.

Ada duri di jalan ternyata bisa mengganggu siapa saja yang tidak sengaja menginjaknya. Hanya karena satu duri, sangat berdampak pada keadaan kita selajutnya. Kita yang sudah menyusun rencana untuk hari ini, segalanya sudah dipersiapkan untuk menjalani hari ini, namun pada akhirnya akibat nyeri karena duri, segala aktivitas, rangakaian rutinitas yang sudah terencana menjadi berantakan tak terduga. Maka inilah musibah, musibah untuk kita.

Belajar dari satu duri, bahwa untuk menyikapi masalah sekecil apa pun kita harus selalu berhati-hati. Perhatikan sekeliling kita, apakah lingkungan kita sudah menjadi tempat yang aman untuk menetap? Atau malah sebaliknya?

Sebagaimana yang diberitakan akhir-akhir ini, tepatnya pada (15/11/21) telah terjadi hal yang sangat menyedihkan. Bagaimana tidak menyedihkan, ini bukan lagi bicara satu atau dua duri pengganggu, melainkan tentang berton-ton sampah yang mengambang di kali. Sekitar 70 ton sampah memenuhi Kali Prancis Dadap Tangerang sepanjang satu kilometer. Tak ayal, tumpukan sampah yang memenuhi Kali Prancis terjadi pasca surutnya banjir rob yang menggenangi perkampungan nelayan wilayah tersebut. Menurut penuturan salah seorang petugas, diketahui bahwa sampah-sampah tersebut kerap menumpuk ketika air laut pasang, akan tetapi seiring air laut melandai, sampah pun berkurang.

Terjadinya penumpukan sampah bukanlah atas dasar ketidaksengajaan. Sangat sering kita membaca di berita-berita atau melihatnya di televisi, atau bahkan kita sendiri yang menyaksikannya langsung adanya tanggung jawab yang terabaikan dari keseriusan menjaga bumi agar tetap bersih dari sampah. Sampai di sini, jika berton-ton sampah telah menumpuk, menggenang, berserakan tidak karuan, lantas siapa yang akan disalahkan? Jika sudah begitu, pihak mana yang akan bertanggung jawab perihal masalah sampah yang rumit ini?

Maka, sejauh ini kita bisa simpulkan bahwa masalah sampah adalah masalah kita bersama. Baik taraf kesadaran individu atau kesadaran kelompok mesti disempurnakan, sebab bumi ini tempat hidup kita bersama. Kita hidup di satu bumi, maka jika ada yang abai, acuh, tak bertanggung jawab, yang terjadi tak cukup pada segelintir orang saja yang merasakan akibatnya, namun akan meluas dan terus meluas hingga permasalahan sampah ini menjelma layaknya benang kusut yang tingkat kerumitannya tidak terbendung lagi. Sudahkah menyadari kelalaian kita saat ini?