Karena Hidup Bukan Drama

Spread the love

Oleh. Tari Ummu Hamzah

Muslimahtimes – Di masa pandemi kayak gini, banyak orang yang melakukan aktivitas di dalam rumah. Tapi karena rasa suntuk yang datang menyerang saat di rumah, malah banyak yang nge-drakor. Alias nontonin drama Korea. Tapi pernah ngga sih Sob kalian punya pertanyaan, kenapa sih drama korea lebih laku ketimbang drama dalam negeri? Lebih-lebih lagi kalau drama cinta, udah kayak kacang rebus di musim hujan, pasti laris.
Sob, drama cinta selalu menyajikan setting film yang romantis, terlebih lagi lagunya backsoundnya, tambah bikin baper. Siapa yang ngga ketagihan sama drama yang bikin hati berbunga-bunga. Belum lagi adegan yg bikin galau, termehek-mehek gegara putus cinta.

By the way Sob, habis nonton drama biasanya sih ngga afdol kalau ngga ngidolain para pemerannya, iya apa iya? Kan dramanya aja kamu demen, pastinya demen juga sama aktor pemerannya. Ini nih yang banyak digandrungi cewek-cewek. Aktor-aktornya bikin mereka klepek-klepek. Saking gandrung dan demennya sama drama, ada juga loh Sob yang sampai menghayati banget. Adegan baper ikutan baper.
Ini yah musti kita waspadai ya Sob. Sebab itu kan cuma drama. Ngga real alias ngga nyata. Kalau kita terlalu menghayati isi drama, lama-lama kita jadi remaja yang halu dan ngga realistis.

Sob, life is not drama, ngga perlu kita jadi gampang baperan atau gampang galau cuma gara-gara habis nonton film drama. Drama itu dibuat karena di kehidupan nyata ngga ditemukan faktanya. Contoh aja ya, drakor bisa romantis kayak gitu ternyata rata-rata laki-laki Korea itu ngga romantis. Karena di kehidupan nyata masyarakat Korea ngga nemuin keromantisan, jadi mereka bikin drama, biar merasakan dan melihat keromantisan meski cuma lewat drama. Nah halu ngga tuh! Kalau masih penasaran sama fakta ini, cek aja di kang youtube, banyak tuh fakta-fakta tentang masyarakat Korea yang ngga kita ketahui. Yang ada di drama juga pastinya.

Sob, perlu kita garis bawahi nih, orang kalau bawaannya galau plus baperan biasanya ketakwaannya itu minim. Sedangkan kita sebagai umat Muslim harusnya menghadapi semua masalah dengan penuh ketakwaan, dengan jantan, gagah berani, penuh tekad. Bukan dengan baperan, bukannya masalah selesai, kamunya malah makin down.

Btw kamu tahu ngga, sebenarnya awal mula film asing masuk ke Indonesia, itu dari negara-negara Barat. Ini tuh semacam invansi budaya Sob. Kita dijajah lewat budaya. Karena budaya itu bisanya bersifat fun, jadi ngga kerasa kalau kita itu dijajah Barat. Barat pengen generasi Muslim Indonesia jadi generasi yang membebek Barat, alias ikut-ikutan. Ya ikut cara berpakaiannya, gaya hidupnya, pergaulannya, makanannya, dsb. Ditambah lagi negara tidak memfilter ketat budaya-budaya asing ini.

Alhasil karena pemuda Muslim dijejali sama film-film yang merusak akidah dan akhlak, generasi Muslim ngga bakalan akan jadi ancaman, sebab pemuda Muslim ngga lagi care sama syariat agamanya sendiri, Sob. Ini menyebabkan banyak remaja yang makin jauh dari Islam. Ditambah lagi serbuan budaya asing lewat drama di awal tahun 2000-an makin massif Sob. Drama-drama dari negeri Taiwan, china, Jepang, dan Korea mulai susul menyusul masuk ke negeri kita.
Itulah bukti invansi budaya asing menyerang pemuda di negeri ini. Ditambah lagi emang sistem di negeri kita ini mendukung budaya asing yang masuk. Ini mengakibatkan banyak pemuda Muslim jadi “sakit” karena gaya hidup hedonisme. Padahal seharusnya pemuda Muslim itu berani dan tangguh, tapi jadi cemen cuma gara-gara kena virus drama produk asing.

Kalau generasi Muslimnya cemen bin cengeng maka bukan ancaman lagi buat Barat, bahkan bikin gampang kerjaan mereka untuk semakin menghancurkan Islam, sebab generasi Muslim yang seharusnya menjaga agamanya, terlalu disibukkan dengan kesenangan dunia.

Sob, buat kamu yang suka nonton film, jangan sampai deh film mempengaruhi kehidupan kamu, ingat Sob hidup itu menghadapi kenyataan bukan dunia khayal. Kalau kamu pengen hiburan sih sah-sah aja, tapi ingat Sob jangan lepasin akidah dan ketakwaan kamu. Jadiin film sebagai sekadar fakta saja, bukan contoh yang musti kamu ikuti di kehidupan nyata.

Akhir kata, buat kamu-kamu yang ngakunya remaja Muslim udah saatnya bangkit dari keterpurukan perasaanmu sendiri, sebenarnya kamu tuh hebat, hebat banget malah, karena punya potensi yang besar buat jadi pejuang Islam. Posisikan dirimu sebagai pejuang dan pembelajar sejati. Dekatkan diri dengan Allah, pelajari Islam dengan penuh tekad bulat. Insyaallah kamu bakalan jadi remaja tangguh plus kuat.
Wallahu a’lam bishowab.

(Visited 29 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *