Kemarau Kacung di Balik Panorama Musim Semi Kehidupan Sekolah

Spread the love
 
 
Oleh. Azumi Khalifaturrahma Adiranti
(Siswi SMA Durrotul Ummah Tangerang)
 
Muslimahtimes.com-Taman Sakura mekar nan indah
Hanya di belahan bumi pilihan sahaja
Menandakan musim semi tlah tiba
Gaslah hilangkan kegelapan semuah
 
Hai Guys, welcome back to my channel! Siapa sih yang di sini masih ingat dengan masa-masa sekolah, atau bahkan masih ada yang banyak yang menjalaninya? Yup, masa di mana kita berjumpa dengan teman, sahabat, kakel, dekel, guru, apalagi sama doi. Tapi Guys, kehidupan nggak selalu manis gitu-gitu aja kan kayak masa depan kita sama si doi. Off course, pasti ada dukanya juga dong. Bener nggak nih?
Dari sekian banyaknya duka di sekolah, apa sih yang menjadi duka tersembunyi di kehidupan persekolahan? Nah, sekarang aku mau tanya. Kalian pasti udah nggak asing lagi kan mendengar panggilan ‘Si Kacung’ ini, kan? Nah, apa sih yang pertama kali terlintas dalam benak kalian begitu mendengar panggilan ini? Yup, bullying atau yang biasa disebut dengan perundungan. Wah, Guys! Kok bisa sih bullying ini meningkat dari zaman ke zaman. Bahkan kini kian marak di dunia sekolah, menjadi ajang melibatkan rasa penasaran yang terpendam kepada si lemah. Tak hanya menjadi TOP CHART di real life aja. Namun, bahkan juga di dalam website dunia perkomikan, drama, dan perfilman. Cerita yang menarik perhatian banyak orang dari berbagai usia tanpa tahu daya serap setiap orang berbeda-beda. Ada yang benar dan ada yang menyeleweng. Yang nyeleweng malah mencontohkan aksi menjadi pelaku di lingkungannya. Meskipun itu menarik jika di kehidupan maya dalam imajinasi yang berakhir romansa yang awalnya melodrama, tapi apa menariknya coba dunia perbully-an dalam kehidupan nyata?
Guys, kehidupan sekolah yang harusnya tempat untuk mengukir pengalaman pembelajaran, masa muda, dan pertemanan, masa sih harus berakhir tragis menyakitkan seperti kisah drama Korea Snowdrop? Padahal manfaatnya membully itu apa coba, selain membuang waktu dan kesempatan secara sia-sia, dan justru meninggalkan muhdorot kezaliman yang bakal jadi CCTV dalam panorama hidup kita. Padahal Allah kan sudah bilang dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 11:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan yang lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan-perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.”
 
Wah, udah jelas banget dong. Kita mencaci maki orang lain dengan verbal, padahal belum tahu kita lebih baik darinya atau bahkan lebih buruk daripadanya. Dan ternyata kalau kita sudah melakukan itu atau bahkan sedang melakukannya, kita harus cepat-cepat bertaubat Guys!
Aksi perkacung-kacungan yang memiliki berbagai jenis ini mulai dari yang fisik, cyber, verbal, seksual dan masih banyak lagi, mereka itu sama-sama membuat mental kita down. Dan itu berpengaruh lho ternyata terhadap masa depan teman kita yang menjadi korban ataupun pelakunya, Guys!
So, kita sebagai saksi perkacung-kacungan, harusnya membantu teman kita, dong! Sebagai muslim, kita tidak boleh diam ketika melihat kezaliman di depan mata, bukan? Juga merangkul kedua pihak agar menjadi pribadi yang lebih baik dari perdamaian yang kita buat sebagai penengah.
So Guys, entah aksi itu berlanjut karena si kawan, pihak sekolah yang takut dengan anak zaman sekarang, atau bahkan pihak berwenang takut akan kedudukan status ataupun latar belakang si pelaku, kita harus berbeda dong dari mereka! Kuy-lah jangan diem-diem bae terhadap kejadian itu agar kita bisa membuat masa depan dari berbagai pihak bagaikan pelangi yang dipadukan dengan kemunculan bunga sakura, bukan kemarau yang ternyata berada di bilik bunga sakuranya. Jangan lupa juga Wahai pembully! Kalian harus meminta maaf juga ya sama korban yang kalian bully. Walau kalian sudah tobat sama Allah, tapi belum minta maaf dengan sangat-sangat tulus, maka percuma, tobat kalian semua nggak bakal keterima.
Kuy kita gunakan masa sekolah dengan hal-hal yang bermanfaat, bukan dengan hal yang sia-sia. Rugi sendiri kita kalau buang-buang waktu. Malah jadi orang bodoh yang tiba-tiba udah lulus aja tanpa memegang ijazah yang diibaratkan ilmu yang selama ini diberi. OMG GUYS, udah deh kita kan anak sekul, belajar dan bermain aja. Tapi yang lurus dan benar yak! Don’t forget buat nge-push rank ibadah kita sama Allah ya!
Bro, Bestie, semangat untuk menghilangkan perundungan di sekolah, kita hentikan aksi kacung-kacungan yang nggak manfaat banget dech! Kita jadi orang yang cerdas, tingkatkan prestasi, menjadi lovely sama teman, dan berpikir ke masa depan melebihi batas rata-rata yok. Manusia kan makhluk yang spesial, so Kuy-lah jadi milenial yang spesial, yang menjadi harapan bangsa, umat dan negara. Salam dari kakaknya Anya Forger dan adeknya Lisa Blackpink, saya pamit undur diri.
Kpopers dan wibu beradu
Beradu hingga menyikut
Udah deh nggak usah ngebully mulu
Logika dan hati jalan dong, jangan cuman di mulut!