Khilafah Pelindung Martabat Muslimah

Spread the love

Oleh : Gayuh Rahayu Utami

(Anggota Komunitas Penulis Peduli Umat Kota Malang)

 

#MuslimahTimes — Tepat 95 tahun, Khilafah yang agung telah dilenyapkan dan dihapuskan oleh Mustafa Kemal Attaturk La’natullah ‘alaih. Nasib umat Islam di seluruh dunia menjadi tidak tentu arah, bobrok dalam menjalani kehidupan yang serba sulit, Negara terpecah belah menjadi sekitar 60 bagian. Tatanan kehidupan carut marut, rakyat turut menjadi terpuruk dari segi pemikiran dan sangat jauh dari Islam.

Bahkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa muslimah saat ini mengalami kemunduran yang sangat luar biasa karena diskriminasi pemakaian busana muslimah, pelecehan seksual, hilangnya peran ibu sebagai pengatur rumah tangga yang ideal, meningkatnya kasus perceraian, dll. Para remaja putri pun juga mengalami kemunduran berpikir. Di antaranya adalah terlalu mengidolakan seorang public figure yang telah nyata kafir, contoh k-pop. Kemudian lebih suka memakai pakaian yang serba mini dan ketat, berperilaku hedonis, condong mengarah ke gaya barat, berani berpacaran, dan masih banyak lagi kerusakan secara sistematis ketika dunia tidak ada perisai yang mulia serta melindungi rakyat baik di dunia maupun di akhirat.

Meskipun Daulah Islam dihapuskan, hingga saat ini barat tidak henti–hentinya untuk menghancurkan kehidupan kaum muslimin. Mereka terus–menerus mencari cara agar Islam itu hancur dan membendung tegaknya khilafah,  padahal kembali tegaknya Khilafah adalah  janji Allah SWT. Para muslimah khususnya remaja putri terus dimasukkan perilaku liberal seperti gaya model berpakaian tapi telanjang dan menganggap memakai busana muslimah adalah tidak mengikuti mode. Bisa kita lihat bahwasannya pemikiran sekuler, liberal, hidup yang hedonis (hura-hura) tampak di kehidupan sekitar kita.

Terlebih-lebih sekarang di era milenial para muslimah diracuni paham feminisme dengan dalih kesetaraan gender. Padahal tujuan feminisme sebenarnya adalah memporak–porandakan tatanan kehidupan keluarga terutama peran muslimah sebagai pengatur rumah tangga sekaligus sebagai pendidik untuk putra putrinya. Barat memasukkan paham feminisme dengan cara mengadakan seminar bahwasanya Syariat Islam yang diberikan kepada muslimah adalah terlalu mengekang, tidak adil, dan tidak punya kebebasan. Mereka menganggap bahwa jika Syariat Islam diterapkan kepada muslimah, membuat mereka tidak bisa berkarya di luar.

Telahtampak pula akibatfeminisme, antara lain, menundapernikahankarenasibukberkarir, menundakelahirananak, perempuanlebihbanggajadiwanitakarirdaripadasebagaiiburumahtanggayang pahalanyasangatluarbiasadimata Allah AzzawaJalla. Sesungguhnyainiadalahkedzaliman yang luarbiasabagikeluargadanmasyarakat Indonesia.( AlWaie, 1-31 Maret 2018). Sungguh berbagai kedholiman ini terjadi karena ketiadaan Khilafah. Namun Barat sangatmengetahuijikakhilafahtegakkembali, makaakanmengancameksistensimerekasehingga berusaha untuk menghalanginya.

Kita sebagai muslimah perlu adanya kesadaran bahwa tanpa Khilafah kondisi muslimah saat ini jauh dari kemuliaan, baik di Indonesia maupun di negara lain. Khilafah sebagai perisai umat telah terbukti mampu memuliakan wanita dan melindungi martabat kaum wanita. Salah satunya adalah pada masa Kholifah Al-Mu’tasimbillah yang menyelamatkan kehormatan seorang wanita yang dilecehkan orang Romawi. Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya. Mendengar seruan minta tolong dari wanita tersebut maka Sang Kholifah mengirimkan pasukan yang panjangnya adalah dari kota Amuriah sampai kota Baghdad untuk mengepung kota Amuriah yang dikuasai orang Romawi. Begitulah Khilafah membela kemulian dan martabat seorang muslimah dan tentunya juga membela Islam.

Oleh karena itu, marilah kita berusaha mewujudkan tegaknya Khilafah, karena Khilafah adalah bisyaroh dari Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam : “Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa–penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan  jabbriyan (penguasa–penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam diam.” (HR Ahmad; Shahih ).

Peran muslimah sangatlah penting untuk mendukung dan berkontribusi untuk tegaknya khilafah‘ala minhajin nubuwah, marilah kita menjadi muslimah yang memperjuangkan janji Allah SWT dan bisyaroh Rasulullah SAW. Hanya dengan Khilafah para muslimah akan mulia, sebagaimana dulu kemulian para wanita telah terbukti pada masa kekhilafahan.

Wallahua’alam bisshowab.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *