Kubertanya Pada Hujan

Spread the love

Oleh: Sherly Agustina M.Ag.

(Member Revowriter Cilegon)

Hujan, sebuah doa kulantunkan
Saat tetesan air turun membasahi bumi
“Allahumma shoyyiban Naafi’an”

Hujan, dalam doa kuberharap
Keberkahan menyelimuti bumi

Namun, saat banjir bandang melanda
Menghanyutkan dan menyeret apa saja
Mengapa kau selalu jadi tersangka?

Hujan, kuyakin keberkahan itu ada
Saat tetesan air dari langit jatuh ke bumi begitu derasnya

Menggantikan kegersangan yang kian panjang
Menyejukkan bumi dari panas yang membakar
Namun, saat jemuran tak tak kunjung kering
Mengapa engkau yang disalahkan?

Hujan, kumasih menunggu di sini
Keberkahan kedatanganmu dalam sebuah doa
Mungkin dengan terhapusnya dosa saat musibah banjir melanda
Jika kesabaran dan keikhlasan menyelimuti diri menghadapi ujian

Hujan, kuyakin keberkahan itu ada
Menundukkan kepongahan manusia
Agar mengakui kelemahannya, keterbatasannya
Hingga sadar kembali padaNya

Hujan melewati gersang menuju keberkahan
Semoga pertanda hilangnya gersang menuju berkah
Adalah hilangnya kepongahan manusia menuju aturanNya yang sempurna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *