LGBT Ancaman Nyata

Spread the love

Oleh : Rantika Nur Asyifa

Muslimahtimes– Saat ini ramai diberitakan, kasus LGBT yang semakin hari semakin berani membuka eksistensinya. Selama puluhan tahun mereka termasuk kaum yang diminoritaskan bahkan masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat. Kini, kaum Nabi Luth itu, seakan semakin merajalela dan merasa bebas, mereka berani menampakkan jati dirinya di publik, bahkan sampai dibuatkan pesta khusus. Mereka menyebarkan ide-idenya di media sosial dan berani meminta kepada pemerintah untuk membuat payung hukum bagi mereka agar pernikahan antar kaum LGBT dilegalkan di Indonesia. Lalu pertanyaannya sampai kapan eksistensi mereka berada di negeri ini ?

Pada awal tahun 2020, Indonesia dikejutkan dengan adanya kasus pemerkosaan disertai kekerasan terhadap laki-laki (sesama jenis) yang dilakukan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) di Inggris bernama Reynhard Sinaga. Laki-laki berusia 36 tahun itu, telah ditetapkan sebagai tersangka dengan hukuman penjara seumur hidup atas 159 kasus pemerkosaan yang ia lakukan saat berada di Manchester, Inggris.

Selama dua setengah tahun, Reynhard melakukan perburuan terhadap para lelaki muda yang tengah menikmati gelap gempita dan indahnya malam di pusat Kota Manchester. Ia melakukan aksinya tersebut di apartemennya sendiri dengan berpura-pura memberikan bantuan.

Laki-laki yang memiliki nama asli Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga ini, disebut enggan pulang ke Indonesia. Media Inggris Dailly Mail menyebut Reynhard lebih menyukai kehidupan di Inggris yang lebih liberal daripada di Indonesia. Kondisi masyarakat Indonesia yang masih belum bisa menerima gay secara terbuka, merupakan alasan utama Reynhard enggan pulang dan lebih memilih kehidupan di Manchester, Inggris yang lebih toleran terhadap gay.

Reynhard yang ditangkap tahun 2017 dan sudah divonis hukuman seumur hidup, kini menjadi pelaku kasus pemerkosaan dan kekerasan terbesar dalam sejarah Inggris. Bahkan disebut-sebut pelaku pemerkosaan terbesar di dunia. Sejak awal persidangan, Reynhard menyanggah telah memperkosa para korbannya dan mengatakan hubungan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Walaupun bukti di pengadilan menunjukkan para korban yang diperkosa tersebut sedang dalam keadaan tidak sadar. Kepolisian dan kejaksaan menyebut kasus ini adalah penyelidikan pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris dan aparat menyerukan kepada korban-korban lain untuk melapor.

Kasus pemerkosaan ini menjadi berita yang sangat mengejutkan bagi keluarga terutama kedua orangtua Reynhard Sinaga karena mereka sama sekali tidak mengetahui sebelumnya mengenai hubungan gay yang dilakukan anak nya tersebut. Disadur dari Dailly Mail, Selasa (7/1/2020)

Hakim Suzanne Goddard QC juga mengungkapkan bahwa keluarga Reynhard yang datang ke persidangan tidak tahu apa-apa tentang kasus pemerkosaan terbesar di Ingris itu.
Apa yang terjadi pada kasus Reynhard Sinaga ini adalah salah satu contoh permasalahan sistemik yang didukung oleh gerakan global. LGBT, sebuah wabah penyakit yang tidak bisa dihentikan dengan hanya berpegang teguh dan menjalankan slogan “ Perkuat Ketahanan Keluarga “. Ketika negeri ini belum memiliki aturan untuk mempidanakan kaum LGBT dan memberikan efek jera, maka mereka akan semakin berani memperlihatkan perilaku menyimpangnya di tengah masyarakat.

LGBT sudah jelas ancaman yang nyata bagi masyarakat. Keberadaan dan ulah kaum homoseksual ini nyata jadi ancaman bukan saja secara sosial, tetapi juga medis. Sampai hari ini hubungan seksual sejenis yang dilakukan kaum gay masih menjadi penyebab utama penularan HIV/AIDS, dan separuh dari mereka tak menyadari telah terinfeksi HIV/AIDS (Reuters.com, 23/9/2018).

Eksistensi kaum homoseksual ini, diantaranya karena ada campur tangan asing di dalamnya. Profesor Mahfud MD menyatakan, Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNDP (United Nations Development Programme) telah menyiapkan dana 180 juta US$ atau setara Rp 107,8 miliar untuk meloloskan program legalisasi LGBT di Tanah Air dan tiga Negara lain di Asia. Dalam laman resminya, UNDP menyebutkan tujuan mereka menyiapkan dana besar agar LGBT memiliki akses hukum, memobilisasi masyarakat untuk menerima keberadaan LGBT dan mendorong perubahan kebijakan yang menjamin hak LGBT, termasuk mengesahkan pernikahan sejenis.

Adanya LGBT bukanlah karena faktor genetis sebagaimana kedustaan yang sering mereka sampaikan. LGBT adalah kejahatan/ tindak kriminal (jarimah) dan perbuatan mungkar yang pernah dilakukan penduduk Sodom kaum Nabi Luth as. (Lihat QS. An-Naml : 55). Gerakan LGBT ini tidak bisa dihentikan hanya dengan seruan atau kekuatan seadanya karena ini adalah gerakan global, apalagi hanya dengan menerapkan slogan “ Perkuat Ketahanan Keluarga “. Negara-negara Barat telah mengerahkan segala cara, menggelontorkan dana yang tidak sedikit, dan memanfaatkan antek-antek mereka untuk mengkampanyekan LGBT ke tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, penting kita menerapkan sistem Islam dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikannya solusi tuntas untuk mengatasi problematika yang terjadi saat ini. Siapa saja yang mengaku beriman, sudah semestinya meletakkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah salallahualaihi wassalam di atas hokum-hukum buatan manusia yang sangat lemah.

Allah subhanu wataala berfirman :
( …مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ )

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu…” (TQS al-Maidah [5] : 49 )

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *