Menjadi Keluarga Muslim 100%

Spread the love

Oleh: Choirin Ummu Mush’ab

MuslimahTimes.com – Berkeluarga adalah anugerah terindah. Karena, tak semua orang mendapatkan kesempatan emas untuk berkeluarga. Entah karena belum mau atau jodoh tak kunjung hadir.

Berkeluarga tak cukup dibangun dengan landasan cinta semata. Karena, jika hanya cinta yang jadi landasan keluarga akan mudah goyah saat diterpa masalah. Sehingga, berkeluarga butuh landasan yang lebih kuat dari cinta.

Landasan berkeluarga yang paling kuat adalah akidah. Keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi landasan terbaik dalam membangun keluarga. Keluarga tak hanya dibangun atas landasan cinta duaniawi, tapi dibangun atas nama Allah Sang Pemilik cinta sejati.

Saat ini landasan akidah ini jarang dimiliki keluarga Muslim. Kalaupun mereka ber-Islam itu hanya saat ijab qobul lalu dilanjutkan saat mereka beribadah salat, puasa, zakat, ataupun haji. Namun ketika dalam kehidupan berkeluarga mereka enggan menggunakan Islam sebagai aturan.

Padahal, Islam sebagai agama sempurna amat banyak aturan-aturannya terkait dengan kehidupan berkeluarga. Bagaimana hak dan kewajiban seorang suami. Bagaimana hak dan kewajiban seorang istri. Bagaimana cara mendidik putra-putrinya. Bagaimana cara menjadikan keluarga mereka sakinah, mawadah wa rahmah sebagaimana doa yang dipanjatkan saat pernikahan.

Sayangnya, Islam hanya dicukupkan mengatur urusan ibadah. Tak heran jika kemudian muncul berbagai permasalahan keluarga yang tak ada ujungnya. Suami istri sama-sama selingkuh. Suami istri bunuh-membunuh. Suami istri tak mampu mengarahkan putra-putrinya menjadi generasi mulia malah menjadi generasi ahli maksiat. Serta, berbagai masalah lain yang kerap muncul akibat keengganan terhadap syariat.

Hal ini membuktikan bahwa keluarga butuh landasan akidah dalam menjalankan kehidupan berkeluarga. Dengan landasan akidah Islam inilah suami mampu berperan sebagai nakhoda atau pemimpin dalam rumah tangganya. Ia bertanggung jawab atas keselamatan istri dan anak-anaknya dari api neraka. Ia pun memiliki kewajiban bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga yang ia tanggung.

Dengan landasan keimanan pula istri memahami bahwa ia adalah partner suami dalam keluarga. Ia berberan sebagai umm wa rabbatul bait. Yakni ibu dan pengatur rumah yang memastikan anak-anaknya terasuh dan terdidik sesuai standar pendidikan Islam. Ia pula yang memberikan kenyamanan agar rumah tempat tinggal keluarganya layak disebut sebagai baiti jannati, rumahku surgaku.

Landasan keimanan yang sempurna ini pun akan melahirkan anak-anak yang tak taat. Anak-anak yang dilahirkan oleh pasangan yang menjadikan iman sebagai landasan akan mudah diarahkan untuk menjadi generasi emas Islam. Merekalah yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan dunia dengan Islam. Mereka pula yang akan mengembalikan kejayaan Islam seperti sedia kala.

Jika saat ini banyak keluarga Muslim yang belum menjadi keluarga Muslim 100%, maka belum terlambat untuk berubah. Segera putar haluan dari menjadikan cinta dunia sebagai landasan menjadi cinta Allah dan Rasul-Nya sebagai acuan. Lalu, segera bersama-sama menjadikan Islam sebagai aturan kehidupan. Jangan dipisahkan dari kehidupan.

Menjadi keluarga Muslim 100% pun butuh sokongan negara. Negara yang memberikan kesempatan agar tiap keluarga Muslim mampu menerapkan Islam secara sempurna. Negara yang menyokong agar setiap keluarga Muslim mampu melahirkan generasi emas yang akan membawa kemuliaan bagi agama dan negaranya. Pertanyaannya, apakah negara saat ini sudah melakukannya? Jika belum, berarti saatnya mewujudkan negara yang menjadikan Islam sebagai landasan bernegara. Anda siap?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *