Mobile Legends Dan Arah Masa Depan Generasi

Spread the love

Oleh : Punky Purboyowati S. S*
(Pegiat Pena, Muslimah El Mahira Peduli Generasi)

 

MuslimahTimes– Mobile legends (ML) merupakan salah satu nama games online yang sedang digandrungi anak muda saat ini. Mobil legends / Bang Bang adalah sebuah permainan piranti bergerak berjenis MOBA yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Moonton. Sebuah pemainan game yang hanya dapat dilakukan melalui Handphone android. (m.wikipedia.org). Dilansir dari trademarks.justia.com, Game ML dibuat, diciptakan dan dimiliki oleh pengembang asal negara China yaitu Moonton atau dengan sebutan Shanghai Moonton Technology Co, Ltd Moonton yang bermarkas di kota Shanghai, China. (kaskus.co.id).

ML merupakan model game yang didalamnya memuat karakter tokoh hero yang sedang melegenda. Game ini dimainkan oleh beberapa kelompok tim pemain. Namun permainan game ini hanya bisa dimainkan dengan smartphone dalam bentuk aplikasi yang diunduh melalui jaringan internet. Karena itu ML bisa dimainkan di mana pun sepanjang terkoneksi dengan internet.

Jika dilihat perkembanngannya, jumlah pemain ML di seluruh dunia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Data dari skala global, tahun 2016 sejumlah 30 juta pemain, 2017 sejumlah 70 juta pemain, 2018 awal sejumlah 130 juta pemain, hingga sekarang sejumlah 200 juta pemain. Jumlah yang sangat fantastis bukan? Sementara ML muncul di Indonesia diperkirakan sejak tahun 2016. Dari Mr. Caya selaku Country Manager Mobile Legends untuk Indonesia mengungkapkan ada jumlah 70 juta pemain di Indonesia, ada 30 juta pemain baru tiap bulannya, dan ada 62,4 juta match yang dimainkan dalam sehari. (hai.grid.id/5/9/18). Baik laki-laki maupun perempuan, gemar memainkan Mobile Legends, bahkan game ini mendapatkan rating 4,4 di Google Play. (bangka.tribunnews.com/18/6/18).

Selain jumlah pemain yang berjumlah fantastis, keuntungan yang diraup perusahaanpun berjumlah fantastis. Perusahaan MobileLegendsBB menyatakan bahwa dana operasional perusahaan sepenuhnya didanai dari transaksi online melalui game. Dimainkan oleh kurang lebih 10 juta pemain, game ini mampu meraup keuntungan dari pembelian item dalam game sebesar Rp 8 miliar hingga Rp 15 miliar dalam sehari. MobileLegendsBB menyatakan bahwa uang tersebut Sebagian besar dipakai untuk beriklan di Facebook. (kabargames.id).

Namun bila melihat sisi lain dari game ini, justru telah banyak dampak buruknya bagi pengguna game ketimbang dampak positifnya. Sebab tanpa disadari, gamers semakin berani membobol bank hingga miliyaran. Seperti yang terjadi di Pontianak Kalimantan Barat. Seorang perempuan muda asal Pontianak, YS (26) tahun ditangkap polisi karena diduga melakukan pencurian dengan transfer dana untuk membeli fasilitas dalam game Mobile Legends. Kini, kasus yang membelit YS tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi menyampaikan, YS merupakan pemain game atau gamer yang kerap bermain game Mobile Legends. Saat bermain game, ada sejumlah peralatan atau fasilitas yang harus dibeli gamer. (m.merdeka.com/18/5/19). Pengungkapan kasus ini, berasal dari laporan yang diterima Polda Metro Jaya dari pihak Bank yang mengaku mengalami pencurian melalui games online. Pihak bank mengungkapkan ada beberapa transaksi yang janggal dari sebuah akun games online, Mobile Legends. Setelah penyelidikan, polisi akhirnya menangkap YS‎ di daerah Pontianak, Kalimantan Barat, pada Rabu (1/5/2019). (banjarmasin.tribunnews.com/19/5/19). Dan masih banyak lagi dampak buruk lainnya, terutama bagi masa depan generasi muda.

Padahal di negara pengembangnya sendiri telah melarang game ini. Dari China dilaporkan telah memblokir sembilan dari total 20 game yang diperiksa olehnya. Pemblokiran tersebut merupakan tindakan dari Komite Peninjauan Etika Online yang baru saja dibentuk oleh pemerintah Negeri Tiongkok.Dari MOBA (multiplayer online battle arena), ada League of Legends yang menjadi korban. Sedangkan dua nama populer dari genre battle royale, yaitu PUBG dan Fortnite, turut diblokir oleh lembaga asal China tersebut. Beberapa game diblokir lantaran terlalu banyak memunculkan darah. Malahan, ada game yang dianggap chatroom di dalamnya tidak pantas dari segi percakapan yang muncul, sebagaimana detikINET kutip dari PCGamesN, Rabu (12/12/2018). Sedangkan yang lain dinilai terlalu mengekspos karakter perempuan dan menampilkan konten-konten vulgar. Di samping itu, ada juga game yang diblokir karena terdapat sejumlah penipuan di dalam misi yang dijalankan. (m.detik.com18/12/18).

Maka banyaknya anak muda yang telah terobsesi bermain game tidak lain sebagai akibat dari derasnya arus Liberalisasi (kebebasan) saat ini yang menjadi sebuah gaya hidup (life style) di lingkungan anak muda. Namun ironisnya, gaya hidup seperti ini justru telah menumbuhkan perilaku kriminal baru. Terlebih kasus akibat yang ditimbulkan ML ini lebih banyak ruginya ketimbang untungnya. Maka siapakah yang diuntungkan kalau bukan para kapital sendiri. Inilah bukti sistem Demokrasi Sekulerisme yang tak mampu mengatasi bahaya game online. Karena itu harus ada sistem alternatif yang mampu membendung arus liberalisasi ini dan mampu mengarahkan generasi menuju masa depan yang cemerlang dunia dan akhirat.

Sistem Islam datang untuk melindungi manusia baik akal, jiwa dan keamanannya. Negara Islam sangat ketat dalam menjaga akal manusia yaitu menyeleksi apa saja yang dapat merusak akidah. Sebab hal ini berkaitan dengan suatu peradaban tertentu yang memuat ilmu / tsaqofah di dalamnya. Termasuk game yang dihasilkan dari tsaqofah asing (barat) yang didalamnya memuat konten dan paham liberal yang merusak serta banyak mudharatnya bagi muslim. Maka dari itu game ini harus dicampakkan dari kehidupan muslim.

Demikian pula dengan kondisi saat ini, jika negara saat ini benar – benar memikirkan nasib generasi secara serius sesuai syariat Islam, maka tinggalkan life style ala Demokrasi Sekulerisme. Beralih pada Islam sebagai jalan hidup (way of life) yang diterapkan negara. Agar akidah generasi terjaga secara akal dan jiwanya. Serta mampu mengarahkan generasi dengan ilmu yang dapat mencerahkan masa depannya menuju kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau, sedangkan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?.” (QS. Al-An’am:32).
Wallahu a’lam bisshowab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *