Napak Tilas Sejarah Indonesia di Bulan September

Spread the love

Oleh : Neng RSN

#MuslimahTimes — Sejarah mencatat pada tanggal 30 September 1965 sebagai sejarah kelam bangsa Indonesia, yaitu peristiwa Gerakan 30 September atau biasa dikenal dengan nama G30S/PKI. Peristiwa ini terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965 di Jakarta dan Yogyakarta. Gerakan yang dipimpin oleh DN. Aidit saat itu bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan agar dapat menguasai negara dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Sekali pun pemberontakan PKI terjadi 54 tahun silam dan kini menjadi partai terlarang, bukan berarti ideologinya ikut mati. Bahwa komunis adalah sebuah ideologi, benar adanya. Dan tentunya ideologiini berbahaya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih lagi dapat merusak akidah kita. Mirisnya lagi,  para remajasaat ini belum banyak yang memahami tentang komunis.

Atas dasar kegelisahan ini Komunitas Remaja Muslimah (KARIMAH) Kramatwatu-Waringinkurung  mengadakan kajian bulanan dengan tema “ Indonesian History in September “  pada Ahad, 29 September 2019 di Aula PAUD Jamiatunnisa Cibeka, Waringinkurung. Pada kajian bulanan kali ini spesial menghadirkan 2 pembicara, teh Ranie (Mahasiswi) dan ustadzah Tyas Alifa, S Pd (Pemerhati Remaja). Acara yang dihadiri remaja dan mahasiswi ini dibalut dalam bentuk talkshow.

Teh Yafa membuka acara dengan memberikan salam dan menyapa para peserta penuh semangat dengan yel-yel khas ‘Sahabat Karimah’. Lantunan ayat suci Alquran mengiringi dibukanya acara dengan membaca QS. Fushshilat 1-5 oleh teh Hestya. Teh Nisya selaku moderator mengajak para peserta untuk melihat tayangan yang menampilkan pernyataan prajurit KKO pengangkat jenazah para jendral yang tewas dibunuh oleh PKI.

Teh Ranie menyampaikan pendapatnya terkait tayangan tersebut bahwa pemberontakan PKI dan juga pembunuhan terhadap para jendral pada tanggal 30 September 1965  benar terjadi. Bukan hanya para jendral yang menjadi target mereka, banyak umat Islam pun dari kalangan Kyai dan santri yang menjadi korban kebiadaban mereka. Dan tentunya mereka memiliki tujuan dari pemberontakan itu, tidak ada lain ingin menggulingkan pemerintahan agar menguasai negara sehingga akan mudah untuk menerapkan ideologi komunis di Indonesia.

Teh Ranie pun memaparkan bahwa meskipun kini PKI sudah dibubarkan dan menjadi partai terlarang, bukan berarti tidak akan bangkit. Karena komunis merupakan sebuah ideologi, dimana akan mendorong setiap para pengembannya untuk menyebarkannya kembali. Dan itu dapat dibuktikan dengan adanya catatan sejarah bahwa PKI 3 (tiga) kali melakukan pemberontakan, pada tahun 1926, tahun 1948, dan tahun 1965. Saat ini pun bibit-bibit Komunis mulai tumbuh bahkan mulai berani muncul secara terangan-terangan dengan mengatakan ‘Aku Bangga menjadi Anak PKI’. Bukan itu saja simbol-simbol komunis (palu arit) mulai menjadi trend ditengah-tengah masyarakat, terlepas mereka paham tidaknya arti dari simbol palu arit tersebut. UstadzahTyas Alifa menambahkan, ideologi adalah aqidahaqliyah yang melahirkan peraturan. Peraturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan individu, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Kemungkinan besar target ideologi komunis  adalah kalangan intelektual, termasuk kalangan mahasiswa.

Teh Ranie dan ustadzah Tyas Alifa memaparkan bahwa ideologi di dunia ini ada 3 (tiga), yaitu Sosialisme-Komunisme, Kapitalisme, dan Islam. Ide dasar sosialisme-komunisme adalah Dialektika Materilisme dan Evolusi Materialisme. Paham yang menafikan Sang Pencipta, bukan Sang Pencipta yang menjadikan, tetapi ada dengan sendirinya. Tolak ukur perbuatannya Materialisme (sesuatu yang real/ tampak).  Ide dasar Kapitalisme adalah materi (uang), mereka masih percaya adanya Sang Pencipta namun memisahkan agama dari kehidupan mereka (sekulerisme). Tolak ukur perbuatannya adalah asas manfaat. Sedangkan Islam merupakan dienyang berasal dari wahyu-Nya Allah Swt yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw. Tolak ukur perbuatannya adalah halal dan haram sesuai hukum syari’at. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik hubungan manusia dengan Penciptanya, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan sesama. Ideologi sosialisme-komunisme maupun ideologi kapitalisme adalah ideologi kufur, karena bukan berasal dari Sang Pencipta sehingga tidak sesuai dengan fitrah manusia, tetapi ideologi yang lahir dari kejeniusan manusia. Islamlah satu-satunya ideologi yang benar, sesuai dengan fitrah manusia karena berasal dari Sang Pencipta.

Sebelum bincang-bincang berakhir disediakan sesitanya-jawab. Pertanyaan peserta : (1) Siapa dalang dibalik G30S/PKI?, (2) Apa yang harus kita lakukan saat melihat ada yang memakai baju bersimbol palu arit?, (3) Apakah boleh keturunan keluarga PKI yang masuk kedalam parlemen?, (4) Siapa yang menciptakan ideologi?, (5) Apa yang melatarbelakangi aksi demo mahasiswa di depan gedung DPR RI?.

Terakhir teh Ranie dan ustadzah Tyas Alifa menyampaikan closing statement,

“Setelah kita mengetahui bahwa ideologi komunis itu berbahaya karena ideologi itu berpaham atheis (tak beragama) dan anti theis (anti agama), dan permusuhannya terhadap agama terutama Islam, maka jadikan Islam sebagai Ideologi kita, Inshallah selamat dunia dan akhirat” pesan teh Ranie

Saat ini kondisi umat Islam sedang menghadapibahaya dari 2 (dua) ideologi, yaitu ideologi kapitalis dan ideologi komunis. Agar tidak terjebak dan terbawa arus 2 (dua) ideologi tersebut, maka kita harus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita dengan tholabul ilmi atau mengikuti kajian keislaman” pesan ustadzah Tyas Alifa.

Setelah bincang-bincang selesai, sebagai hiburan ada pembacaan puisi penuh penghayatan oleh teh Nurazizah. Selanjutnya pemberian doorprize untuk para peserta. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh teh Marhumah dan terakhir foto bersama para pemateri dan para peserta. Setelah itu, diadakan forum ukhuwah dengan membagi peserta menjadi beberapa kelompok beserta kakak pendampingnya. Forum ukhuwah ini bertujuan agar peserta nantinya dapat langsung mengikuti kajian mingguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *