Peristiwa Palestina dalam Pandangan Akidah

Spread the love

 

Oleh. Azra Syafiya

MuslimahTimes.com – Serangan brutal Israel atas Jalur Gaza sejak Jumat (5/8/2022) menurut Kementerian Kesehatan di Gaza telah menewaskan lebih dari 41 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak, empat perempuan dan sedikitnya 311 terluka. Para wartawan di Gaza menemukan pakaian, sofa, dan bagian lain dari kehidupan mereka telah terkubur di bawah dinding yang runtuh. Salah seorang wartawan menceritakan, “Di satu ruangan, yang dimiliki oleh delapan keluarga, bercak darah ada di dinding. Udara penuh dengan asap dan bau kimia yang tajam yang diduga bekas serangan rudal” (dilansir dari laman Arab News pada Rabu, 10 Agustus 2022).

Sungguh menyakitkan sekali melihat kejinya perlakuan tentara zionis Israel kepada rakyat Palestina. Tentu ini bukan konflik yang pertama kali terjadi. Sedikitnya ada 33 serangan brutal Israel ke Palestina sejak tahun 1938 sampai 2021 yang lalu. Sudah tak terhitung berapa banyak pejuang yang syahid, luka-luka, dan kehilangan tempat tinggal. Namun demikian, tetap tidak menyurutkan semangat kaum muslimin dalam berjuang sedikit pun, justru semakin menambah keyakinan mereka untuk terus memperjuang tanah mulia itu. Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

Senantiasa akan ada sekelompok orang dari umatku yang memperjuangkan kebenaran dan memerangi musuh mereka. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka hingga ketentuan Allah SWT menyambangi mereka dan mereka akan tetap seperti itu.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, di manakah mereka itu?” Beliau menjawab, “Mereka berada di Baitulmaqdis, di sekitar Baitulmaqdis.

Terjadinya penyerangan terhadap rakyat Palestina membangkitkan solidaritas kemanusiaan dari berbagai negeri, terutama kaum muslim. Banyak dukungan dan bantuan yang diberikan kepada Palestina. Tak henti-henti doa dilangitkan, meminta segera datang kemenangan. Dikirimkan pula berbagai bantuan berupa uang, logistik, dan pakaian. Bahkan diselenggarakan aksi bela Palestina di berbagai wilayah disertai upaya pergerakan opini yang sangat masif di media sosial.

Sungguh, konflik di Pelestina bukan sekedar permasalahan kemanusiaan, melainkan permasalahan akidah. Akar permasalahannya adalah perampasan tanah wakaf kaum muslimin. Palestina telah berada di bawah kekuasaan islam sejak dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Al-Khattab pada tahun 15 H dan pembebasan yang kedua oleh Shalahuddin al-Ayyubi pada tahun 583 H. Telah dijelaskan pula dalam berbagai riwayat hadis bahwa bumi Palestina merupakan salah satu tanah yang diberkahi Allah Swt. Penyerangan secara brutal yang dilakukan oleh segenap tentara Israel itu tidak bisa dibenarkan oleh argumen apapun. Jelas bahwa islam sangat memuliakan jiwa dan keselamatan manusia.

Rasulullah saw bersabda:

Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.” (HR. An-Nasa’i)

Dengan penglihatan iman, sudah sewajaranya kita bersedih dan geram menyaksikan tindakan zionis Israel yang tak lain adalah bentuk kezaliman terhadap kaum muslimin dan penistaan terhadap islam.

Namun, apakah ini hanya terjadi di Palestina? Tentu tidak. Hari ini, tindak zalim para penguasa dan kriminalisasi Islam marak terjadi juga di negeri mayoritas muslim lainnya termasuk Indonesia. Tak jarang kita melihat fakta ayat Al-Qur’an dinistakan, hukum syarak diabaikan, para ulama diperskusi, dakwah dipersulit. Bukankah itu sama menyedihkannya bagi kita? Namun, seringkali berita-berita tersebut hilang dari perhatian kita. Banyak umat muslim tak sadar bahwa hari ini pun kita masih terjajah oleh rakusnya penguasa negeri kafir.

Maka, tidak patut jika sebagai saudara sesama Islam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai umat terbaik hanya berdiam diri atau bahkan tidak peduli. Betapa masifnya upaya pencampakkan Islam dari kehidupan saat ini namun belum ada junnah yang bisa melindungi. Tugas kita berfokus pada satu, yaitu membangun kembali kekuatan Islam untuk mewujudkan persatuan dan kemuliaan bagi seluruh alam.