Rabiul Awal, Bukan Hanya Maulid Nabi

Spread the love

 

Oleh: Hamsina Halik (Revowriter Mamuju)

 

MuslimahTimes– Tak terasa umat Islam telah memasuki bulan ketiga dalam tahun Hijriyah, yaitu bulan Rabi’ul Awal. Di bulan ini, momen yang paling dikenang oleh umat Islam adalah maulid Nabi Muhammad SAW. Tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal yang sering dikaitkan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Namun, sejatinya pada tanggal 12 Rabiul Awal Ini, peristiwa penting yang terjadi bukan hanya maulid Nabi Muhammad SAW saja. Melainkan terdapat tiga peristiwa besar terkait dengan Sirah kehidupan Rasulullah SAW. Tiga peristiwa yang menentukan sejarah Islam dan kehidupan kaum muslim. Yaitu;

Pertama, kelahiran Nabi SAW
Nabi SAW, dilahirkan hari Senin pagi 12 Rabiul Awal pada tahun Gajah di Makkah. Kelahirannya banyak diiringi keajaiban dan juga memiliki makna yang sangat agung. Seperti yang diungkapkan oleh Al-‘Allamah Sayyid Muhammad ‘Alwi al-Maliki. Beliau mengatakan:
“Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan pernah ada hijrah. Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan ada Perang Badar. Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan ada Penaklukan Kota Makkah. Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan pernah ada umat Islam. Andai tak ada kelahiran Nabi, tentu tak akan pernah ada dunia ini.”
Begitulah luar biasanya kelahiran Nabi Muhammad saw. sehingga benar-benar menjadi rahmat bagi alam ini.

Kedua, Hijrah Nabi SAW
Bulan Muharram memang ditetapkan sebagai awal perhitungan Tahun Hijrah. Tetapi, hijrahnya Nabi SAW bukan di bulan Muharram melainkan pada bulan Rabiul Awal. Hijrah Nabi SAW dimulai pada malam Senin tanggal 1 Rabiul Awal Tahun 1 Hijriyah (16 September 622 M) dengan meninggalkan Gua Tsur hingga sampai di Quba’ Senin 8 Rabiul Awal Tahun 1 H. Beliau berdiri diri di Quba’ selama empat hari (Senin, Selasa, Rabu dan Kamis) selanjutnya memasuki Madinah hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1 H. (Lihat: Shafiyurrahman Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah (terj.), hlm. 232-233; Ahmad Ratib Armusy, Qiyâdah ar-Rasûl, hlm. 40).

Dengan demikian tanggal 12 Rabiul Awal itu Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah. Hari itu menandai pendirian Daulah Islamiyah secara sempurna (Taqiyuddin an-Nabhani, Ad-Dawlah al-Islâmiyyah, hlm. 48).

Namun, Sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW terjadi peristiwa Baiat Aqabah II di Makkah antara Nabi Muhammad SAW dengan perwakilan Suku Auz dan Khazraj dari Yatsrib (Madinah). Baiat ‘Aqabah II ini merupakan akad penyerahan kekuasaan kepada Nabi saw. sekaligus penobatan beliau sebagai kepala negara. Baiat ‘Aqabah II itu sekaligus merupakan pendirian Daulah Islamiyah (Lihat: Al-Marakbi, Al-Khilâfah al-Islâmiyah bayna Nuzhûm al-Hukm al-Mu’âshirah, hlm. 16).

Dengan demikian, dalam bait tersebut secara hukum Nabi Muhammad SAW telah menjadi kepala negara di Madinah. Sedangkan, secara fakta kepemimpinan baru efektif manakala Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah. Maka, setibanya Nabi Muhammad SAW di Madinah dalam hijrahnya pada tanggal 12 Rabiul Awal merupakan pertanda sempurnanya pendirian Daulah Islamiyah yang dipimpin oleh Beliau. Oleh karena itu, saat tiba di Madinah Nabi Muhammad SAW langsung menerapkan syariah Islam dan bertindak sebagai kepala negara.

Ketiga, Wafatnya Nabi SAW
Nabi Muhammad SAW wafat hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H. (Ibnu Katsir, As-Sirah An-Nabawiyah, Juz IV hal. 507. Ibnu Katsir berkata,”Inilah tanggal yang dipastikan oleh Al-Waqidi dan Muhammad bin Saad”. Lihat pula Muruj Adz-Dzahab, Juz II hal. 304. Dikutip oleh Mahmud Al-Khalidi, Qawaid Nizham Al-Hukm fi Al-Islam, hal. 255).

Wafatnya Nabi SAW ini menjadi pertanda lahirnya negara Khilafah Islam Rasyidah (Khulafaur Rasyidin). Sebab pada hari yang sama, bahkan sebelum jenazah Nabi Muhammad SAW dimakamkan, umat Islam telah membaiat Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah.

Nabi Muhammad SAW meninggal pada waktu Dhuha hari Senin itu. Sementara Abu Bakar Shiddiq dibaiat sebagai khalifah hari Senin itu pula (baiat in’iqad/baiat khashash). Selasa pagi Abu Bakar Shiddiq dibaiat oleh kaum muslimin di masjid (baiat tha’at/baiat ammah). Nabi Muhammad SAW sendiri baru dimakamkan pada pertengahan malam pada malam Rabu. (Ajhizah Daulah Al-Khilafah, hal.13).

Inilah tiga peristiwa besar pada bulan Rabiul Awal. Memahami ketiganya adalah wajib sebagai pemompa semangat dalam berjuang menerapkan kembali hukum-hukum Allah. Dan sekiranya dengan adanya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, dapat dijadikan sebagai momen yang akan semakin mengokohkan perjuangan, mengalirkan energi perjuangan pada seluruh umat Islam, membawa mereka pada kebangkitan dan kejayaan umat serta bersatu dibawah naungan penerapan Islam secara kaffah. Bukan hanya sekadar seremonial semata.
Firman Allah SWT:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” (TQS. Al-Baqarah : 208)

Dan di ayat yang lain;
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai…” (TQS. Ali Imran : 103).

Dan sabda Rasulullah SAW:
“Maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, dan gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi-gigi gerahammu .” (HR Tirmidzi, no 2816).

Wallahu a’lam[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *