Saat Khilafah Dirindukan Umat

Spread the love

Penulis : Mela Ummu Nazry

(Pemerhati Generasi)

 

#MuslimahTimes — Bertepatan dengan tahun baru Hijriah, hari ini 1 Muharram 1441, media sosial Twitter dibanjiri pesan dengan tagar bertema khilafah dan hijrah: #WeWantKhilafah, #KhilafahWillBeBack, #HijrahMenujuIslamKaffah, #MomentumHijrahSyariahKaffah.

Tagar yang menjadi trending tersebut disertai foto-foto dan video massa membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid berwarna putih dan hitam. Dari pagi hingga siang ini, tagar tersebut terus bertambah. (viva.id, Agustus 2019).

Fakta dilapangan berbicara jika Khilafah memiliki penggemar, fans, idola nyata, dimana-mana. Walaupun islamophobia dan Khilafahphobia terus gencar dilakukan oleh orang-orang yang terbaratisasi-westernisasi. Wajar saja tersebab keberadaannya dalam peradaban manusia juga ada dan nyata, sejarah telah menuliskannya. Bagaimana khilafah mampu menorehkan sejarah peradaban manusia yang sangat tinggi. Tidak ada satupun sistem hidup manusia sampai hari ini yang mampu mengungguli Khilafah dalam hal menyejahterakan kehidupan umat manusia. Sedangkan sejahtera adalah kata kunci terakhir yang dipakai setelah segala macam kebutuhan manusia yang bersifat asasi atau dasar, sekunder dan tersier terpenuhi, sandang, pangan, papan, keamanan, pendidikan dan kesehatan.

Bagaimana seorang Khalifah Umar bin Khattab ra, mampu meletakkan konsep keadilan dengan begitu rupa sehingga semua manusia dibawah kepemimpinannya mampu merasakan betapa adilnya Sang Khalifah.

Bagaimana seorang Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra, mampu memenuhi kesejahteraan hidup manusia yang dipimpinnya, seluruh kebutuhan hidup manusia terpenuhi, sandang, pangan, papan, kesehatan, keamanan pendidikan. Hingga tak ada satupun individu manusia yang mau menerima harta zakat. Sebuah prestasi luar biasa. Sampai-sampai harta zakat dibuat “tidak laku”, akibat tidak ada satupun manusia yang mau menerimanya. Semua telah sejahtera.

Romantisme sejarah kegemilangan Khilafah dalam mengurusi urusan setiap individu manusia begitu melekat kuat dihati umat. Tersampaikan secara detail tutun temurun. Sehingga manusia akhir zaman hari ini pun ingin merasakan nikmatnya hidup dalam sistem kekhilafahan. Sebuah sistem hidup yang sangat manusiawi dan sesuai fitrah penciptaan manusia.

Khilafah mampu meminimalisir bahkan menghilangkan kedzoliman dimuka bumi ini dengan sangat baik dan elegan. Khilafah mampu mengurai masalah manusia dan memberikan solusi yang sangat tepat. Wajar saja, tersebab Khilafah menggunakan syariat Islam sebagai petunjuk dalam menyelesaikan permasalahan umat manusia. Sebuah petunjuk warisan Rasulullah Muhammad SAW, bersumber dari AlQuran dan Hadist Rasul. Petunjuk yang berasal dari tuntunan wahyu Allah SWT bukan hawa nafsu manusia.

Terlebih lagi, Khilafah diyakini sebagai janji Allah SWT dan kabar gembira (bisyarah) dari Rasulullah SAW. Pasti akan kembali tegak. Dengan atau tanpa andil kita dalam menegakkannya. Hanya saja juga diyakini jika ketika seseorang memilih untuk ikut andil menegakkannya maka pahala akan Allah SWT limpahkan pada yang mengikutinya. Akan tetapi jika memilih untuk menghalanginya, maka dosa akan Allah SWT berikan pada yang mengingkarinya, dan akan dimasukkan kedalam golongan orang-orang dzolim yang menghalangi tegaknya Khilafah.

Tegaknya Khilafah ini pasti akan terjadi, waktunya semakin dekat. Ini adalah pasti. Salah satu indikasinya adalah semakin represifnya kumpulan orang-orang dzolim terhadap perindu Khilafah. Semakin jahatnya makar orang-orang dzolim terhadap pecinta Khilafah. Persekusi dan monsterisasi terhadap Khilafah semakin tajam. Larangan tentang pembicaraan ide Khilafah semakin getol dilakukan oleh orang-orang dzolim, bahkan orang-orang dzolim ini sampai hati untuk menangkap, memenjarakan bahkan membunuh orang-orang yang mencintai Khilafah. Padahal Khilafah adalah ajaran Islam, yang Rasulullah Muhammad SAW mengajarkannya kepada para sahabat dan umatnya.

Artinya membenci ide Khilafah sama dengan membenci ajaran Islam. Membenci ajaran Islam sama dengan membenci Rasulullah Muhammad SAW yang mengajarkannya. Membenci RasulNya sama dengan membenci Allah SWT yang mengutusnya. Maka para pembenci ide Khilafah adalah kumpulan orang-orang dzolim yang terwesternisasi yang membenci Allah SWT dan RasulNya. Naudzubillah.

Maka tidak akan pernah beruntung orang-orang yang membenci, mempersekusi dan mengkriminalisasi ide Khilafah. Tersebab seolah mereka berusaha untuk menghalangi terbitnya matahari. Akan sia-sia dan hanya berkontribusi pada tumpukan dosa dan dosa saja.

Karena itu, daripada energi habis terbuang percuma hanya memikirkan bagaimana menghalangi terbitnya matahari. Lebih baik mempersiapkan diri menyambut terbitnya matahari tersebut. Karena terbitnya matahari adalah sebuah kepastian peristiwa selama bumi ini berputar.

Maka benarlah apa yang telah dilakukan oleh para pecinta Khilafah, walaupun baru sekedar unjuk gigi dalam sebuah trending topik dimedia sosial dan bentangan bendera Islam Al-Liwa dan Ar-Royya. Dengan terus menerus secara konsisten kembali memperkenalkan dan mengingatkan tentang Khilafah kepada umat manusia yang memiliki sifat lupa, dengan caranya yang sangat elegan seperti Rasulullah SAW tanpa kekerasan dan pemberontakan, apalagi angkat senjata. Mereka hanya menyampaikan dengan lisan, dengan ucapan, dengan hujjah yang faktanya sampai hari ini tidak bisa dibantah. Karena memang seperti itulah Rasulullah Muhammad SAW mengajarkannya.

Maka bergabung dalam barisan pecinta Khilafah dan ikut menyuarakannya adalah pilihan yang tepat, dan dapat menjadi indikator kekuatan keimanannya. Tersebab halangan dan rintangan yang mereka peroleh begitu besar, mereka akan berhadapan dengan kumpulan orang-orang dzolim yang juga kuat tekad untuk membungkamnya yang akan mengerahkan segala daya upaya untuk membungkamnya. Perang antara pecinta Khilafah dan orang-orang dzolim akan senantiasa berlangsung sepanjang sejarah manusia. Tersebab orang-orang dzolim tersebut selamanya tidak akan pernah ridho dengan Khilafah, sebuah sistem yang mampu menghentikan tindak pelaku kezaliman.

Berbahagialah para perindu dan pecinta Khilafah. Tersebab mereka masuk kedalam golongan orang-orang beruntung, yang langkahnya pasti dan mantap, tersebar mereka tidak mudah tergiur oleh uang dan jabatan serta iming-iming dunia yang sangat fana. Mereka bergerak untuk membuktikan bahwa janji Allah SWT dan kabar gembira Rasulullah Muhammad SAW adalah benar dan pasti terjadi, tersebab satu persatu kabar Rasulullah SAW terbuktikan dan terwujud, yang mampu semakin mengokohkan keimanan dan keyakinan para pecinta dan perindu Khilafah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *