Setiap yang Ditakdirkan Tak Pernah Mengingkari

Spread the love

Judul buku      : Setiap Hari Ada Rezeki Baru Untukmu

Pengarang       : Arafat

Penerbit           : KMO Indonesia

Tahun Terbit    : 2020

Cetakan           : ke-1

ISBN               : 978-623-7737-43-8

Jumlah halaman: 147 halaman

Harga              : Rp 98.000

Peresensi         : Euis Hamidah

“Sesungguhnya rezeki senantiasa bergerak mencari seorang hamba, sebagaimana ajal mecarinya.” (hal. 27)

 

Segala sesuatu yang menetap dan berjalan di atas muka bumi sudah pasti dijamin rezekinya oleh Sang Maha Pencipta. Sebagaimana yang difirmankan dalam QS. Hud ayat 6, yang artinya : “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).

Jadi, apa itu rezeki?

Rezeki adalah segala hal yang telah Allah berikan kepada kita dan dinikmati sampai habis oleh kita. Esensi rezeki bukan hanya terletak pada harta. Namun, keluarga yang harmonis, ibadah yang khusu’, waktu luang untuk menuntut ilmu, tubuh yang sehat kuat, teman yang mengingatkan akan kebaikan itulah hakikatnya rezeki, keberkahan umur, keberkahan ilmu, dan segala hal yang terjadi pada hidup ini sampai hal terkecil pun itu adalah rezeki. Jadi, patokan rezeki bukanlah hal-hal yang realistis apalagi matrealis (harta). Karena setiap orang punya rezekinya masing-masing. Dan setiap rezeki yang sudah dicatat dan ditakdirkan untuk kita tidak akan pernah mengingkari kita dengan yang lain. Anak yang dilahirkan dalam satu rahim yang sama pun memiliki rezeki masing-masing yang berbeda.

Buku “Setiap Hari Ada Rezeki Baru Untukmu” memiliki warna dasar cover yang sederhana dan juga ilustrasi gambar yang cukup sederhana. Namun, terdapat rangkaian kata (judul) yang sangat bermakna. Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi unik nan sederhana karya Manqing Jin dan peribahasa arab sebagai pemisah dalam setiap bab. Kertas yang digunakan pun ringan, sehingga dengan jumlah halaman 147 halaman tidak terlihat tebal. Kata-kata yang digunakan adalah bahasa yang biasa digunakan sehari-hari, sehingga kita dimudahkan untuk mencerna maksud kalimat tersebut. Selain itu, pokok pembahasan pun dibuat seringkas mungkin tidak bertele-tele namun langsung mengena ke poin yang dimaksud, panjang paragraph dibuat bervariasi. Tidak semua panjang atau pendek, sehingga membuat mata tidak cepat lelah ketika membaca. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan analogi-analogi dan cerita pendek yang membantu kita dalam memhami pesan yang dimaksudkan oleh penulis.

Semua tentang rezeki pada buku ini dibagi ke dalam 7 bab, dimana masing-masing terisi dengan paling sedikit 3 judul dan paling banyak adalah 4 bab. Pada bab pertama, kita diajak untuk mengenal diri kita pada judul pertama, dimulai dari memfokuskan pikiran dan tubuh pada apa yang sedang dikerjakan saat ini. Kemudain berlatih seni melihat segala objek yang dilihat oleh mata tanpa menilai secara langsung. Karena kita bukan hakim atau seorang penilai yang harus menilai segala sesuatunya baik atau buruk. Dan yang terakhir di bab pertama ini adalah merayakan hari raya. Hari raya mingguan yang Allah SWT berikan kepada Ummat Islam adalah hari Jumat. Ada salah satu amalan yang disunnahkan di hari jumat, seperti membaca Surat Al-Kahfi, yang di dalamnya mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur. 

“Hidup jangan seperti autopilot, badan saja yang beraktivitas tanpa jiwa.” (Hal.10)

            Pada bab kedua, kita diajak untuk mengenal dunia kita. Terdapat tiga pertanyaan yang diajukan yang tanpa disadari kita sering lupa akan 3 hal tersebut. Pertama, siapa orang yang penting? Tentu saja adalah orang yang saat ini sedang bersama denganmu, hargai mereka, sayangi mereka, kasihi mereka dengan tulus. Kedua, kapan waktu yang paling berharga? Waktu yang paling berharga adalah saat ini, waktu dimana diri kita dapat melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat, karena kita tak pernah tahu kapan waktu kita akan Allah SWT ambil. Dan yang ketiga, di mana tempat yang paling istimewa? Jawabnya adalah di sini, di tempat kita melakukan aktivitas yang sedang dilakukan saat ini. Dalam hidup terdapat sebuah rumus ajaib, yang jika kita lakukan dapat menjadi bahaya bagi kita, yaitu bahaya orang lain (tanggapan negative orang lain) yang kemudian kita respon, maka akan terjadi sebuah masalah. Dan apa yang di luar batas kendali kita tidak dapat kita kontrol ataupun cegah. Namun, yang terdapat dalam diri sendirilah yang dapat kita kontrol atau kendalikan.

            Pada bab ketiga, kita diajak mengenal tentang pasangan kita. Cinta yang terkadang membingungkan menjadi masalah yang kerap kali muncul dalam hidup. Apakah kita boleh mendoakannya tau tidak, semua sesuai dengan kondisi orang yang bertanya. Namun apapun nanti yang terjadi, tetap saja hasilnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Namun, ingat! Tidak ada doa yang sia-sia ketika dilangitkan. Karena Allah Mahatahu segalanya. Kemudian terdapat dua pilar cinta yang dapat membuat hubungan dengan pasangan akan langgeng. Pertama, jangan salih menyalahkan. Karena taka da satupun manusia di bumi ini yang senang ketika disalahkan. Kedua, memulai dari diri sendiri apa yang ingin dilakukan oleh pasanganmu kepadamu, atau memberikan contoh ketika kita ingin dipuji maka mulailah untuk memuji pasangan kita terlebih dahulu.

            Pada bab keempat, kita diakan mengenal tentang keluarga kita. Ketika materi (harta) menjadi ukuran kemewahan/derajat sebuah keluarga, namun terkadang keharmonisan dan kehangatan dalam keluarga tersebut yang kurang. Terkadang ada saja masalah yang terjadi dalam rumah, maka luangkanlah waktumu untuk keluargamu. Karena setiap harta memiliki harganya sendiri. Hidup layaknya sebuah film yang memilik banyak alurnya, maka hiduplah sesuai dengan skenario yang sudah di atur oleh-Nya. Semua yang dilakukan saat ini sedang di rekam dan di akhirat nanti kita akan lihat bagaimana hasil rekaman tersebut.

            Pada bab kelima, kita diajak mengenal tentang sahabat kita. 1 sahabat yang memotivasi akan lebih baik daripada 10 orang yang menghujat, sama halnya dengan satu kuntum bunga akan lebih baik dibanding 10 daun yang mengelilinginya. Terdapat satu fakta yang dirahasiakan oleh semua orang, yaitu ketika melihat-lihat sesuatu di sosial media maka kita tidak akan lebih dari 5 detik melihatnya, kemudian dilupakan. Maka, tidak usalh berlebihan tentang apa yang orang lain pikirkan padamu. Bisa jadi mereka justru tidak memikirkan kamu. Bukankah mereka punya banyak teman? Dan siapa tahu sebagain besarnya lebih penting kamu. (hal. 97)

            Pada bab keena, kita akan diajak mengenal tentang pekerjaamu. Sehebat apapun kamu sekarang melakukan suatu pekerjaan, semua tidak luput dari proses pembiasaan yang kamu lakukan. Dalam melakukan sesuatu terkadang orang memberikan pujian dengan mengatakan “Itu Bagus”. Bisa saja bukan bermaksud memuji, namun mereka hanya senang mengatakan itu sama halnya seperti Ibu Bagus. Ketika melakukan suatu pekerjaan, cobalah untuk berkarya. Teruslah berusaha untuk menghasilkan karya terbaikmu dalam pekerjaan tersebut.

“Siapa yang berhenti menghasilkan karya, berarti sudah tua mesikpun ia masih muda; dan siapa yang terus menghasilkan karya, berarti masih muda meskipun ia sudah tua”. (Hal. 115)

            Pada bab terakhir, kita akan diajak mengenal masalah kita. Setiap masalah yang terjadi dalam hidup akan kalah jika melawan waktu. Semua masalah akan selesai beriring berjalannya waktu. Manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan sangat sempurna. Oleh karena itu, manusia adalah makhluk rasa. Apa yang sedang dijalani pasti membawa banyak rasa, seperti senang, sedih, capek, dll.

            Jadi, setiap apa yang ditakdirkan oleh Allah bagi kita tentu tidak akan pernah mengingkari. Jangan pernah takut tak terbagi, karena semua sudah ada takarannya tersendiri. Tak perlu merisaukan rezeki di hari esok, cukup jalani hari ini. Karena yakinlah, Allah sudah memberikan rezeki untuk esok pagi. Buku ini dapat dijadikan bahan referensi tentang pandangan rezeki bagi semua kalangan. Rezeki bukan hanya sebatas materi. Namun, hakikatnya semua yang kita pakai, kita rasakan, dan kita syukuri itu adalah rezeki. So, buruan baca!