Sistem Khilafah Merusak; Mana Buktinya?

Spread the love

Oleh : Tri Silvia

(Pemerhati Perpolitikan Umat)

 

#MuslimahTimes — Pernyataan kontroversial kembali mencuat. Kali ini dari bapak Menkopolhukam Mahfudz MD yang mengatakan bahwa ajaran khilafah bersifat merusak, dalam arti merusak tatanan bernegara yang telah lama digunakan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Mahfud usai menerima kunjungan perwakilan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI). “Sistem khilafah yang sekarang ditawarkan sebenarnya itu agendanya merusak,” ujar Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat (kumparan.com, 3/1/2020).

Apa yang diungkapkan oleh Mahfud MD adalah ungkapan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tanpa bukti yang jelas, ia mengatakan bahwa sistem Khilafah bersifat merusak dan para pengusungnya telah mengadu domba umat Islam. Naudzubillah. Sebenarnya kejadian tersebut bukan sekali dua kali ini terjadi. Berkali-kali rezim melancarkan fitnah dan tuduhan terhadap ajaran Khilafah dan kaum muslimin pendukungnya. Hal tersebut dilakukan semenjak istilah ini makin populer dan menarik perhatian masyarakat. Bermacam-macam tuduhan dilancarkan, mulai dari perkataan bahwa khilafah bukan berasal dari ajaran Islam; pembubaran ormas yang mendukung khilafah; tuduhan radikal, sesat, bahkan makar pada para pengusungnya hingga usaha demonisasi atasnya (pernyataan Mahfud MD kali ini termasuk salah satunya).

Materi tentang khilafah telah lama diajarkan di pesantren-pesantren Indonesia, baik tradisional maupun modern. Materi tersebut tercatat dalam kitab-kitab klasik ulama terdahulu yang masih digunakan dan dipelajari hingga saat ini. Dan selama materi itu diajarkan kepada para santri dan lainnya, tidak pernah ada masalah yang muncul. Lalu kenapa materi ini dipermasalahkan sekarang? Jika dikatakan para pengusung khilafah ini berusaha untuk melakukan adu domba, siapa dombanya dan apa tujuannya? Bukankah seharusnya tuduhan yang datang setelah sesuatu itulah yang seharusnya dicurigai sebagai upaya mengadu domba umat?

Jauh sebelum kitab-kitab klasik itu ditulis, ajaran tentang khilafah telah ada dari masa nabi Muhammad SAW, dan tercatat dalam Alquran, pun hadits Rasulullah SAW. Penerapannya bahkan telah dicontohkan, sejak wafatnya Rasul yang digantikan para Khulafaur Rasyidin hingga masa berakhirnya Daulah Islam pada 1924 M di tangan Mustafa Kemal Ataturk laknatullah alaih. Total hampir 13 abad lamanya Islam berkuasa dengan sistem Khilafah sebagai bentuk pemerintahannya. Selama kurun waktu tersebut tak ada sistem pemerintahan lain yang diterapkan dunia Islam kecuali Khilafah. Jika dikatakan merusak, dimana letak perusakannya? Dan apa yang dirusak?

Khilafah sejatinya adalah sebuah sistem pemerintahan yang menjadikan Islam sebagai asas atau dasar pengaturan kenegaraan. Dengan dipimpin oleh seorang Khalifah dan semangat menyebarkan Islam, wilayah kekhilafahan pun semakin berkembang. Sejak kemunculannya, Islam terus menyebar hingga menutupi hampir 3/4 dunia pada masa Kekhilafahan Utsmani. Kedaulatannya pun tidak diragukan lagi, seluruh dunia mengakui bahwa Daulah Khilafah memiliki peran besar dalam konstelasi dunia dan upaya mencerahkan peradaban dunia.

Kiprahnya di nusantara pun tak bisa pungkiri. Kekhilafahan memiliki andil besar untuk menyatukan nusantara melalui kesultanan-kesultanan yang dibentuk atas inisiasi para wali utusan kekhilafahan Turki Utsmani (sebut: wali songo). Armada laut Kekhilafahan Turki Utsmani pun seringkali membantu kesultanan-kesultanan yang ada di Nusantara untuk mengusir penjajah portugis dari negerinya. Pun terkait dengan dakwah keislaman yang dilakukan di nusantara, itupun tak luput dari hasil jerih payah para wali utusan Khalifah yang berkuasa saat itu. Bagaimana bisa sistem yang semacam ini disebut sebagai sistem yang merusak?

Teringat kisah hijrah Rasul dari Makkah ke Madinah. Penduduk Madinah yang kala itu menyambut Rasul dengan gembira, nyatanya jauh berbeda dengan sebelum datangnya Islam. Keadaan Madinah kala itu terpecah belah. Ada dua suku disana yang terus saling berseteru, Aus dan Khajraj. Islam kemudian datang mendamaikan, semua bersatu menjadi umat Islam yang mukhlis dengan sebutan anshor. Kaum inilah yang kemudian Rasul persaudarakan dengan para sahabat yang berasal dari Makkah yang disebut muhajirin. Mereka bersaudara dengan ikatan akidah dan pengaturan kenegaraan. Dengan kata lain, Islam sungguh bersifat menyatukan tidak mengandung kekerasan apalagi pengrusakan.

Sungguh Islam adalah agama yang sempurna. Di dalamnya tertera berbagai aturan yang mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem pemerintahannya yang dikenal dengan sebutan khilafah. Menolaknya adalah haram dan membuat-buat fitnah bahkan makar atasnya adalah kecelakaan besar. “Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Al-Baqarah : 85)

Wallahu A’lam bis Shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *