Statement Pengkhianatan Salah Tujuan?

Spread the love

Oleh: Hana Rahmawati

(Member Revowriter Tangerang)

 

#MuslimahTimes — Di tengah gelombang demonstrasi mahasiswa kemarin, salahseorang menteri menyambangi PKN STAN dalam acara Dinamika (studi perdana memasuki kampus) bertema ‘Kebudayaan Indonesia’. Ia berpesan kepada mahasiswa STAN untuk tidak mengkhianati negara. Menurutnya, para mahasiswa yang bersekolah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tersebut di biayai oleh negara yang berasal dari rakyat. Sehingga tidak ada alasan untuk menjadi pengkhianat negera.

Peringatan menteri tersebut kepada para mahasiswa di STAN menarik untuk ditelisik lebih dalam ditengah padatnya aksi demomstrasi mahasiswa di berbagai daerah Indonesia. Pasalnya, netizen yang nengamati hal tersebut justru menilai ini adalah upaya untuk menekan gelombang demonstrasi para mahasiswa yang mengkritisi kebijakan salah dari pemerintah. Mereka mempertanyakan apakah demonstrasi termasuk ke dalam pemgkhianatan kepada negara? Jika sekolah dibiayai oleh dana yang berasal dari uang rakyat, mak seharusnya adalah wajar ketika mahasiswa mewakili rakyat dalam menyampaikan suaranya kepada pemerintah.

Namun agaknya sang menteri yang merupakan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu telah mempunyai sikap tegas terkait hal ini. Dua tahun lalu ia pernah mengatakan, mahasiswa STAN akan berhadapan langsung dengannya apabila berniat ikut demo. Hal ini disampaikannya pada saat kuliah umum di STAN, april 2017. Kala itu, Kemenkeu berhasil meredam potensi gerakan unjuk rasa yang melibatkan STAN, karena memang institusi ini berada langsung dibawah naungan kementerian tersebut (www.vice.com 30/9/2019).

Statement mengenai mahasiswa sebagai pengkhianat negara hanya karena melakukan aksi unjuk rasa memprotes kebijakan yang salah dari pemimpin bangsa sebenarnya bukanlah statement yang dapat dibenarkan. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki rasa peduli yang besar terhadap bangsa dan negaranya. Sehingga mereka akan tergerak untuk menyuarakan ketidaksetujuan terhadap berbagai keputusan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Begitu pula statement mengenai mahasiswa tidak boleh menjadi pengkhianat negara dengan aksinya karena mereka sekolah dibiayai oleh negara adalah kurag tepat. Karena pada faktanya para mahasiswa tersebut juga mengeluarkan uang sendiri dalam membiayai keperluan perkuliahannya, seperti buku dan berbagai keperluan penelitian dalam menunjang perkuliahan.

//Pengkhianatan Sistematis Produk Kapitalis//

Sejatinya tidaklah pantas pelarangan dalam menyuarakan aspirasi rakyat yang selama ini bisa dilakukan oleh para mahasiswa justru dibungkam dengan alasan yang tidak bisa di benarkan. Karena semestinya statement-statement di atas cocok untuk ditujukan kepada para koruptor yang menjadi kaki tangan asing dan aseng dalam menguasai kekayaan alam negara yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat. Maka para koruptorlah yang telah mengkhianati rakyat dengan merampas uang rakyat dan segala sumber daya nya. Bukan mahasiswa! 

Robert klitgaard dalam bukunya ‘Membasmi Korupsi’ mengatakan ada empat dimensi akibat korupsi: Pertama, Inifisiensi. Terjadinya pemborosan sumber-sumber, menciptakan keburukan-keburukan umum dan mengacaukan kebijakan. Kedua, Distribusi. Mengaloksikan kembali sumber-sumber kepada kaum kaya dan penguasa ataupun kepada orang-orang yang mempunyai kekuasaan monopoli.

Ketiga, Insentif-insentif. Mengacaukan tenaga pegawai dan warga negara kearah usaha mencari upah korupsi yang secara sosial tidak produktif, menciptakan resiko dan mendorong langkah-langkah pencegahan yang tidak produktif. Keempat, Politik. Menimbulkan alienasi dan sinisme masyarakat serta menciptakan ketidakstabilan masyarakat. 

Sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini justru mendukung bahkan melahirkan berbagai macam tindak korupsi. Karena dalam sistem kapitalisme, uang menjadi komoditas paling penting sehingga mereka yang berada dalam jerat sistem kapitalis ini akan terus berupaya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya meski harus memeras rakytnya sendiri. Ini merupakan bahaya besar bagi suatu negara.

Pengkhianatan tak harus selalu diartikan berkhianat hanya dalam perang fisik. Koruptor adalah para pengkhianat bangsa yang sangat berbahaya. Indonesia tengah dihadapkan oleh pengkhianatan besar tersebut. 

“…Sekali orang berjiwa pengkhianat, di akan terus menjadi pengkhianat seumur hidupny.” Bennito Musollini dalam perang dunia II.

Inilah pengkhianatan sesungguhnya yang justru dilakukan oleh oknum politikus itu sendiri. Jumlahnya tidaklah sedikit, teramat banyak di negeri ini. Dalam praktek korupsi, sebenarnya ia tidak hanya sedang mengkhianati janjinya, tetapi ia juga sedang mengkhianati sumpahnya, Tuhannya, bahkan rakyatnya sendiri. Inilah pengkhianatan yang seharusnya tegas diberi peringatan bahkan dikenai sanksi hukuman.

//Islam Solusi Terbaik Kehidupan//

Para pemuda adalah aset terbesar bagi suatu peradaban. Pendidikan terbaik adalah jalan mencetak generasi pemuda penuh harapan. Seharusnya bukanlah ancaman atau penyematan negatif pada diri mereka. Karena setiap apapun tindakan yang salah dan dikritisi oleh mereka itu menandakan para mahasiswa tersebut telah mampu membedakan mana kebaikan dan keburukan.

Siapapun dan apapun jabatan, sejatinya menerima kritik dan saran adalah suatu kewajaran bahkan bentuk kepedulian orang lain terhadap kita. Sesungguhnya Allah telah mengatakan dalam firmannya dalam surat Al-‘Asr:

“Demi Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

 Bahkan dalam pidato kenegaraan pertamanya, Abu Bakar berpesan, “Saudara-saudara, aku telah diangkat menjadi pemimpin bukanlah karena aku yang terbaik di antara kalian semuanya, untuk itu jika aku berbuat baik bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskanlah aku. Sifat jujur itu adalah amanah, sedangkan kebohongan itu adalah pengkhianatan. ‘Orang lemah’ di antara kalian aku pandang kuat posisinya di sisiku dan aku akan melindungi hak-haknya. ‘Orang kuat’ di antara kalian aku pandang lemah posisinya di sisiku dan aku akan mengambil hak-hak mereka yang mereka peroleh dengan jalan yang jahat untuk aku kembalikan kepada yang berhak menerimanya. Janganlah di antara kalian meninggalkan jihad, sebab kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Patuhlah kalian kepadaku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika aku durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada kewajiban bagi kalian untuk mematuhiku. Kini marilah kita menunaikan Shalat semoga Allah Subhanahu Wata’ala melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua.”

Maka, aktivitas muhasabah terhadap penguasa merupakan bagian dari syariah Islam yang agung. Dengan muhasabah, tegaknya Islam dalam negara akan terjaga. Ketika Islam tegak, pasti akan berdampak pada kebaikan sebuah negeri. Seorang pemimpin yang beragama Islam harusnya tak perlu alergi kritik. Terlebih jika sampai membungkam para aktivis.[]

Wallahu a’lam bis shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *