Tampang Oke, Otak Punya, Attitude Masih Ada?

Spread the love

Oleh. Fathiya Puti Khaira
(Siswi SMA Durrotul Ummah, Tangerang)

Muslimahtimes.com–Hi, Friends! Apa kabar hari ini? Hati, otak, jiwa, raga, aman semua kah? Pernah ada yang dengar pantun ini ga, Friends?

Bang Bewok suka bertanya
Suka juga main ke Ramaya
Otak sih oke punya
Eh, tapi attitude gak tau kemana.

Jujur nih, sebagai hamba muda yang keseringan dusta, kamu tersindir nggak, Friends? Otak sih oke, prestasi dapet, pinter iya, eh tapi gak punya sopan santun, kalo ngomong asal nyeblak, kalo salat asal pake mukenanya aja, kalo makan asal kenyang, kalo hidup asal seneng aja. Ada yang begitu? Ada yang merasa?

Hm.. Kayaknya sih Friends, banyak banget hamba muda zaman sekarang yang lebih mentingin nilai A di kertas daripada A di mata manusia sekitar dan di mata penciptanya sendiri. Banyak yang kebut-kebutan belajar sampe hari fajar, les sana-sini k esana-kemari, untuk meraih prestasi yang membanggakan, katanya.
Tapi, apa prestasi di kertas saja, cukup? Apa jadi ranking 10 besar saja cukup untuk menghantarkan kita ke surga? Apa dengan nilai matematika sempurna, semua dosa musnah begitu saja? Ya, we need more. Kita butuh lebih dari nilai di atas kertas, Friends. Kita butuh lebih dari otak yang cemerlang. Kita butuh dunia yang lebih besar dari ruang kelas sumpek karena kebanyakan muridnya. Kita butuh yang lebih jauh. Kita butuh yang lebih nyata, daripada coretan tinta di atas kertas. Kita butuh kejujuran, bukan pencitraan. Kita butuh prestasi abadi yang kalo kita lulus, prestasi itu gak bakal kelelep walau udah bertahun-tahun lamanya kita mengukir prestasi itu. Pertanyaannya, emang ada? Kalo mau yang abadi, berarti jangan ngejar yang ada di dunia aja. Sebab dunia sendiri, akan habis masanya untuk kita lewati.

Kita butuh yang ngelewatin batas dunia, kita butuh prestasi hidup untuk mengejar akhirat, prestasi ibadah, prestasi dalam berlaku sopan kepada semua manusia, dan prestasi selalu taat sebagai hamba Allah yang mulia.

Dalam surat Ali Imran ayat 190-191 Allah bilang, “Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kaluasan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berpikir.”

Tuh Friends, Allah tuh nyiptain akal untuk berpikir. Kalau mau tau kehebatan Allah, ya mikir. Kalau mau tau kekuasaan Allah, ya mikir. Kalau mau tahu tentang ciptaan Allah, juga harus mikir. Jadi akal kita terlalu sia-sia kalo cuma untuk mikirin nilai doang, Friends. Akal kita itu amat berharga, terlalu murah rasanya kalau sekadar untuk memperjuangkan nilai di atas kertas yang ujung-ujungnya cuma bakal dilihat sama guru dan keluarga.

So, kenapa harus membatasi kalo kita bisa jadi yang lebih dari ini? Kenapa harus diam, kalo bisa lanjut terus? Kenapa harus mencukupkan, kalo kita sendiri belum kenyang? Hidup kita lebih berarti daripada buku-buku tebal yang ada di atas meja belajarmu itu, Friends. Hidup kita lebih besar dari dunia ini, dan janji Allah bagi orang yang bertakwa lebih besar lagi daripada langit dan bumi. Jadi, tunggu apa lagi? Kejar prestasi itu penting, tapi kejar rida Allah, itulah hal yang paling penting! Oke tampangnya, bijak otaknya, diridai Allah attitudenya! Kuy, lomba jadi yang terbaik di segala aspek!