THE REAL SANTRI

Spread the love

Oleh. Hanif Eka Meiana

#MuslimahTimes –– Topic santri yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat saat ini bukan karna definisi santri itu sendiri melainkan karena munculnya film yang berjudul The Santri yang kontroversi. Namun pembahasan Kajian Annisa kali ini bukan untuk mengupas film tersebut melainkan untuk memaparkan definisi santri yang sesungguhnya.

Bertempat di Masjid Gede Kauman pada hari Ahad, 06 Oktober 2019, peserta mulai hadir pada pukul 08.00 WIB. Sembari menunggu peserta yang hadir, host acara yakni Annisa Widayati, S.PT membuka acara tepat pada pukul 08.30 WIB. Peserta diajak untuk memahami bagaimana sosok seorang santri yang sesungguhnya. Bahwa santri adalah seseorang yang mempelajari kitab suci dan mendalami agama Islam. Pada pukul 08.37 WIB acara dilanjut dengan pembacaan kalam ilahi oleh Ustadzah Aida dan setelahnya ada pemutaran video terkait dengan sosok seorang santri. Materi disampaikan oleh Ustadzah Nur Barozah, S.P pada pukul 08.47 WIB.

Ustadzah Nur Barozah menyampaikan kata santri berasal dari Bahasa sansekerta yakni ‘Sastri atau Cantri’ yang artinya orang yang mempelajari kitab suci. Kalau di Jawa disebut sebagai santri. Definisinya adalah orang yang mempelajari Ilmu dan mengamalkannya secara menyeluruh dan dibimbing oleh seorang ustadz atau kiai. Ustadzah menyampaikan realitas seorang santri ada 2, diantaranya yaitu : santri pondok dan santri kalong.

Santri pondok adalah santri yang menetap atau tinggal di pondok. Santri kalong adalah orang yang belajar agama tetapi saat pagi atau hendak malam ia kembali pulang. Mereka biasanya adalah orang yang tinggal di sekitar pondok. Disamping itu adapula yang disebut dengan santri terbang yaitu orang atau mahasiswa yang belajar di pesantren pada saat libur kuliah. Setelah selesai maka mereka akan kembali pulang.

Seorang santri itu belajar sekaligus mengamalkan ajaran Islam serta meneladani Rasul SAW. Hal ini sesuai dengan QS. Al Ahzab ayat 21.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Disamping itu seorang muslim memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu sesuai dengan QS. Al Mujadilah ayat 11 yang artinya : Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Selanjutnya, Ustadzah menyampaikan gambaran kehidupan seorang santri, diantaranya yakni :

  1. Shalat Berjamaah
  2. Membaca dan menghafal Al Qur’an
  3. Menutup aurat
  4. Terpisah antara laki-laki dan perempuan
  5. Tidak ikhtilat (campur baur)
  6. Tidak Tabarruj (tidak menampakkan perhiasan dan kecantikan kepada laki-laki yangbukan mahram
  1. Mempelajari Tsaqofah Islam secara keseluruhan
  2. Identik dengan orang yang berakhlaq tinggi (hormat kepada guru, jujur, tolong menolong, sopan santun)
  1. Beramar ma’ruf nahi munkar
  2. Santri merupakan sosok yang berkepribadian Islam (berpikir, berpendapat dan berbuat sesuatu harus mengacu pada Aqidah Islam)

 

Setelah memaparkan bagaimana kehidupan santri, ustadzah menyimpulkan bahwa bukan hanya santri saja yang harus berkepribadian Islam melainkan wajib atas setiap kaum muslim karena apapun yang kita lakukan kelak akan dihisab oleh Allah SWT. Tepat pada pukul 09.28 WIB, host memberikan kesempatan kepada Mbak Azizah dan Mbak Maulina untuk memberikan testimoni pengalamannya saat menjadi santri dan bagaimana setelah terjun di masyarakat. Menarik untuk difahami dari testimoni keduanya bahwa keadaan masyarakat saat ini jauh dari kehidupan seorang santri. Walaupun sama-sama memiliki kewajiban sebagai seorang muslim namun kehidupan sehari-harinya jauh dari ketaatan pada syariat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sekaligus pembagian doorprize dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadzah Arifah Maya. Alhamdulillah sekitar 118 peserta yang hadir dalam kajian Annisa kali ini. Semoga kajian kali ini memberikan manfaat bagi peserta dan menjadikan peserta selalu istiqomah dalam mengkaji Islam lebih dalam. In Syaa Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *