Virus Mewabah Saatnya Muhasabah

Spread the love

Oleh: Muflichatin El Rochimy

Muslimahtimes– Akhir-akhir ini dunia sedang disibukkan dan dihantui rasa ketakutan yang luar biasa karena adanya pandemi Corona (Covid -19). Bagaimana tidak, sejak akhir tahun 2019 hingga maret 2020 saja sudah ada 200 negara yang melaporkan kasus covid-19. Seperti yang telah dilansir oleh CNNIndonesia, jumlah kasus positif virus Corona di seluruh dunia hingga hari ini, Senin (30/3), mencapai 720.000 orang dengan angka kematian sebanyak 33.905 jiwa, dan 150.918 pasien dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data terbaru situs pelaporan online Worldometer, Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus infeksi terbanyak yaitu 141.732, dan jumlah korban meninggal dunia mencapai 2471 jiwa. Sementara Italia berada di peringkat kedua dengan jumlah kasus sebanyak 97.689, dengan angka kematian tertinggi, yaitu sebanyak 10.779 jiwa. Dan Tiongkok (China), asal mula virus ini terdeteksi ada sekitar 81.439 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 3300 jiwa. Ini menjadikan China menjadi urutan ke tiga dengan jumlah kasus terbanyak di seluruh dunia.

Sementara di Indonesia virus ini pertama kali terdeteksi pada (2/3) seperti yang telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (merdeka.com), setelah sebelumnya dengan percaya diri Menteri Koordinator Bidang Politik,Hukum dan Keamanan (Menko PolHuKam), Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah memastikan virus Corona belum menjangkiti Indonesia (25/2), TribunPapua.com. Tapi kenyataannya, seperti dilansir oleh CNNIndonesia di Indonesia sudah ada 1.414 kasus, dengan jumlah kematian mencapai 122 jiwa dan 75 pasien dinyatakan sembuh. “Penambahan konfirmasi kasus positif mencapai 129 orang”, kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto dalam keterangan persnya di gedung BNPB Jakarta, Senin (30/3).

Menurut WHO Coronavirus bisa menyebar melalui tetesan kecil yang keluar dari hidung atau mulut ketika bersin atau batuk. Tetesan itu kemudian mendarat di benda atau permukaan yang disentuh oleh orang sehat. Itulah sebabnya mengapa Covid-19 ini cepat menyebar dan menginfeksi banyak manusia.

Coronavirus atau virus Corona pertama kali di terdeteksi di China tepatnya di Kota Wuhan provinsi Hubei. Diduga virus ini ditularkan lewat binatang. Sudah bukan rahasia lagi bahwa di China negeri yang berideologi Sosialis-Komunis, masyarakatnya suka memakan berbagai jenis  hewan ,mulai dari kelelawar, ular, anak tikus, dan lain-lain. Bahkan orok bayi pun dimakan. Tidak tanggung-tanggung selain memakan dalam bentuk sup, ada dari mereka yang memakannya dalam keadaan mentah dan hidup. Astaghfirullahal’adzim. Sungguh kengerian dan kebiadaban yang luar biasa.

Padahal dalam Surat Al-Baqarah Ayat 168, Allah telah menjelaskan :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِوَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”. (Q. S. Al. A’raf : 157)

Sudah jelas bahwa dari sesuatu yang haram pasti akan mendatangkan kemudhorotan (bahaya). Kemudhorotan bagi diri sendiri dan orang lain adalah suatu hal yang  tidak dibenarkan dalam Islam. Sebagai seorang Muslim sudah seharusnya kita mengatur pola makan dan hidup kita. Semuanya harus sesuai dengan aturan agama. Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita mengambil ibroh dari musibah ini.

Lalu bagaimana sikap kita sebagai seorang Muslim menghadapi wabah Covid-19 ini?

  1. Perkuat keimanan kita

Yakin bahwa yang terjadi saat ini adalah atas kehendak Allah SWT. Mengimani bahwa ini semua adalah Qodla’ dari Allah SWT.

Dalam Al Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 210, Allah berfirman:

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

“Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan.”

  1. Melakukan ikhtiar yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Pada zaman Rasulullah SAW,pada suatu saat beliau pernah menginstruksikan kepada para sahabat pada masa itu untuk mengisolasi diri atau pada masa sekarang ini disebut dengan kebijakan “LOCKDOWN”.

Dalam Hadits disebutkan:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau berkata: “Jika kalian mendengar adanya tha’un di suatu daerah, maka jangan memasuki daerah tersebut; dan ketika kalian berada di dalamnya (daerah yang terkena tha’un), maka jangan keluar dari daerah tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wabah lepra dalam hadis tersebut hanyalah contoh dari masa lalu, wabah yang memakan banyak korban. Sama seperti pandemik virus corona yang telah memakan ribuan jiwa di seluruh dunia. Jadi hukum isolasi itu berlaku bagi semua wabah, termasuk wabah Coronavirus.

Dalam riwayat lain juga diceritakan :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَنِي أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَأَنَّ اللهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ ”

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anhu, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang masalah tha’un lalu beliau mengabarkan aku bahwa tha’un (penyakit sampar, pes, lepra) adalah sejenis siksa yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki dan sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum Muslimin dan tidak ada seorang pun yang menderita tha’un lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan mengharapkan pahala dan mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan karena Allah telah menakdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid”. (HR. al-Bukhari).

Jadi, sudah jelas LOCKDOWN adalah salah satu cara yang taktis, praktis dan strategis. Ini adalah satu-satunya cara mengurangi dampak penyebaran Coronavirus.

  1. Meningkatkan taqorrub kita kepada Allah  SWT.

Sebagai seorang Muslim saat terjadi musibah kita harus tetap berpikir positif ,mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunannya. Datangnya musibah adalah bentuk ujian yang Allah berikan agar kita senantiasa sabar dan tawakkal. Yakin bahwa semua ini datangnya dari Allah dan akan kembali kepadaNYA.

وَلَنـَبْلُوَنَّكُمْ بـِشَيْءٍ مِنَ الخَوْفِ وَالجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَلأَنْفُسِ وَالَّثمَرَاتِ قلى

وَبَشِّرِالصَّبِرِيْنَ (١٥٥) الَّذِيْنَ إِذَا أَصَبَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّالِلَّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ ر’جِعُوْنَ

 (١ه٦)  أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَتٌ مِّن رَّبِهِم وَرَحْمَةٌ صلى وَلَئِكَ هُمُ المُهْـتَـدُونَ (١٥٧)

Artinya:

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan  buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innalillahi Wa Innailaihi raajiuun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”,(QS. Al Baqarah : 155-157).

Oleh karena itu janganlah sekali-kali negara meremehkan penyebaran virus Covid-19 dengan tidak adanya tindakan yang tegas dan nyata, seolah membiarkan virus ini terus dan akan menerus memakan korban jiwa. Terus berikhtiar dan taat pada instruksi Rasulullah adalah tindakan nyata yg dapat memutus rantai penyebaran Coronavirus. Sudah saatnya kita introspeksi diri dan bermuhasabah. Mengapa semua ini terjadi. Apakah kita sudah terlampau jauh dari syari’atnya? Asik berlomba-lomba mengejar dunia yang fana?

Berbenah diri adalah kunci bangkit melawan virus corona,tinggalkan hukum buatan manusia, terapkan  hukum Islam yang telah terbukti mampu menyelesaikan segala bentuk masalah, termasuk adanya wabah. Hanya karena makhluk kecil bernama Coronavirus Allah tumbangkan segala bentuk kepongahan dan keangkuhan manusia. Sungguh Corona telah membuat manusia menjadi lemah tak berdaya. Kembalilah pada aturan NYA, Allah Yang Maha Segalanya, agar kita tak lagi merana.

Wallahu a’lamu bi ash shawaab.

(Visited 21 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *