Anak Lelaki Susah Dinasehati? Begini Caranya!

Spread the love

Oleh: Ulfa Ummu Fara

 

#MuslimahTimes –– Ananda sulit dinasehati? Bukan berarti ananda yang sulit menerima nasehat. Bisa jadi cara kita yang salah dalam menasehati. Mari kita cek kembali. Adakah nasehat kita lebih mirip dengan omelan panjang bak kereta api? Adakah kita menasehati dengan amarah berapi-api? Sudahkah kita mencurahkan perhatian. Melakukan sentuhan fisik. Melakukan kontak mata saat menasehati ananda? Atau menasehati sambil berlalu. Sibuk dengan urusan domestik yang tiada habisnya?

Moms, menasehati ada adabnya. Ada seninya. Menasehatilah dengan menyenangkan. Buat ananda merasa disayang. Bukan merasa dikuliti. Apa lagi diterkam. Perhatikan intonasi dan kecepatan berbicara. Terlebih jika anaknya laki- laki. Tahu dong bahwa lelaki tidak dapat menangkap kalimat yang terlalu panjang. Juga ucapan berkecepatan tinggi. Hanya membuang energi. Ternyata ananda tidak memahami.

Ayah, bunda. Menasehatilah dengan hati. Agar nasehat mudah diresapi. Jangan asal menasehati. Jangan sampai hati ananda terlukai.  Tentunya kita mengharapkan kebaikan untuk buah hati. Ingin apa yang kita sampaikan dapat ananda pahami. Berharap ananda tumbuh menjadi generasi sholeh berakhlak mulia serta menyejukkan hati. Mari perhatikan kembali cara kita menasehati. Sudahkah kita melakukan cara ini?

Pertama, nasehati ananda dengan cara yang ahsan. Allah berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik ….” (Qs. An Nahl: 125)

Ayat tersebut memerintahkan nabi Muhammad agar berdakwah dengan cara yang baik.  Lembut dan tegas. Cara ini juga dapat kita terapkan dalam proses mendidik anak. Menasehati ananda dengan hikmah.  Cara yang baik. Serta menyenangkan.

Kedua, nasehati secara empat mata. Seperti halnya kita. Ananda punya rasa malu. Menasehati ananda di keramaian akan membuat ia merasa dipermalukan.

Ketiga, nasehati sepenuh hati. Sentuh ananda. Pandang matanya. Perhatikan reaksinya. Hal ini membuat ananda merasa diperhatikan. Merasa nyaman. Merasa dihargai. Cara ini membuat ananda akan lebih mudah menerima nasehat yang kita berikan.

Keempat, menasehati melalui cerita. Berkisah pada ananda dapat menjadi pilihan kita menyampaikan nasehat. Bercerita membuat kita lebih leluasa. Tidak kaku. Ananda pun tidak akan merasa tegang. Kita dapat sekalian mengajak ananda berdiakusi. Dengan demikian menasehati akan terasa lebih menyenangkan. Bahkan seperti ngobrol dari hati ke hati.

Kelima, doakan selalu ananda. Moms, doamu amatlah sakti. Jangan lupa mohonkan kebaikan untuk buah hati pada sang penggenggam hati. Mintalah agar Allah lembutkan hatinya. Allah baguskan akhlaknya. Agar ananda tumbuh menjadi hamba Allah yang lembut. Lagi mudah menerima nasehat.

Moms, mari kita terus perbaiki diri. Perbaiki cara kita berkomunikasi. Gunakan seni menasehati. Agar tiada kesalah pahaman lagi. Agar nasehat kuat menancap di hati. Tetap semangat membersamai buah hati. Membimbing dan mendidik sepenuh hati. Semoga Allah senantisa memberkahi.  Menjadikan ini sebagai ladang ibadah kita menuju negeri abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *