Ayah Ideal Zaman Milenial

Spread the love

Oleh : Siti Rahmah

Ayah adalah sosok penting dalam keluarga, kepala keluarga yang di pundaknyalah tanggungjawab untuk keberlangsungan keluarga. Ayah adalah orang yang memiliki kewajiban memenuhi seluruh kebutuhan keluarganya sesuai dengan kemampuannya. Mulai dari kebutuhan materi (seperti Sandang, pangan, papan), kebutuhan pendidikan (mengajarkan agama, membentuk kepribadian Islam, memberikan bekal ilmu, dll), kebutuhan kasih sayang (bermain bersama, menciptakan kebahagian di rumah, rekreasi, Becanda, meluangkan waktu, dll) selain itu masih banyak peran ayah dalam keluarga.

Selain peran sentral tersebut, kedudukan dan fungsi ayah dalam keluarga tak kalah pentingnya. Di tangan ayah lah biduk perjalanan rumah tangga dikendalikan, mau dibawa kemana arah keluarganya, mau diwarnai corak apa anak dan istrinya, ini semua bergantung pada kebijakan yang diberlakukan ayah.

Jika seorang ayah yang dia memahami agama, mengetahui syariat, orang yang taffaquh fiiddin maka dia selaku nahkoda akan mengarahkan biduk bahteranya menuju ridhoNya Allah. Dia akan menjalankan fungsinya sebagai pemimpin (qowwam), yang harus memastikan seluruh anggotanya berada pada jalur yang seharusnya. Dia akan memberikan nafkah terbaik sesuai kemampuannya, dia akan bergaul baik dengan anak dan istrinya, dia pun akan memberikan pendidikan terbaik untuk anak dan istrinya.

Ayah seperti ini dia akan menjadi penjaga, pelindung bagi keluarganya. Dia tidak akan membiarkan anak dan istrinya mengalami kesulitan di dunia apalagi di di akhirat akan di jaganya dari api neraka. Dia tidak akan rela anak dan istrinya berkeliaran di luar tanpa penjagaan dari mata-mata liar pengundang bencana. Sebagai bentuk tanggung jawabnya dia akan membimbing anak dan istrinya untuk mentaati Allah dan RasulNya, Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim : 6)

Ayah yang bertanggung jawab ini tidak akan rela membiarkan anak dan istrinya berada pada jalur yang salah sehingga menjadi penyebab terperosoknya kedalam api neraka, Naudzubillah.

Ayah  Zaman Now

Hanya saja, fenomena saat ini seakan berbalik dengan gambaran yang diberikan Islam. Sulitnya mendapatkan ayah ideal, yang mampu menjalankan tanggung jawab sebagai mana seharusnya. Sehingga kasus fatherless pun terjadi pada generasi zaman now. Ada beberapa kriteria ayah zaman now yang berbahaya. Pertama, seorang ayah yang hanya berorientasi materi, sehingga dia habiskan waktunya untuk bekerja. Dia beranggapan materi adalah segalanya bahkan materi dianggap sebagai sumber kebahagian, sehingga di berlogika kebahagian keluarga bisa di dapat jika materinya tercukupi bahkan berlebih. Sampai – sampai bertemu anak istri saja sulit karena waktunya harus di habiskan di tempat kerja demi mengejar kecukupan materi yang dianggap akan mendatangkan kebahagian. Ayah seperti ini lupa, yang di inginkan dan yang di butuhkan oleh keluarganya adalah kebersamaannya, waktunya, keberadaanya disisi mereka, kehadirannya dalam setiap moment yang di lewati yang tidak akan mampu di beli dan tidak akan mampu kembali.

Kedua, tipe ayah yang hanya memposisikan diri sebagai pemimpin layaknya pemimpin perusahaan terhadap bawahannya, dia memerintah dengan penuh otoriter. Dia selalu beranggapan bahwa setiap perintahnya wajib di taati, tanpa mau menerima masukan dan koreksian dari anggota keluarganya. Dia bergaul dengan anak dan istrinya penuh dengan kekuan, penuh dengan kesombongan dia tidak pernah mau mendengar apa yang di inginkan keluarganya yang dia tahu keputusannya yang terbaik walaupun dia tau banyak yang terluka karenanya. Ayah seperti ini beranggapan bahwa kedudukannya sebagai qowwan, sebagai pemimpin adalah legalitas untuk kesemena-menaanya.

 

Padahal Rasululloh saw pernah bersabda: “ Orang – orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya”. (HR. Al Hakim dan Ibn Hibban).

Tentu yang paling baik di sini bukan yang mampu memberikan semua yang diinginkan keluarganya dan bukan yang selalu mengiyakan keinginan-keinginan keluarganya. Tapi yang dimaksud yang paling baik adalah yang mampu menjalankan kewajibannya dan memberikan hak-hak keluarganya, baik hak anaknya maupun hak istrinya dengan cara yang yang ma’ruf.

Ketiga, tipe ayah yang berbahaya yang merebak di zaman now adalah tipe ayah yang tidak bertanggung jawab sama sekali. Baik tanggung jawab secara materi ataupun tanggung jawab secara non materi. Di era ke kinian banyak para ayah yang lepas tangan dengan segala kewajibannya bahkan tidak sedikit anak yang di besarkan tanpa mengetahui siapa ayahnya. Dia menanamkan benih di rahim wanita yang dia inginkan setelah itu dia tinggalkan. Dia tidak pernah tau dan tidak pernah ingin tau tentang keberadaan anaknya. Ayah seperti ini tentu di kecam dalam Islam, dengan kecaman yang berat. Sebagai mana dalam sebuah hadits di tuturkan.

Rasululloh saw bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpim dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggungjawaban terhadap apa yang di pimpin, seorang laki – laki adalah pemimpin untuk keluarganya, dan ia akan di minta pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dia pimpinnya atas mereka.” (HR. Muslim).

Itulah diantara sosok-sosok ayah yang harus diwaspadai karena keberadaanya akan berbahaya baik untuk di dunia maupun di akhirat.

Ayahku Idolaku

Menjadi ayah ideal saat ini memang berat, butuh perjuangan hebat. Apalagi untuk bisa menjadi ayah yang diidolakan anak-anaknya. Ayah seperti ini selain harus menjalankan tanggungjawabnya secara maksimal, dia juga harus memiliki kedalaman ilmu dan  harus memiliki kematangan sikap. Betapa tidak ayah yang menjadi idola adalah ayah yang mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya, ayah menjadi sosok paling dicintai anak-anaknya dan yang pertama kali mengenalkan cinta kepada anaknya. Ayah seperti ini ketika berucap maka ucapannya hikmah, ketika bertindak maka tindakannya bijak, ketika memutuskan maka keputusanya atas pertimbangan syara, ketika berpandangan maka pandanganya adalah wawasan.

Dia akan menjadi sosok yang paling dekat dengan anaknya, terutama putrinya. Dia akan memenuhi semua kasih sayang yang di butuhkan putrinya, sehingga tidak ada ruang untuk kasih sayang dari orang asing. Dia akan mengenalkan kehidupan kepada putrinya, dia akan menjadi sosok yang penuh wibawa, dia yang menjadi sosok idaman bagi putrinya. Sehingga ketikapun putrinya mengenal orang asing, mulai tertarik denngan laki – laki asing maka sosok figur ayahnyalah yang akan menjadi standar. Dia akan mempercayakan pilihan itu kepada ayahnya, hingga ayahnya ridho dan menghantarkan sampai lepasnya tanggungjawab saat ikrar di ucap dalam akad nikah putrinya. Itulah ayah yang mampu menjadi idola dalam setiap hal termasuk menjadi cinta pertama bagi putrinya, cinta di landaskan atas pemenuhan tanggung jawab yang sempurna.

Waallahu alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *