Berani Menjadi Remaja Milenial yang Ideal

Spread the love

 

Berani menjadi remaja milenial yang ideal. Demikianlah tema acara yang sukses terselenggara di Pekanbaru pada Ahad, 13 Januari 2019.

Acara dimulai pukul 09.00 Wib. Aulia sebagai MC membuka acara dengan penuh semangat dan keceriaan. Seluruh peserta yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP dan SMA menyambut salam MC dengan antusias. Energi semangat terasa menjalar di pagi hari tersebut.

Rangkaian acara satu persatu telah dilalui. dimulai dengan tilawah Alquran. penampilan nayid. hingga kemudian masuk ke acara inti yakni penyampaian materi.

Namun, sbelum masuk ke acara inti, seluruh peserta disuguhi sebuah tayangan yang membuka pemikiran. Yakni fakta kebanyakan remaja saat ini yang terseret oleh gaya hidup liberal (bebas). Semisal berbuat apa saja di sosial media demi reguk popularitas. Atau mengidolakan sesosok manusia sampai rela melakukan apa saja demi bisa berjumpa dengan sang idola, dll.

Selanjutnya, Kak Wulan Citra Dewi, S.Pd. selaku pemateri, mengambil alih acara.

“Adik-adik soleha, kira-kira benar atau tidak sih fakta remaja saat ini seperti yang ada di video tadi?” Pemateri mengawali.

Seluruh peserta saling bersahutan memberikan jawaban “Iya, Benar!”. Ada juga yang hanya mengangguk berkali-kali, seolah ingin menegaskan “benar banget!”. Suasana forumpun terasa riuh.

Kak Wulan kembali mendominasi forum dengan mic di tangannya. “Menurut adik-adik, yang seperti itu baik atau buruk? Secara kan kekinian dan trendi gitu loh?!”

Peserta kompak menggelengkan kepala. Forum terus melaju dengan pemaparan materi dari Kak Wulan. Poin pentingnya adalah bahwa remaja Islam harus bangga dengan identitasnya sebagai muslim. Hal ini harus dibuktikan dengan taat syariat. Tidak perlu ikut-ikutan gaya bebas ala barat. Sebab, ide kebebasan itu jelas bertentangan dengan Islam. Segala yang bertentangan dengan Islam pasti akan menimbulkan kerusakan baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Lebih ngeri lagi, berani melakukan apa yang Allah Subhanahu wata’ala larang artinya siap diazab di Neraka. Naudzubillah!

Kak Wulan mengingatkan peserta bahwa Islam sangat perhatian dengan para remaja. Hal ini terlihat jelas ketika Allah Subhanahu wata’ala banyak memberikan reward bagi para remaja yang bertakwa. Salah satunya adalah naungan-Nya di yaumil hisab kelak bagi para remaja yang taat kepada Allah Subhanahu wata’ala selama hidupnya. Padahal naungan ini sangat terbatas, hanya diberikan pada tujuh golongan manusia saja. Istimewanya, para remaja termasuk dalam salah satunya. Masya Allah!

“Selain itu, Remaja juga memiliki potensi besar untuk membawa perubahan bagi peradaban dunia. Remaja adalah agent of change, karenanya ia harus menjadi leader bukan follower.” Pungkas Kak Wulan.

Usai penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Keseruan acara juga semakin terasa dengan tampilan pembacaan puisi dan syari challange yang ditampilkan oleh para remaja perwakilan dari berbagai sekolah. Alhamdulillah!

Acara ditutup dengan doa yang dipandu oleh Kak Wulan dengan sangat syahdu. Seluruh pesertapun larut dalam doa tersebut. Juga tidak sedikit yang menitikkan air mata.

Semoga, acara ini memberikan inspirasi bagi generasi Islam yang lainnya. Bahwa generasi Islam mampu eksis sebagai generasi milineal yang berpegang teguh pada idealismenya sebagai seorang muslim. Aminn![wcd]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *