Bulan Syawal, Mari Perkokoh Amal

Spread the love

Triana Nur Fausi

(Founder Komunitas Penulis Muslimah Peduli Umat Kota Malang)

#MuslimahTimes — Alhamdulillah di tahun ini kita bisa dipertemukan kembali dengan bulan Syawal setelah kita melewati bulan Ramadhan dengan segala rangkaian ibadahnya. Bulan Syawal adalah bulan kemenangan setelah kita digembleng selama satu bulan penuh agar kita menjadi hamba yang bertakwa. Bulan Syawal juga bisa diartikan sebagai bulan peningkatan yaitu peningkatan kualitas iman, takwa dan amal seseorang setelah digembleng dengan totalitas di bulan Ramadhan.

Ironis, setelah Ramadhan berlalu suasana masjid kembali sepi, majelis ilmu tak seramai waktu Ramadhan, Al-quran pun tak lagi ramai dibaca, tempat-tempat hiburan malam kembali dibuka, seolah-olah suasana religi hanya ada sewaktu Ramadhan saja. Sangat memprihatinkan hal ini terjadi di negeri kita yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Jika di telaah lebih dalam kondisi ini terjadi karena paham sekelurisme yang masuk ke negeri ini.

Sekulerisme adalah sebuah paham yang berasal dari Barat yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga agama hanya dianggap ada ketika berada di tempat-tempat ibadah dan hari besar keagamaan saja. Tidak heran jika di Barat banyak terjadi kerusakan masyarakat karena mereka memandang bahwa aturan agama hanya ada ketika berada di tempat-tempat ibadah dan ketika ada hari besar keagamaan saja, selebihnya untuk urusan kehidupan sehari-hari mereka memakai aturan buatan manusia.

Padahal kalau kita mau berfikir lebih dalam bahwa manusia tidak layak mengatur diri mereka sendiri, karena manusia bersifat lemah, terbatas dan butuh yang lain. Kondisi saat ini dimana suasana keimanan yang tinggi hanya ada di bulan Ramadhan adalah perwujudan dari paham sekulerisme. Paham sekulerisme ini jelas berbahaya wlbagi seorang muslim karena paham ini bisa menjauhkan seorang muslim dari aturan Allah Swt dalam kehidupan sehari-hari. Paham sekelurisme ini masuk ke negeri-negeri muslim lewat penjajahan yang akhirnya kaum muslimin selangkah demi selangkah memisahkan agama dari kehidupan. Paham ini yang menyebabkan keimanan dan ketakwaan seorang muslim menjadi rapuh.

Bagi seorang muslim sejati, keimanan dan ketakwaan harus melekat setiap saat, tidak hanya bulan Ramadhan saja, namun di bulan-bulan lain termasuk bulan Syawal. Bulan Syawal adalah bulan yang bisa menjadi pembuktian keberhasilan gemblengan selama bulan Ramadhan. Sejatinya gemblengan selama Ramadhan adalah latihan bagi seorang muslim untuk bertakwa sebagaimana dalam firmah Allah Swt,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”  (Q.S Al-Baqarah : 183).

Dalam mempertahankan keimanan dan ketakwaan, kaum muslimin saat ini seharusnya bercermin pada kondisi kaum muslimin di masa Rasulullah SAW. Rasulullah adalah suri tauladan yang mampu menggembleng keimanan dan ketakwaan kaum muslimin pasa saat itu sehingga mampu meraih derajat mulia. Hal ini terbukti dengan adanya seruan jihad yang mereka menyambutnya dengan lapang. Setidaknya ada beberapa peristiwa besar yang terjadi di bulan Syawal diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Perang Uhud terjadi pada bulan Syawal tahun ke 3 hijriyah
  2. Perang dengan Yahudi Bani Qainuqo terjadi di bulan Syawal tahun kedua hijriyah
  3. Perang dengan Bani Sulaim terjadi di bulan Syawal tahun kedua hijriyah
  4. Perang Khandaq terjadi di bulan Syawal tahun kelima hijriyah
  5. Perang Hunain terjadi pada bulan Syawal tahun ke delapan hijriyah
  6. Pengepungan Thaif pada bulan Syawal tahun ke delapan hijriyah

Peristiwa-peristiwa diatas merupakan gambaran bahwa kaum muslimin di masa Rasulullah Saw tetap mempertahankan keimanan dan ketakwaan mereka sekalipun Ramadhan telah berlalu. Kaum muslimin pada saat itu juga memperkokoh amal mereka supaya kualitas iman dan takwa mereka tidak turun.

Wahai kaum muslimin, marilah mulai sekarang kita memperkokoh amal kita di bulan Syawal ini dengan menegakkan Syariah Islam dalam bingkai negara sebagai wujud mempertahankan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

 

 

 

 

Sumber Foto : Charisma Insani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *