Cara Mencegah Perceraian, Biar Setan Marah

Spread the love

Judul: Suami Istri dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia 

Penulis: Abdurrahman bin Abdullah al-Qara’wi
Penerjemah: Izzudin Karimi, Lc
Penerbit: Darul Haq, Jakarta
Cetakan 4: tahun 2019
Peresensi: Asri Supatmiati

MuslimahTimes.com – Pernah mendengar bahwa prestasi terbaik setan adalah jika berhasil mencerai-beraikan suami istri? Begitulah diriwayatkan dalam salah satu hadits Muslim.

***

Hak dan kewajiban suami istri, banyak dikupas dalam buku-buku tentang rumahtangga. Namun tidak banyak yang menjabarkan secara aplikatif. Kitab terjemahan “Suami Istri dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia” yang ditulis ulama Arab Saudi dengan judul asli Az-Zaujan fi Khaimah as-Sa’adah Maharat wa Wasa’il ini salah satu yang tidak banyak itu.

Sang penulis, Abdurrahman bin Abdullah berangkat dari keprihatinan akan tingginya angka perceraian di kalangan umat Islam. Ia berharap karya kecilnya sebagai bentuk dedikasi untuk mengatasi masalah tersebut.

Selama ini, ia menduga, banyaknya rumahtangga yang menderita karena pupusnya ikatan tali cinta sebagai omong kosong; persoalan yang terlalu dibesar-besarkan. Faktanya memang terjadi. Di Arab Saudi sendiri, perceraian mencapai 40 persen dan di negara Teluk lainnya 30 persen.

Artinya, dari 10 pasangan yang menikah, 3 sampai 4 di antaranya berakhir cerai. Ini angka yang sangat mengkhawatirkan. Krisis hubungan suami-istri telah melanda dunia, yang mana solusi untuk memperbaikinya sebenarnya sederhana. Apa itu? Andai suami dan istri sadar untuk melakukan upaya perbaikan dengan serius, bukan memilih perpisahan.

Dalam salah satu pengantar buku disebutkan, perkara yang membuat setan dan bala tentaranya marah adalah upaya yang dilakukan para pemerhati keluarga yang mencoba memberikan bimbingan demi keutuhan rumahtangga.

Mereka yang membuat program-program khusus untuk menolak badai perselisihan dalam rumahtangga adalah musuh setan. Termasuk penulis buku ini, dengan gaya bahasa yang elok dan makna-maknanya yang bagus. Banyak manfaat yang bisa diaplikasikan pasangan suami istri.

Membaca kalimat di pengantar ini, saya menengok kanan dan kiri, barangkali setan membuntuti saya. Karena jujur, saya termasuk orang yang gelisah mencermati data meroketnya angka perceraian. Berusaha ikut andil dengan kelas istri. Semoga perceraian tidak menimpa tumahtangga saya, teman-teman saya, tetangga, kerabat dan kalian semua. Na’udzubillahi min zalik.

Sungguh, pasangan suami istri sejatinya tak lelah mencari kesetiaan, mengejar ketenangan dan kebahagiaan. Namun, tidak semua menemukan jalannya dengan mulus. Mungkin butuh bimbingan. Butuh arahan. Jangan ragu meminta pertolongan.

Buku ini bisa menjadi salah satu yang membantu kebuntuan agar mencapai tujuan dalam rumahtangga. Jadi, jangan buru-buru bercerai sebelum membaca buku ini. Biarkan setan marah. Nilai 5 dari skala 5 untuk buku recomended ini.(*)