Gelar Negara Tersantai, Indonesia Sedang Terbuai

Spread the love

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih

Anggota Komunitas Menulis Revowriter Sidoarjo

 

#MuslimahTimes –– Siapa tak kenal Indonesia? Indonesia, merupakan satu-satunya negara yang memiliki ribuan kepulauan dengan bentang lautan yang sangat luas. Meski luas daratannya tak seluas China atau Rusia, namun Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang. Garis pantai Indonesia bahkan menjadi yang terpanjang ke-2 di dunia setelah Kanada, yaitu  54.716 km. Sebagai negara maritim atau kepulauan, Indonesia memiliki kekayaan dan hasil laut yang sangat besar. Fakta Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia ternyata kini bertambah prestasinya dengan masuknya Indonesia dalam daftar teratas bagi destinasi negara yang paling santai di dunia.

Peringkat 15 besar negara paling santai di dunia ini  berdasarkan sebuah laporan dari agen perjalanan di Inggris. Lastminute.com. Mereka menuliskan bahwa Indonesia sebagai Negara Paling Santai di Dunia, atau Most Chilled Out Countries in The World.  Hasil peringkat ini berdasarkan sebuah penelitian  dari berbagai faktor yang diadakan Lastminute.com. Mulai dari banyaknya cuti tahunan, faktor polusi suara, faktor cahaya (lingkungan), faktor Hak Asasi Manusia (HAM), budaya, dan banyak lokasi spa atau retreat lainnya (TRIBUNTRAVEL.COM).

 

Awas, Skenario Global Sekuler Meracuni Bangsa

Kita kemudian bertanya ada apa di balik pemberian gelar Indonesia sebagai negara paling santai di dunia ini dan apa efeknya bagi Indonesia? Sebagai negeri muslim terbesar, tentu secara alamiah kaum muslim yang tinggal di dalamnya  mempunyai kekuatan potensial menjadi benih awal kebangkitan. Kesadaran kaum muslim terhadap essensi persatuan umat demi kebangkitan hakiki nyatanya makin meluas. Sejak adanya aksi 212 terakhir di tahun 2018 lalu , dampaknya makin membuka kesadaran berpolitik mereka. Mereka tidak lagi bersepakat bahwa  telah dipersatukan oleh akidah namun juga muncul kesadaran persatuan itu harus diarus utamakan dalam rangka meninggikan kalimat Allah dan berdaulat dengannya.

Kekuatan itu telah menjelma menjadi kerinduan untuk kembalinya sistem aturan Islam yang telah terbukti mensejahterahkan. Dan kenyataan ini telah membuat posisi kaum kuffar yang selama ini berusaha meredam munculnya pergerakan-pergerakan akhirnya berpikir lebih keras lagi dari sebelumnya agar upaya-upaya kebangkitan itu kendor atau bahkan hingga padam.  Muncullah  skenario global untuk memandulkan potensi tersebut dengan mempropagandakan Indonesia sebagai negara destinasi pariwisata terbaik .  Dengan berduyun-duyunnya wisatawan asing ke Indonesia, tak bisa dihindari kelak berdampak pada masifnya proses liberalisasi dan sekulerisasi melalui pariwisata. Rusaknya generasi muda karena pergaulan bebas, bolehnya miras beredar,  narkoba jadi komoditi, prostitusi , hingga menyebarkan penyakit mematikan adalah hasil yang akan dinikmati kaum  muslimin meskipun dunia internasional memberi penghargaan bergengsi. Namun itu tak lepas dari rencana jahat mereka untuk menghancurkan Islam. Tak ada makan  siang gratis, segala sesuatu harus ada kompensasinya. Pariwisata unggulan maka kaum muslim akan bertambah  jauh, tergerus dalam gaya hidup yang melalaikan beribadah kepada Allah swt.

 

Harus Ada Upaya Perlawanan Yang Shahih

Tak ada upaya yang lebih bijak kecuali umat atau masyarakat harus waspada dan berupaya membangun kesadaran ideologis umat atas upaya penjajahan negara barat, melakukan kasyful khuthath, yaitu membongkar rencana-rencana jahat penguasa kepada rakyatnya. Menjelaskan secara gamblang bahwa segala kebijakan pemerintah hari ini bukan untuk meriayah rakyat . Bukan untuk mensejahterahkan umat. Pariwisata akan memperbaiki nasib umat hanyalah gincu pemanis dari racun mematikan yang disembunyikan. Pariwisata digalakkan justru menyenangkan para Big Bosnya melalui investasi. Dan penguasa bertekuk lutut dihadapan mereka, sebagai pemimpin boneka.  Di samping itu juga turut bergabung bersama jamaah dakwah guna  menegakkan institusi yg mampu melawan setiap upaya penjajahan.

 

Solusi Islam Solusi Hakiki

Menggalakkan pariwisata dalam pandangan Islam tidak dilarang. Namun harus diperhatikan landasan pembangunan sebuah lokasi wisata serta tujuannya. Yaitu untuk tujuan taddabur alam hingga mampu menyentuh kalbu  dan akal manusia kemudian  ia mau merubah dirinya menjadi lebih taat, tunduk dan  patuh kepada sang Kholik. Khalifah akan memantau pembangunan situs-situs pariwisata agar benar-benar sesuai dengan apa yang diminta syari, sang pembuat hukum. Allah swt. Karena jika tidak , ditakutkan akan menimbulkan kesyirikan baru dan mengundang azab Allah swt. Wallahu a’ lam Bi Ashowabi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *