Kesehatan Masyarakat yang Ideal. Bagaimana Mewujudkannya??

Spread the love

Oleh. Ayu Mela

 

#MuslimahTimes — Kesehatan masyarakat merupakan upaya untuk membuat masyarakat menjadi sehat dan tetap sehat.

Sebuah masyarakat dikatakan sehat jika seluruh interaksi yang terjadi didalam masyarakat tersebut berjalan sesuai dengan norma agama dan masyarakat, juga sesuai dengan karakteristik manusia yang mempunyai akal fikiran dan naluri.

Adanya kepedulian diantara anggota masyarakat, tersebab manusia sebagai anggota masyarakat terkategori sebagai makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Saling membantu dan meringankan pekerjaan. Tidak ada kasus dan tindakan kriminalitas. Kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit dan tidak menjadi penyakit menular masyarakat. Karena langsung diobati.

Jika sebuah komunitas masyarakat memiliki ciri-ciri tersebut, jadilah masyarakat itu sebagai sebuah masyarakat yang sehat.

Sebaliknya, jika sebuah komunitas masyarakat tidak memiliki ciri-ciri tersebut, maka komunitas masyarakat itu adalah komunitas masyarakat yang sakit dan harus segera diobati agar menjadi sembuh dan sehat kembali.

Kondisi masyarakat kita saat ini bisa dikategorikan sebagai masyarakat yang sakit. Hal ini disebabkan karena masyarakat berjalan atas kepentingan sendiri-sendiri, tidak peduli dengan yang lain, hidup acuh tak acuh, bahkan tindakan kriminalitas terjadi sepanjang waktu, siang, malam, detik, menit, jam, manusia disuguhi dengan informasi tindak kriminalitas, baik didunia maya maupun didunia nyata.

Masyarakat sakit saat ini harus segera diobati, dengan obat paten, yang langsung menyasar kuman, virus dan bakteri penyebab penyakit. Sehingga masyarakat menjadi sehat kembali, dan kehidupan berjalan normal sesuai tuntunan.

// Teladan dalam membangun masyarakat yang sehat //

Tidak ada yang sempurna dalam memberikan teladan hidup, kecuali Rasulullah Muhammad saw, dalam membangun masyarakat yang sehat.
Adapun hal-hal yang dilakukan saat Rasulullah SAW membangun masyarakat yang sehat adalah sebagai berikut :
Pertama, saat pertama Rasulullah membangun masyarakat Islam di Madinah.

Hal pertama yang beliau lakukan adalah menampilkan keteladanan hidup dalam sikap hidup yang tercermin dalam perilaku kesehariannya. Keteladanan kehidupannya dilihat langsung oleh para sahabat dan kaum muslimin, serta seluruh masyarakat. Rasulullah menjadi sosok pertama yang merasakan lapar dibanding individu masyarakat yang dipimpinnya, dan menjadi sosok terakhir yang merasakan kenyang, setelah masyarakat yang dipimpinnya merasa keyang.

Kedua, Rasulullah SAW memberlakukan sistem sanksi yang jelas dan terukur. Adil tak pilih kasih dan tak pandang bulu. Sistem sanksi yang jelas dan terukur ini, kelak dikemudian hari akan disebut sebagai hukum syariat Islam. Sistem sanksi dan hukum yang tegas dan terukur ini, membuat masyarakat patuh dalam menjalankan aktivitas dan interaksinya, sesuai dengan tuntunan syariat. Sehingga tindakan kriminalitas dimasyarakat bisa diminimalisir bahkan dihilangkan. Masyarakat merasakan keamanan, ketenteraman dan kedamaian yang sebenarnya. Masyarakat sehat secara lahirlah maupun batiniah.

ketiga, Rasulullah menjadikan akidah sebagai dasar pijakan manusia beraktivitas. Tidak memisahkan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Menjadikan aqidah dan keimanan sebagai landasan kontrol individu dan sosial. Sehingga akal dan fikiran manusia senantiasa terjaga kewarasannya.

Keempat, Rasulullah SAW, menetapkan seperangkat aturan untuk mengatur interaksi individu dalam masyarakat yang majemuk. Masyarakat multietnis, multiagama dan multikultur. Rasulullah mampu mengatur kemajemukan masyarakat tersebut, tanpa ada yang merasa terdzolimi dan disia-siakan. Semua agama mampu hidup berdampingan secara damai, walaupun mereka diatur oleh aturan yang lahir dari agama Islam yang Rasulullah tetapkan yang hari ini disebut dengan syariat Islam.

Kelima, Rasulullah SAW dan kaum muslimin dimasanya, telah menjadikan kehidupan dunia sebagai sarana untuk mendapatkan keselamatan dalam kehidupan akhirat. Meletakkan dunia dan seisinya hanya dalam genggaman tangan, bukan direlung hati. Sehingga masyarakat menjadi sangat bermurah hati, mudah dalam menolong dan meringankan beban sesama.

Terbentuklah masyarakat yang sehat.
Hasilnya sungguh luar biasa, masyarakat Islam yang dibangun Rasulullah saw adalah masyarakat yang sehat, sehat fisiknya maupun jiwanya. Tolong menolong, saling peduli, hilangnya permusuhan dan timbulnya persatuan, juga hilangnya kemaksiatan, kedzoliman dan tindak kriminalitas, dan tumbuhnya keadilan dan keamanan. Masyarakat menjadi mandiri dan mampu menghadapi segala macam kesulitan hidup. Mampu mengangkat derajat manusia sebagai manusia. Manusia yang memiliki keagungan dan kehormatan. Manusia yang memiliki peradaban yang tinggi dan mulia.

Wallahualam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *