Ketika Syahadat Menuntut Bersyariat

Spread the love

Oleh: Yuni Damayanti
(Muslimah Media Konawe)

MuslimahTimes– Belum lama ini publik dibuat kaget dengan berita akan berislamnya Deddy Corbuzier. Seperti dilansir dari Liputan6.com, Sudah delapan bulan lamanya Deddy Corbuzier mempelajari Islam. Setelah melalui proses yang cukup panjang, Deddy Corbuzier akan menjadi mualaf pada 21 Juni 2019. Kabar ini dibenarkan langsung oleh Gus Miftah, selaku pihak yang akan menuntun pengislaman presenter berkepala plontos itu.

Semula, prosesi pengislaman Deddy Corbuzier akan ditayangkan secara live di Hitam Putih. Namun karena terbentur peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) maka rencana itu tidak jadi dilakukan (Liputan6.com, 19/06/2019).

Presenter Hitam Putih itu mengungkapkan alasanya memeluk islam murni karena pilihan pribadinya. Dia merasa mendapatkan hidayah setelah mempelajari ajaran tentang menjadi pribadi yang lebih baik. Alasan ini sekaligus membantah tuduhan bahwa Deddy menjadi mualaf karena ingin segera menikah dengan kekasihnya, Sabriana Chairunissa.

Seperti diketahui, proses pengislaman Deddy Corbuzier dilakukan di pondok pesantren milik Gus Miftah di Yogyakarta pada jumat (21/06) siang. Disaksikan banyak orang, Deddy Corbuzier membaca syahadat dengan bimbingan Gus Miftah. Setelah proses tersebut, mereka bertolak ke kediaman Kiai Ma’ruf Amin di Menteng, Jakarta Pusat (Jpnn.com, 23/06/2019).

Fenomena mualaf memang sedang menjadi perhatian besar dunia. Islam menjadi agama yang paling pesat perkembanganya saat ini. Salah satunya karena tingginya angka mualaf, di negeri muslim maupun dunia Barat. Seperti yang terjadi di Norwegia jumlah mualaf mengalami peningkatan. Sedikitnya menurut penelitian yang dilakukan Departemen Study Budaya Universitas Oslo dan Bahasa Oriental, menyebut peningkatanya ada 3.000 orang dalam beberapa tahun.

Sebuah surat kabar terkenal di Norwegia, Verdens Gang, melaporkan bahwa jumlah warga Norwegia yang memilih menjadi muslim meningkat sejak 1990-an. Jumlah mualaf muslim pada 1990an sekitar 500 orang. Dikutip dari AA, selasa (25/9), perempuanlah yang banyak menjadi mualaf ditahun 1990-an. Ini karena mereka menikahi pria muslim. Pun Sejarawan Agama Universitas Oslo penelitiant Vogt mengatakan bahwa tren ini berubah secara drastis. Sekarang wanita memilih Islam setelah membaca dan melakukan pene (Republika.co.id, 25/09/2018).

Tentu hal tersebut merupakan kabar gembira, mengingat di tengah sistem kehidupan kapitalistik yang menuhankan materi dan menyeret manusia kehilangan fitrah kemanusiaan. Sehingga kebutuhan manusia terhadap agama semakin menguat. Pun ketika agama lamanya tidak mampu menjawab problematika yang ada, banyak orang mengaku beragama (selain Islam) tapi sebenarnya agnostic (bertuhan tapi tidak mengadopsi agama ajaran agama tertentu). Tentu ini bagi mereka yang mau berpikir, seingga akan memuaskan akal yang selaras dengan fitrah. Sehingga pada titik tertentu mereka menemukan bahwa yang mereka cari adalah Islam.

Sedangkan di Indonesia sendiri, Mualaf Center Indonesia (MCI) mencatat sejak 2003 jumlah mualaf ada lebih 50 ribu. Dalam dua tahun terakhir angkanya lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini dikarenakan adanya tren hijrah, banyak yang mulai belajar agama lebih baik. Mereka belajar adab yang baik, karena akhlak yang baik mampu menunjukkan pada lingkungan dan sekitarnya bagaimana beradab dan berakhlak yang baik. Nah yang melihat pun tertarik memeluk islam (Repulika.co.id, 09/02/2019).

Deddy Corbuzier yang dikenal kritis dan memiliki intelektualitas di atas kebanyakan misalnya, sering mengundang beberapa tokoh agama Islam menjadi narasumber di acara televisi yang dipandunya. Mengulik beberapa fenomena kritis seperti penodaan agama, perbedaan sikap umat Islam dalam perlakuannya terhadap nonmuslim dan masalah-masalah lainya yang dekat dengan kehidupan beragama umat Islam di Indonesia, bisa jadi semua itulah yang menjadi pintu awal ketertarikannya terhadap Islam.

Bersyahadatnya seorang nonmuslim memang menjadi pintu gerbang masuknya ke dalam Islam. Namun hakikatnya berislamnya seseorang adalah saat dirinya memahami utuh dan mempraktekkan seluruh ajaran Islam sebagai jalan hidup dan referensi satu-satunya dalam menghadapi seluruh aspek hidupnya. Maka seharusnya seorang mualaf seperti Deddy Corbuzier dan lainya harus mendapat bimbingan berkelanjutan, mendapatkan pemahaman yang benar tentang syariat.

Oleh karena itu, penting dalam hal ini negara yang menjamin terpenuhinya kebutuhan tersebut. Para mualaf sebagian membutuhkan perlindungan dan pengayoman selepas dari keluarganya yang mungkin tidak lagi menyokong kehidupanya bahkan bisa memusuhinya. Lebih dari itu, negara seyogianya memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat untuk beragama, yakni memberikan bimbingan, dan pendampingan penuh untuk mengenal agama Islam, mulai akidah, syariat hingga dakwah.

Sementara itu, dalam Islam tugas negara atau seorang pemimpin negara di antaranya adalah: Pertama, melindungi agama (Islam) dari ancaman pemurtadan, intimidasi, penistaan dll. Kedua, menjalankan urusan negara dan umat dengan agama (Islam). Sehingga jelas bahwa pengurusan mualaf menjadi tugas dan tanggung jawab negara.

Oleh karena itu, seseorang yang masuk Islam sebagai mualaf akan mendapatkan perhatian, pembinaan dan bimbingan dari negara sehingga dapat melaksanakan Islam secara istiqomah dengan baik dan benar sesuai dengan Alquran dan Sunnah. Pun Insya Allah, Allah akan menulis semua kebaikan yang dilakukan dan menghapus semua keburukan yang pernah dilakukan. Wallahu a’lam bisshowab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *