Malu, Pancarkan Dalam Dirimu

Spread the love

 

Oleh: Minah, S.Pd.I

(Pengajar/Praktisi Anak dan Remaja, Anggota Komunitas Revowriter)

 

Remaja now banyak yang sudah tidak punya rasa malu. Paha diobral bahkan gratis, padahal paha ayam aja berbayar. Tubuhnya yang indah dipamerkan, mengundang kejahatan bahkan pacaran dilakukan di tempat umum. Lakukan maksiat saja kog pamer. Ngak takut dosa? Dosa itu berat sob, kamu nggak akan kuat nanggungnya. Astaghfirullah.

 

Padahal jelas dalam Islam itu, didalam sebuah hadits bahwa “Malu itu tidak akan mendatangkan (sesuatu), kecuali kebaikan.” (HR. Al-bukhari dan Muslim).

 

Artinya rasa malu itu akan membawa pada kebaikan. Karena ia merupakan bagian dari keimanan. “Biarkan ia dengan sifat malunya itu, sebab malu itu sebagian dari keimanan.” (HR. Al-bukhari dan Muslim).

 

Malu disini adalah malu melakukan yang tak sesuai dengan Islam, bukan malu bimakna diam saja tidak berbuat apa-apa (hilang rasa Percaya diri). Malu jika tak menutup aurat, sehingga berusaha untuk menutup aurat secara sempurna. Malu udah besar nggak sholat. Menjaga pergaulan agar ngak terjadi pergaulan bebas. Bersikap baik dalam bergaul.

 

Kita bersyukur  bahwa kita terlahir sebagai Muslim. Dan seorang Muslim pastilah meyakini bahwa Allah adalah Sang Pencipta (Al Khaliq) alam semesta dan seisinya. Tak hanya menciptakan, tapi Allah juga sekaligus Sang Pengatur (Al Mudabbir) kehidupan.

 

Apa saja yang diatur oleh Allah? segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita, Allah mengaturnya. baik dalam aspek ibadah, maupun yang lain. Baik dalam aspek hubungan manusia dengan dirinya sendiri maupun hubungan manusia dengan sesama manusia. Oleh karenanya Islam punya tatacara tentang ibadah, misal sholat 5 waktu dengan tata cara sholat yang sudah ditentukan. Berpakaian secara sempurna, Islam juga telah memiliki ketentuan. Pergaulan dalam Islam juga sudah ditetapkan. Alhasil, Islam itu komplit, lengkap dan sempurna.

 

Setiap Muslim haruslah menyadari bahwa setiap apa yang kita lakukan di dunia, senantiasa disaksikan oleh Allah SWT. Allah Maha melihat, dan senantiasa setia bersama kita yakni malaikat Raqib dan Atid yang bertugas mencatat semua amal baik dan amal buruk yang kita perbuat.

 

Oleh karena itu, MALULAH. Jika tak berakhlak karimah, jika tak sholat, jika membuka aurat, jika tak pandai ngaji, bergaul bebas, tidak menjaga kebersihan, jika tak rajin belajar , jika tak jalani hidup sesuai kehendakNya. Saudariku,  segala apa yang kita lakukan di dunia ini  akan diminta pertanggungjawaban di hadapanNya. Maka takutlah dan malu lah jika kita berbuat sesuatu yang melanggar aturan Allah. Karena semua itu akan dipertanggungjawabkan.

 

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang Telah diperbuatnya” (QS. Al-Mudatstsir:38).

 

Allah senantiasa melihat kita. Dan buatlah Allah ridha dengan segala apa yang kita lakukan. Jangan pernah sekalipun membuat Allah murka. Dan  murka Allah akan bisa dicegah ketika kita STOP Maksiat ! menjadikan diri kita hamba yang semakin taat kepadaNya. Tunduk dan patuh kepada aturan Allah. Yuk bersegera dalam taat dan ampunanNya.

 

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa“ (TQS. Ali-Iimran :133)

 

Mau Surga? yuk taat! yuk tinggalkan maksiat! Jadikan Malumu terpancar dalam dirimu. Karena malu itu sebagian dari Iman.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *