Membuka Luka Lama: Kaum Sekuler Menyerang Agama Melalui Poligami

Spread the love

 

Oleh: Sania Nabila Afifah
Komunitas Muslimah Rindu Jannah

Akhir-akhir ini kaum sekuler semakin berani menyuarakan kebenciannya terhadap Islam yaitu perda syariah yang dirapkan di Indonesia. Jika kita mengutip perkataan dari orang kafir yaitu Lord Curzon ” kita telah menghancurkan Turki dan Turki tidak akan mungkin bangkit kembali. Sebab dua kekuatannya, yakni Islam dan Khilafah”. Dimana salah satu partai yang termasuk baru mayoritas adalah didalamnya adalah orang kafir.
Hidayatullah.com.Sekretaris Jendral Majis Ulama Indonesia Pusat, Anwar Abbas menanggapi pernyataan Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i, yang menyebut poligami bukan ajaran Islam.

Imam secara terang-terangan menyebut bahwa praktik poligami takserta merta merupakan ajaran Islam. Islam datang praktek poligami sudah dilakukan sehingga pihak yang menganggap bahwa pratik poligami ajaran Islam adalah keliru.

“Poligami sunnah, menurut saya poligami penodaan agama, karena tidak ada dalam fikih. Boleh saja (poligami), tapi tidak naik sampai sunnah,” sebut Imam dalam diskusi perempuan dan politik, ‘Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang?” di Gado-gado Boplo, Kuningan, Jakarta Selatan pada sabtu 15 Desember kutip Tempo.com
Selain itu menurut Imam, Islam tidak memerintahkan ummatnya untuk berpoligami. Tetapi memang ada aturan yang mengatur tentang hal itu, dan Islam datang ” tidak memberikan poligami, tapi memberikan pengaturan”.

Imam Nahe’i menganggap poligami adalah tindak kekerasan terhadap perempuan. Bahkan Imam menyebut pelaku poligami bisa dikenakan pidana. Poligami juga ia sebut bisa menyebabkan kekerasan terhadap perempuan. “Yaitu kekerasan fisik, psikis dan ekonomi”.
Pernyaataan Komisioner Komnas Perempuan ini menuai kritikan dari para Tokoh Ormas seperti Wakil Ketua Tabligh PP Muhammaddiyah ,PBNU , Sekretaris Jendral Majlis Ulama Indonesia,, Wakil Ketua Umum MUI, dan lainnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi MUI Pusat Fahmi Salim, MA mengatakan, PSI dan Komnas Perempuan bukan lembaga keulamaan apalagi lembaga Islam yang berhak menentukan sesuatu itu ajaran Islam atau bukan. “Mereka bukan juru bicara atas nama Islam demikian penyataan Fahmi Salim kepada hidayatullah.com.

Jika politisi menyinggung agama, wakil Ketua Majlis Tabligh PP Muhammaddiyah mengajak ummat Islam semakin tak memilih partai yang bertentangan dengan Islam dan mewaspadai lembaga yang menyuarakan paham liberalisme dan sekulerisme karena keduanya bertentangan dengan Islam serta haram hukumnya bagi ummat Islam mengikuti paham tersebut sesuai fatwa MUI tahun 2005 ujarnya.

Di Indonesia penduduknya mayoritas muslim pernyataan dari Imam Nahe’i jelas akan menuai kritikan dari kalangan ummat Islam, apalagi poligami memang jelas di dalam alquran dan assunnah. Serta suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW dan para khalafaur rasyidin telah memberikan teladan. Bagaimana cara berpoligami yang sebenarnya didalam Islam, itu adalah cara untuk mempermudah laki-laki dan perempuan dalam membina keluarga. Poligami yang saat ini banyak dipraktekan menurut saya memang banyak yang menyimpang dari aturan Islam, yang akhirnya banyak terjadi problem antar dua keluarga.
Penyebabnya tidak lain adalah dikarenakan ummat Islam saat ini jauh dari dari pemahaman Islam yang sebenarnya, apalagi pemahaman yang diadobsi banyak dari pemahaman dari ide kapitalis sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Keadaan kita saat ini juga diatur dengan sistem buatan manusia, jadi ummat Islam juga ikut terbawa arus ide tersebut. Yang sebenarnya tujuan poligami adalah semata-mata untuk Ibadah menjadi menyimpang.

Dalam prakteknya hanya mengedepankan kesenangan saja tanpa berfikir apa konsekuensi yang harus ditanggung para pelaku poligami baik didunia ataupun di akhirat. . Dari kelemahan inilah orang-orang sekuler menyerang poligami sebagai senjata melawan ide dari ajaran Islam.

Pernyataan poligami bukan ajaran Islam merupakan kelancangan yang tidak dibenarkan. Sebab poligami jelas-jelas murni muncul dari aqidah Islam yang didalamnya memancarkan peraturan atau syariah untuk mengatur seluruh urusan ummat dan mensolusi semua problematika kehidupan.

Serangan terhadap ajaran Islam terus dilancarkan kaum sekuleris antek Negara Kapitalis. Tujuannya menghilangkan sisa-sisa hukum Islam yang berpotensi kebangkitan yang akan melawan hegemoni dan penjajahan mereka atas Dunia. Kondisi ini akan terus terjadi sepanjang ummat Islam tak memiliki kekuatan politik Khilafah.
Konspirasi global ini tujuannya melenyapkan Islam, atau orang-orang bodoh yang selalu menyerang Islam karena membolehkan poligami. Semua itu dapat kita lihat dengan jelas, sehingga kita katakan bahwa serangan terhadap Islam karena membolehkan poligami- merupakan konspirasi global dua Negara besar: Amerika dan Inggris untuk melancarkannya mereka membuka Universitas. Kemudian mereka juga mengirim beberapa alumni ke negeri-negeri Islam untuk membuka lembaga pendidikan darisanalah konspirasi mereka ditempuh.

Dengan banyak cara; menciptakan keraguan terhadap kelayakan dan kebaikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, seperti masalah bolehnya poligami, cerai, haramnya riba dan lain sebagainya. Kemudian mereka berusaha menjauhkan dari nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam setelah mereka meyakinkan bahwa nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam tidak layak lagi. Lalu mereka berkonspirasi menawarkan nilai-nilai dan prisip-prinsip yang mereka buat sendiri sebagai pengganti atas nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam.
Motivasi dilakukannya konspirasi global tersebut adalah karena negara-negara itu yakin bahwa mereka tidak akan mampu menguasai negeri-negeri kaum muslimin, selama kaum muslimin tetap berpegang teguh terhadao agamanya. Mengingat hanya Islam kaum muslimin akan senantiasa memperoleh kemuliaannya, untuk itu kaum muslimin harus menolak setiap kekuasaan asing (kafir) . Rasulullah SAW bersabda ; “Tidak ada bagi kafir atas orang Islam”.
Maka untuk dapat menguasi negeri-negeri Islam, mereka harus melenyapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam dengan cara menggantinya dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip mereka dan yang dapat membantu sampainya tujuan mereka kepada kepentingannya mereka melakukan;
Pertama menebarkan perbuatan amoral dan akhlaq yang tidak terpuji ditenga-tengah kaum muslimin. Mereka melakukannya dengan memperalat para wanita penghibur (prostitusi), pecandu narkoba. Dengan banyaknya wanita yang senang membuka auratnya, akan membantu keberhasilan usaha mereka dalam menebarkan perbuatan Amoral dan akhlaq yang tidak terpuji. Mengingat jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki, maka dengan menghalangi dijalankannya hukum (aturan) poligami dari kehidupan, akan melahirkan banyak wanita yang tidak bermoral. Dengan demikian, perbuatan amoral dan akhlaq yang buruk mudah mereka tebarkan, dan otomatis tujuan kosnpirasi mereka pasti terwujud.
Kedua, membatasi pertumbuhan penduduk di dunia Islam. Sebab pertumbuhan penduduk yang ada di dunia Islam telah membuat mereka risau. Secara umum barat sedang mengalami kekurangan penduduk, maka bertambahnya jumlah penduduk di dunia Islam, berarti bertambah pula kekuatan yang besar, padahal keadaan seperti itulah yang sangat mereka takutkan. Mereka telah mencegah para wanita hamil dengan menghalangi mereka bersuami. Cara ini memungkinkan untuk membatasi jumlah penduduk. Sedangkan cara yang dapat mewujudkan itu semua adalah dengan cara menghalangi diberlakukannya hukum poligami dari kehidupan.

Yang jelas poligami dalam Islam adalah diperbolehkan sebagaimana yang telah Rasulullah SAW contohkan, karena Beliau adalah suri tauladan kita. Dan tidak ada larangan bagi siapa saja yang hendak berpoligami. Dengan catatan mampu berlaku adil dan ma’ruf terhadap pasangannya sebagaimana yang tercantum dalam alquran surat an-nisa’ ayat 3 yang berbunyi; ” maka nikahilah perempuan lain yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak bisa berlaku adil maka nikahilah seorang saja”.
Dan Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan berpasang-pasangan dan dari keduanyalah Allah memberkembangbiakan laki-laki dan perempuan dimuka bumi ini agar menjadi khalifah fil-ardh.

Wa Allahu a’lam bish-showab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *