Menjadi Insan Istimewa Nan Mulia

Spread the love

 

Oleh: Minah, S.Pd.I

(Pemerhati Remaja, Revowriter Surabaya)

 

Jika hidup itu diibaratkan perjalanan, maka pasti membutuhkan tempat dan tujuan. Coba deh bayangkan kalau perjalanan tanpa tujuan? Yang ada malah kebingungan bahkan bisa tersesat. Oleh karena itu, harus tahu arah dan tujuan hidup kita, agar kita tidak tersesat dalam kehidupan ini. Untuk tahu maka dibutuhkan ilmu, yuk ngaji.!

 

Kalau kita sudah menuntut ilmu maka kita akan tahu bahwa ternyata manusia itu punya keistimewahan. Sobat, tahu nggak kalau kita ini terlahir istimewa? Lah.. kog bisa? Yah bisa lah… Manusia adalah makhluk yang istimewa. Allah telah menciptakan kita dengan berbagai keistimewaan. Kita adalah makhluk Allah yang Allah ciptakan dengan sempurna dan tidak kurang sedikitpun. Firman Allah swt : “ Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”(QS. At-Tin:4).

 

Subhanallah ternyata Allah memberikan keistimewaan. Yakni Allah menciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya daripada makhluk yang lain. Dan Allah masih memberikan kita keistimewaan yang lain. Lah… apa itu?

 

Sob, Salah satu keistimewaan kita adalah memiliki akal. Akal itu yang membuat kita dapat berpikir. Dengan akal, kita mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Mana yang halal maupun yang haram. Berbeda dengan hewan yang hanya mempunyai otak tapi tidak berakal, makanya hewan tidak berpikir dulu sebelum berbuat.

 

Namun, ada yang sudah mempunyai akal, namun akalnya nggak dipakai. Melakukan maksiat, pergaulan bebas, mengumbar aurat dimana-mana dan aturan-aturan Allah semua dilanggar. Sob, meski manusia dan hewan sama-sama makhluk hidup, tetapi kehidupan manusia dan hewan sangatlah berbeda. Bila manusia menjalani hidupnya ini hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja, berarti tidak ada bedanya orang tersebut dengan hewan. Demikian pula jika seseorang menjalani hidup ini dengan seenak perutnya, bebas tanpa aturan, memperturutkan logika dan hawa nafsunya serta melupakan aturan Allah SWT, saat itu tadi maka mereka sama dengan hewan, ngak usah protes jika disamakan dengan hewan, karena yang memberi lebel bukan kita loh sob, tapi Allah.

 

Sebagaimana firmanNya  dalam Alquran surah al-A’raf: 179 yang artinya:

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam itu kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai quIub, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat ayat Allah), mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat (kebenaran dan kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang orang yang lalai.”(QS al Araf [7]: 179).

 

Nah sob, makanya kita kudu waspada, kalau kita nggak pake akal kita, maka diibaratkan sebagai hewan ternak bahkan dikatakan lagi bahwa lebih sesat dari binatang. Karena banyak yang punya akal tapi tidak dipergunkan akalnya. Sehingga dia menjadi tidak mulia bahkan menjadi hina. Astaghfirullah. Pasti kita nggak mau kan dikatakan demikian? Hmm…

 

Kita diberi keistimewaan berupa akal, maka dengan akal itu kita berusaha mencari tahu/ilmu, mana yang diperbolehkan, mana yang haram dan mana yang halal, sehingga kita harus berhati-hati berbuat sesuatu agar   kita tidak menjadi hina. Oleh sebab itu, kita harus pergunakan akal kita sebaik  mungkin. Orang yang mempunyai akal akan berusaha untuk mencari ilmu agar dia mampu untuk berpikir yang benar.

 

Dengan ilmu, akan menjadi bekal dia untuk beribadah. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. “Niscaya Allah akan meninggikan orang2 yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Mujadilah 58: 11).

 

Oleh karena itu sobat, manusia diberikan keistimewaan berupa akal dan kemudian mencari ilmu agar kita bisa menjadi insan istimwa nan mulia. Karena Allah menciptakan kita dengan sempurna, sudah sewajarnya kita harus TAAT kepada Allah.

 

Begitu istimewanya manusia, karena Allah menganugerahkan akal kepada kita sehingga kita mampu berpikir dan memahami hakekat hidup kita, dan setiap perbuatan dan ucapan yang kita lakukan haruslah dengan pemikiran yang berlandaskan alquran dan as-sunnah sehingga  perbuatan dan ucapan kita tidak bertentangan dengan aturan Allah. Tunggu apalagi sob, yuk gunakan akal dan pikiran kita untuk tunduk dan taat kepada Allah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *