Muslimah Mulia Dengan Khilafah

Spread the love

Oleh : Gayuh Rahayu Utami
(Anggota Komunitas Penulis Peduli Umat Kota Malang)

MuslimahTimes– Sebanyak 29 perempuan Indonesia menjadi korban pengantin pesanan di China. Diduga, mereka terperangkap dalam modus kejahataan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ketiga belas perempuan tersebut berasal dari Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sementara enam belas perempuan lainnya berasal dari Jawa Barat.Sekjen Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Bobi Anwar Ma’arif menyebut, temuan itu merujuk dari tiga tahapan pelanggaran TPPO. Yakni proses, cara, dan tujuan eksploitasi sebagaimana Undang-Undang No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. Pada proses perekrutan dan pemindahan, kata Bobi, terdapat keterlibatan para perekrut lapangan untuk mencari dan memperkenalkan perempuan kepada pria asal China untuk dinikahi dan kemudian dibawa ke negaranya.

Data pelaporan korban yang dihimpun SBMI memperlihatkan, bahwa saat tinggal di negara asal suami atau pemesan, mereka diharuskan bekerja di pabrik dengan jam kerja panjang. Sepulang kerja, mereka tetap diwajibkan mengerjakan pekerjaan rumah dan membuat kerajinan tangan untuk dijual. Seluruh gaji dan hasil penjualan dikuasai oleh suami. Para korban dilarang berhubungan dengan keluarga di Indonesia. (www.m.liputan6.com)

Sungguh miris mendengar berita di atas, seolah-olah para wanita tidak ada martabatnya. Keterpurukan ekonomi menjadi salah satu faktor perdagangan perempuan sebagaimana kasus di atas. Di negeri demokrasi dengan sistem kapitalis seperti ini nyatanya tidak mampu melindungi kehormatan para perempuan. Perempuan rentan menjadi korban dari kejahatan dan eksploitasi, kondisi mereka teraniya karena tidak ada perisai yang melindunginya.

Perlu adanya kesadaran bahwa tanpa Khilafah, kondisi muslimah saat ini jauh dari kemuliaan, baik di Indonesia maupun di negara lain. Khilafah sebagai perisai umat telah terbukti mampu memuliakan perempuan dan melindungi martabat kaum wanita. Salah satunya adalah pada masa Khalifah Al-Mu’tasimbillah yang menyelamatkan kehormatan seorang wanita yang dilecehkan orang Romawi.

Saat itu, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya. Mendengar seruan minta tolong dari perempuan tersebut, maka Sang Khalifah mengirimkan pasukan yang panjangnya adalah dari kota Amuriah sampai kota Baghdad untuk mengepung kota Amuriah yang dikuasai orang Romawi.Begitulah Khilafah membela kemulian dan martabat seorang muslimah dan tentunya juga membela Islam.

Oleh karena itu, marilah kita berusaha mewujudkan tegaknya Khilafah, karena Khilafah adalah bisyaroh dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam :
“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah ( kekhilafahan sesuai manhaj kenabian ), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkat nya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan ( penguasa – penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyan ( penguasa – penguasa yang memaksakan kehendak ) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah ituakan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam diam.” (HR Ahmad; Shahih ).

Peran muslimah sangatlah penting untuk mendukung dan berkontribusi demi tegaknya khilafah ‘ala min hajin nubuwah. Maka salah satu peran para pengemban dakwah adalah menyampaikan kepada para muslimah lain dengan mengajak mereka untuk taat syariat dan berupaya agar mereka paham pentingnya khilafah serta berjuang mewujudkannya. Marilah kita menjadi muslimah yang memperjuangkan janji Allah SWT dan bisyaroh Rasulullah SAW. Hanya dengan Khilafah para muslimah akan mulia, sebagaimana dulu kemulian para wanita telah terbukti pada masa kekhilafahan. Selamatkan muslimah dengan syari’ah dan khilafah ! . Wallahu a’alm bis showab.

[Mnh]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *