Muslimah Sejati Paham Jati Diri

Spread the love

Oleh : Triana Nur Fausi

(Founder Komunitas Penulis Muslimah Peduli Umat Kota Malang)

 

#MuslimahTimes — Menjadi seorang muslimah tentu sebuah anugerah yang harus kita syukuri diantara anugerah-anugerah kehidupan yang ada. Salah satu bentuk syukur yang harusnya seorang muslimah lakukan adalah selalu terikat dengan hukum-hukum Allah.

Namun hari ini banyak muslimah yang tak jarang hanyut dalam pergaulan bebas, budaya hedonis, aborsi serta hura-hura yang semua ini terjadi karena paham liberal yang telah masuk ke setiap sendi-sendi kehidupan kaum muslimin sehingga menggerus kehidupan muslimah dengan sedemikian rupa. Paham liberal ini bisa masuk karena penerapan sistem kapitalis di negeri ini yang menjamin kebebasan tiap individu.

Selain paham liberal yang merusak kehidupan seorang muslimah, ada juga paham sekuler yang menjauhkan Islam dari kehidupan seorang muslimah, sehingga banyak kita temui berbagai kemungkaran yang terjadi karena hilangnya ketakwaan individu dalam kehidupan ini. Hilangnya ketakwaan ini dikarenakan juga para muslimah tidak memahami hakikat diri sehingga mereka bebas berbuat tanpa ada rasa takut kepada Illahi. Paham-paham ini telah merusak muslimah dan tidak bisa memuliakan kehidupan seorang muslimah.

Seorang muslimah sejati tidak akan terpedaya dengan tipu daya setan yang hari ini berbungkus dengan kehidupan sekuler dan jauh dari Islam. Muslimah sejati adalah muslimah yang memahami hakikat diri sehingga mampu menjalani kehidupan dengan tetap istiqomah menjalankan Syariat. Muslimah sejati yang memahami hakikat diri adalah muslimah yang paham akan 3 simpul pertanyaan yang harus dipecahkan yaitu :

  1. Dari mana aku berasal ?
  2. Untuk apa aku hidup ?
  3. Setelah mati aku akan kemana?

Muslimah sejati akan mampu memecahkan 3 pertanyaan tersebut tanpa meninggalkan keraguan sedikitpun. Muslimah sejati memahami bahwa dirinya ada bukan karena ada dengan sendirinya sebagaimana teori generatio spontanea. Bukan juga tercipta dari evolusi dari organisme lain sepertinya yang dinyatakan di dalam teori Darwin.  Muslimah sejati paham bahwa dirinya ada karena ada yang menciptakan. Ketika muslimah tersebut mengamati alam semesta, kehidupan yang terjadi, bahkan sampai mengamati penciptaan manusia maka muslimah sejati akan mampu menyimpulkan bahwa semua yang terjadi ini tidak luput dari kekuasaan Illahi. Muslimah sejati paham bahwa yang menciptakan dirinya, alam semesta, bahkan sampai kehidupan yang terjadi adalah Dzat yang itu maha besar, maha kuasa dan tentunya berbeda dengan yang diciptakan maka dari sinilah lahirlah keimanan terhadap sang Pencipta yang Maha Kuasa yaitu Allah Swt.

Muslimah sejati juga dengan bijak mampu menempatkan untuk apa dirinya hidup. Ketika pondasi iman telah menancap kuat dalam jiwa maka muslimah sejati paham bahwa hidup bukan untuk berbuat sekehendak hati namun hidup adalah sesuatu hal yang layak dipertanggung jawabkan kepada Sang Illahi yang telah menciptakan. Islam telah menjawab dengan tegas untuk apa manusia hidup. Allah Swt telah berfirman dalam Al-quran surat adz-dzariyat ayat 36 :

 “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

Dalam ayat tersebut telah jelas bahwa tujuan seorang manusia hidup adalah untuk beribadah. Beribadah disini adalah menaati perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Maksudnya adalah seorang manusia ketika hidup maka dia harus senantiasa terikat dengan hukum-hukum Allah, tidak sekedar menjalankan ibadah sholat, puasa, zakat, dan haji namun lebih dari itu bahwa segala perbuatannya terikat dengan hukum syara’. Sebagaimana contohnya adalah seorang muslimah ketika keluar rumah wajib mengulurkan kerudung dan memakai jilbab yaitu pakaian longgar yang tidak terpotong yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Seorang muslimah juga tidak akan masuk dalam pergaulan bebas karena dia paham bahwa hal tersebut adalah keharaman yang menjauhkan dari tujuan hidup yang hakiki.

Muslimah sejati juga dengan cermat mampu memahami bahwa setelah kehidupan di dunia ini, akan ada kehidupan yang abadi. Muslimah sejati tau betul bahwa dirinya adalah makhluknya Allah, berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka muslimah sejati paham setelah dirinya mati itu akan kemana.

Islam telah menegaskan bahwa akan ada kehidupan yang abadi yaitu kehidupan akhirat. Di akhirat nanti hanya ada 2 pilihan yaitu surga atau neraka. Surga diperuntukkan untuk orang yang bertakwa, dan neraka diperuntukkan untuk orang ingkar kepada Allah Swt. Muslimah sejati tentu akan menyadari bahwa dirinya tidak akan sanggup menahan siksa neraka dan dirinya tentu akan berupaya meraih cinta Allah Swt serta mengharap surgaNya. Untuk itu dirinya senantiasa berupaya agar terikat dengan hukum Allah ketika hidup di dunia karena dia menyadari akan ada hisab di akhirat kelak.

Muslimah sejati akan senantiasa menjaga diri serta melakukan amar makruf nahi munkar dalam setiap episode kehidupan. Senatiasa memupuk ketakwaan karena yakin Allah Swt maha mengawasi. Selalu berusaha agar hukum Allah yaitu Syariat Islam bisa diterapkan dalam kehidupan serta berjuang agar institusi Khilafah bisa tegak dalam kehidupan.

Inilah sesungguhnya muslimah sejati yang memahami hakikat diri. Untuk itu mari kita bersegera membenahi diri dan menjadi muslimah sejati yang paham akan jati diri.

(Visited 34 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *