Resensi : Khilafah Adalah Solusi

Spread the love

Judul buku : Khilafah Adalah Solusi
Penulis : Anonim
Penerbit : Khilafah Publication
Tahun terbit : 2003
Ketebalan : 66  halaman
ISBN  : 979-9478-24-3
Peresensi : Yati Azim

 

Jika anda adalah orang yang masih tak mengenal apa itu Khilafah. Atau anda orang yang  meragukan tentang institusi gemilang ini. Atau anda ingin lebih memantapkan pemahaman atas janji Allah ini? Monggo, buku ini cocok untuk anda.

1924, adalah awal keterpurukan dan tercerai-berainya kaum muslim. Tak ada kepemimpinan yang menjadi perisai umat. Barat sudah berhasil membuat tipu-daya. Hingga hari ini penderitaan silih-berganti mencabik-cabik. Suasana menyedihkan yang tiba ini seharusnya menjadikan kita bertanya. Mengapa Islam terus menjadi sangat terbelakang dan mengapa penguasanya menjadi penguasa yang dzolim? Kemana kekayaan alam yang berlimpah-ruah?

Kita lemah dan semakin lemah. Yang pasti, kelemahan itu bukan sifat yang melekat pada diri kita sejak awal, dan jelas bukan disebabkan oleh Islam. Kita menjadi lemah tak berdaya justru karena meninggalkan Islam. Sekalipun kita bertahan sebagai pribadi muslim, tetapi masyarakat tempat kita tinggal sama sekali tidak Islami.

Kita tidak dapat mempresentasikan Islam: nilai-nilainya, pemikirannya, konsepnya, hukumnya serta sistem pemerintahan yang diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat. Yang muncul justru Ideologi selain Islam. Kebanggaan itu bukan pada Tauhid tapi pada kapitalisme, demokrasi, sosialisme, nasionalisme, egoisme, manfaat,  kebanggaan duniawi dan selainnya yang bersumber dari hukum jahiliyah. Bukan dari hukum dan aturan dari Allah.

Lalu, kenapa harus khilafah solusinya?

Di buku ini dipaparkan dengan bahasa ringan sehingga mudah dipahami. Bahwa menjadikan selain Allah sumber hukum maka artinya kita telah mengingkari pernyataan _La illaha illa Allah_. Menegakkan khilafah adalah kewajiban. Ada banyak dalil yang menjelaskan perkara ini. Serta kita akan semakin ingin bergerak dan berjuang jika tau konsekuensinya mengabaikan kewajiban ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *