Sukses Pengasuhan dengan Pelukan

Spread the love

 

 

Oleh: Ulfa Ummu Fara

 

MuslimahTimes— Sudah rahasia umum jika pelukan dapat menghadirkan ketenangan. Pelukan dapat mentransfer energi positif yang dapat membuat hati lebih bahagia. Bahkan ada yang berani berkata, bahwa pelukan dapat melangsingkan badan. Benarkah demikian? Wallahu a’lam.

Dalam dunia pengasuhan, pelukan sangat diperlukan. Memeluk anak dapat mentransfer rasa cinta, rasa aman, serta menumbuhkan rasa percaya diri ananda.

Seberapa seringkah Ayah Bunda memeluk ananda tercinta? Masihkah ada yang malu-malu atau enggan memeluk mereka? Peluklah! Maka akan Ayah dan Bunda rasakan nyamannya memeluk buah hati.

Kapan waktu yang tepat memeluk buah hati?

Pertama, peluklah saat ananda butuh tempat bersandar. Ketika anak sedih, gundah ataupun marah. Pelukan akan membuat ia lebih tenang. Anak akan merasa diperhatikan dan dilindungi. Jika sudah begini akan mudah bagi kita untuk membantunya melewati segala persoalan. Membantu ananda belajar menghadapi permasalahan.

Kedua, peluklah saat ananda berani mecoba hal baru. Saat ia belajar memahami sesuatu. Peluklah ananda. Tunjukkan rasa bahagia kita atas keberhasilannya. Tunjukkan rasa bangga kita atas usaha kerasnya. Meskipun belum mampu mencapai keberhasilan. Menghadiahkan pelukan pada setiap pancapaian anak akan membuat ia merasa dihargai. Termotivasi. Ketika anak merasa dihargai maka pengasuhan akan lebih mudah dijalani. Anak akan merasa memiliki ruang yang tepat di keluarga.

Ketiga, peluk ananda saat kita ingin menasehati. Allah mengajarkan agar kita menasehati bil hikmah. Cara yang baik dan menyenangkan. Memulai nasehat dengan pelukan membuat anak merasa disayangi. Ketika disayang anak akan lebih mudah mendengar nasehat.

Keempat, peluklah ananda saat kita perlu pelukan. Dunia pengasuhan melibatkan orangtua dan anak. Keduanya perlu rasa tenang, nyaman dan saling sayang. Saat resah, gundah, atau ada rasa ingin marah karena lelah atau geram dalam membersamai ananda. Memeluk mereka menjadi begitu melegakan. Saling berbicara dari hati ke hati. Serta saling memaafkan mampu mengurangi beban lelahnya pengasuhan. Hal ini sering saya lakukan ketika sedang gemes kepada anak dan menjadi ritual penghantar tidur sembari saling meminta maaf. Berharap, saya dan anak-anak saling merelakan kesalahan selama seharian. Berkomitmen bersama untuk memperbaiki diri di hari esok. Menyenangkan bukan?

Ayah, Bunda, peluklah ananda tercinta. Penuhi rasa nyaman dan kebutuhan kasih sayang dalam dirinya. In Syaa Allah pengasuhan akan terasa lebih indah dan membahagiakan.

Semangat mengasuh dengan cinta. Semoga Allah mampukan kita menjadi sebaik-baik orangtua. Penghantar ananda menuju pintu surga aamiin.

[Mnh]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *