Peran Indonesia Dalam Memperjuangkan Khilafah

Spread the love

Oleh: Tari Ummu Hamzah
(Anggota Revowriter)

 

MuslimahTimes– Saat keruntuhan Khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924, dunia Islam dibuat geger akan peristiwa bersejarah ini. Bagaimana tidak, perisai Islam dan kaum muslimin telah diruntuhkan oleh Kemal At-tartuk. Peristiwa ini menjadi perhatian dunia Islam. Tak terkecuali Indonesia. Sebab geliat keislaman di Nusantara sangat masif semenjak diutusnya para urusan khilafah Turki Utsmani, untuk berdakwah di Nusantara.

Ketika berita runtuhnya Khilafah Turki Utsmani terdengar sampai ke Indonesia, para tokoh Ulama dari tiga organisasi Islam yaitu Sarekat Islam, Muhammadiyah dan Al-Irsyad memegang peran penting dalam menggerakkan Ummat muslim di tanah air. Tujuan tersebut adalah untuk mengkordinir Ummat muslim di Indonesia agar mereka merasa harus terlibat dalam peristiwa dibubarkannya institusi khilafah.

Akhirnya pada tanggal 19-24 Mei tahun 1924 ketiga organisasi besar tersebut mengadakan Kongres Al-islam kedua di Cirebon. Setelah sebelumnya mereka mengadakan Kongres Al-Islam yang pertama dengan tujuan menyadarkan Ummat akan pentingnya persatuan Ummat muslim. Sedangkan tujuan diadakan Kongres Al-Islam yang kedua ini didasari oleh terjadinya berbagai dinamika di dunia Islam Internasional, sepanjang dua bulan sebelum kongres berlangsung, yaitu penghapusan Khilafah oleh Majelis Nasional Turki yang disusul dengan seruan ulama al-Azhar untuk mencari khalifah baru, dan proklamasi sepihak dari Syarif Husein di Mekkah sebagai khalifah umat Islam.

Atas pertimbangan hal ini pada bulan Agustus 1924 Tjokroaminto dan Agus Salim merencanakan untuk membentuk sebuah komite yang diberi nama Komite Khilafah , yang mana komite ini dimaksudkan untuk melakukan propaganda perjuangan Khilafah di Hindia Belanda. Akhirnya komite ini memiliki cabang-cabang Komite Khilafah di beberapa kota.

Sebagai salah satu bentuk keseriusan Komite Khilafah dalam memperjuangkan kembalinya Khilafah, mereka melakukan mobilisasi massa paling masif yang terjadi pada akhir Desember tahun 1924. Yaitu diadakannya Kongres Al-Islam Luar Biasa pada tanggal 24-27 Desember 1924 di Surabaya. Inilah Kongres pertama di Indonesia yang membahas tentang Khilafah. Pasca Komite ini diadakan diharapkan bangsa Indonesia merasa memiliki andil dalam memperjuangkan kembali Khilafah yang telah runtuh.

Pada masa itu ulama telah mengeluarkan kesepakatannya. Yaitu, kesepakatan akan kewajiban untuk memperjuangkan kembali tegaknya Khilafah. Kontinuitas dalam pelaksanaan Komite Khilafah setiap tahunnya, agar bangsa Indonesia tidak melupakan akan urgensitas penegakkan Khilafah.

Itulah sedikit fakta sejarah akan perjuangan bangsa Indonesia dalam perjuangannya untuk mempertahankan eksistensi khilafah. Para ulama Indonesia sangat menyadari akan bahaya yang akan mengancam umat ketika perisai Islam sampai menghilang dimuka bumi. Sebab para ulama memahami jika satu-satunya yang berhak dijadikan sebagai aturan dan landasan negara hanyalah Al-Quran dan As-Sunnah.

Banyak sejarah tentang jejak dan perjuangan Khilafah Turki Utsmani di Indonesia dihapus. Sebab hegemoni barat pasca kemerdekaan semakin masif di negeri ini. Para penjajahan tidak akan menyerah begitu saja, akan kekalahan mereka di bumi jajahannya. Maka dari itu upaya penghapusan sejarah perjuangan khilafah menjadi cara menutupi peran perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kekhilafahan.

Akibatnya generasi penerus tidak memiliki pengetahuan apa-apa tentang institusi ini. Jadi bara api perjuangan khilafah lama-lama padam dengan sendirinya. Ini juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sebab pasca keruntuhan Turki Utsmani, kaum muslimin diseluruh dunia telah kehilangan arah dalam mencapai satu tujuan. Sehingga perjuangan khilafah juga meredup di seluruh negeri. Terlebih lagi gempuran hegemoni barat yang masif membuat kaum muslimin memasuki babak baru, yaitu era liberalisme, sehingga banyak diantara kaum muslimin yang merubah pandangan hidup mereka dari Islam menjadi liberalis-sekular

Akhirnya ketika opini khilafah hadir ditengah-ummat mereka menerimanya dengan sikap asing. Padahal para pendahulu bangsa ini adalah pejuang khilafah. Untuk Itu sebagai generasi muda ada baiknya kita mengenai sejarah tentang Islam itu sendiri. Sebab sebentar lagi fajar khilafah itu akan segera terbit. Akankah kita berdiam diri dengan kebutaan kita terhadap khilafah? Sudah saatnya para generasi kaum muslimin meneruskan perjuangan para pendahulu mereka. Wallahu a’la bishowab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *